
"sejak kau hamil, kau semakin bulat Nefertari" ujar Zhu Chun padaku sambil tertawa.
"Zhu Chun .... kau mengejekku ya, ingin kulempar batu kau ya" ujarku.
"jangan kau marah- marah terus istriku yang cantik, nanti anakku tidak bisa tidur karena mendengar suara kerasmu" godanya sambil berlalu pergi.
"kau yang memulai .... aku akan mengejarmu dan menghajarmu Zhu Chun" ujarku dan mengejarnya.
"permaisuriku yang manis ........... seharusnya kau tidak berlari seperti itu untuk mengejarku, apalagi dengan keadaanmu yang mengandung ini. Tanpa kau datangpun aku akan selalu menghampiri dirimu, karena kamu adalah bulanku" ujarnya dan menggendongku menuju ke kamar.
Wajahku memerah seperti buah tomat yang matang dipohonnya. Aku terpesona saat menatap wajahnya secara dekat dan begitu lama, ditambah dia selalu menggodaku.
Malam pun tiba, tiada pertemuan atupun lagi urusan yang harus diurus. Dan saatnya membiarkan tubuh beristirahat. Aku bersandar didada Zhu Chun dan aku mendengar suara jantung yang berdegup dengan kencang, karena aku jarang melakukan ini padanya. Ditambah aku menciumnya dengan mesra malam ini, jiwa lelaki mana yang tidak tergoda akan hal itu.
__ADS_1
Zhu Chun juga lelaki tulen, dia memiliki nafsu yang sama akan lelaki lain. Dia pun juga akan terbuai akan kecantikan paras yang aku miliki.
"luapkanlah nafsu yang kau pendam selama ini, aku adalah istrimu Zhu Chun" ujarku.
Bahkan sikap dinginku selama ini mampu ia cairkan dengan kehangatannya, oleh karena itu aku tidak mungkin tidak akan membalas kehangatan yang ia berikan. Malam ini menjadi malam kedua Zhu Chun menikmati tubuhku yang mungil dan mulus.
Keesokan harinya di kamar Yinner ......
"apakah benar semalam Nefertari tidur bersama Zhu Chun ?" tanya Yinner pada Pelayannya.
"kenapa Zhu Chun meminta Lie menggantikannya" tanya Yinner lagi.
"yang mulia Zhu Chun akan mengajak permaisuri Nefertari berjalan- jalan dengan kuda, mereka akan pergi berdua melihat pemandangan pegunungan dan pergu ke festival dimalam hari" jelas pelayan tersebut pada Yinner.
__ADS_1
Ditempat lain .......
"Zhu Chun kau akan membawaku kemana, kenapa kau harus menutup mataku seperti ini" ujarku pada Zhu Chun.
"tananglah permaisuri, sebentar lagi kita akan sampai dan kau akan melihat pemandangan yang menakjubkan" jelas Zhu Chun padaku.
Dan setelah sampai tempat yang dimaksud Zhu Chun, aku melihat hamparan bunga dan juga kupu- kupu yang berwarna- warni. Walau di dalam istana aku memiliki taman bunga yang juga sangat indah, namun keindahan di depan mataku ini sangatlah spesial.
"Zhu Chun biarkan waktuku hari ini habis bersamamu, aku tidak ingin kamu pergi dari sisiku" ujarku sambil bersandar di dada Zhu Chun yang duduk di tengah hamparan bunga yang sedang mekar.
"aku tidak akan meninggalkan dirimu permaisuriku, walau aku mati dan bisa berengkarnasi ataupun terlahir kembali aku akan tetap mencarimu dan menyayangimu" ujar Zhu Chun sambil memeluk tubuhku dengan hangat dan mesra.
Dan tanpa kita sadari, Yinner dengan pelayannya sedang memperhatikan diriku dengan Zhu Chun dari kejauhan. Walau sebelumnya aku tidak mengetahui kedatangannya, namun tidak selamnya dia bisa bersembunyi dari diriku.
__ADS_1
Dengan kemampuan khususku, aku dapat melihat raut wajah Yinner yang merah padam menahan amarahnya. Namun kesabaranku sudah diujung batas, aku akan semakin membuatnya merasa cemburu melihat kemesraanku bersama Zhu Chun. Aku ingin dia sadar akan posisinya sekarang, dan sadar akan kedudukanku saat ini.
Semua keluargaku pun sudah tahu akan siasat wanita ini, dia ingin merebut Zhu Chu dari diriku. Oleh karena itu aku akan membalasnya berkalu lipat dari apa yang akan dia lakukan padaku.