Bulan Biru

Bulan Biru
Ling Yuin


__ADS_3

"ibu, apakah kau punya anak perempuan yang cantik" tanya Morokey.


"iya sayang, ibu mendapat permata lagi setelah kamu" ujarku.


"mungkinkah ibu akan melupakanku" tanya Morokey dengan mata yang berkaca- kaca.


"tidak Morokey, kasih sayang dan semua yang ibu lakukan pada kalian adil dan tidak pernah akan lupa padamu" ujarku lagi.


Morokey sempat merasa takut akan kehilangan diriku, karena hanya dirikulah yang ia miliki sejak kecil. Sedangkan rasa iri semakin menumpuk dihati lara selir, hanya karena kehangatan Zhu Chun aku memiliki seorang putri yang cantik. Walau dalam politik istana, seorang perempuan tidak berarti apa- apa. Dan dengan prinsip itulah, mereka masih memiliki harapan jika hamil dan melahirkan seorang anak laki- laki.


Ling Yuin memang anakku, namun kelahirannya tidak dapat dilogika dengan akal manusia biasa. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin melukainya. Hanya saja orang- orang itu tidak berani secara terang- terangan menentangku karena level kekuatanku yang sudah sangat tinggi.

__ADS_1


Aku berusaha melatihnya menjadi kuat agar dia bisa menjaga dirinya sendiri jika diriku tidak bersamanya, bukan untuk merebut kekuasaan yang ada maupun berbuat jahat akan sesama. Ling Yuin memiliki sikap lemah lembut dan ceria, di usianya yang masib muda dia sudah sangat pandai dalam ilmu bela diri.


Zhu Chun sangat menyayanginya, dan sampai akhirnya para selir memprovokasi Zhu Chun untuk membenci Ling Yuin.


"yang mulia, apakah anda tidak merasa aneh. Mungkin saja putri Ling Yuin bukanlah anak kandung yang mulia dengan permaisuri." ujar Xiuyu.


"apapun yang akan kau katakan aku akan mendengarkan, tapi aku tidak akan terbujuk omonganmu" kata Zhu Chun dan berlalu pergi.


Ditempat lain, Lie dan Riuyu sedang berlatih bersama Morokey. Sedangkan Ling Yuin mencoba mensucikan hati dikolam seribu arwah pensuci, dia dijaga oleh PingPing agar tidak ada yang mengganggu proses pensucian.


"selamat datang Nefertari, aku meminta kau datang ke istanaku karena ada hal penting yang ingin aku beritahukan padamu" ujar Liang Pi serius.

__ADS_1


"aku tak pernah melihat kau seserius ini teman, apa yang terjadi" tanyaku.


Liang Pi pun menceritakan semua yang ia ketahui, dan itu juga berhubungan dengan salah satu selir istanaku. Dan rencana yang telah dipersiapkan terpaksa dipercepat, namun sebelum itu aku meminta Liang Pi menemaniku ke gunung es untuk mengambil bunga lily beku. Dalam perjalanan, aku selalu ingat pada Tyan Zhang yang kini keberadaannya entah dimana. Dan setelah menemukan apa yang kucari, aku dan Liang Pi segera pulang ke istanaku.


"Liang pi, beritahu Lie untuk memanggil semua yang ada dalam rencana untuk berkumpul ditempat biasa, dan jangan lupa suruh Zhu Chun membawa Ling Yuin" ujarku.


Dan dengan kecepatan tinggi, Liang Pi melompat diatap seperti seorang penyusup. Para pengawal yang berjaga pun tidak menyadari pergerakab Liang Pi.


"Ling, minumlah pil ini. Kau juga harus cepat dalam peningkatanmu, agar kau bisa ikut dalam pertempuran ini" ujarku.


"Nefertari, apa kau sudah gila. Kau melibatkan anak kita dalam pertempuran yang bahaya ini" ujar Zhu Chun dengan marah.

__ADS_1


"aku tidak gila, aku hanya ingin Ling belajar menjaga dirinya. Selain itu Morokey juga ikut bukan" ujarku.


Semua tidak berani membantah, namun aku tidak melihat sedikitpun rasa takut pada diri Ling Yuin. Dia dan Morokey berlatih bersama, dan sesekali mereka berdua berlatih dengan ayahnya.


__ADS_2