Bulan Biru

Bulan Biru
Mulai bertindak


__ADS_3

"aku akan merebut orang yang aku cintai dari dirimu Nefertari" ucap Yinner dengan nada kesal.


"tuan putri sebaiknya tidak bertindak dengan tergesa gesa, permaisuri Nefertari sangat hebat dan juga memiliki banyak dukungan karena ini adalah istana miliknya" ujar pelayan yang ia bawa dari istananya.


"dia telah menunjukan betapa mesranya dia dengan Zhu Chun, aku akan merebunya dari Nefertari dengan cara apapun" ujar Yinner


Keesokan harinya di taman, Aku yang sedang bersantai bersama Ling dan Riuyu dikagetkan dengan suara jeritan dari lorong. Ternyata Yinner terpleset dan kakinya terkilir, Zhu Chun dan Lie yang datang ke tempat itu pun segera membawa Yinner ke kamarnya.


Aku tahu ini adalah trik murahan yang dilakukan Yinner untuk mendekati kakak angkatnya itu, namun aku masih membiarkanya karena aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan lagi untuk menarik dan merebut Zhu Chun dariku.


Ya kuakui, politik kerajaan memang licik dan kejam. Siapa yang bisa lebih licik akan bertahan, namun siapa yang lebih kuat dan pintarlah yang akan menang.


"apakah kakak melihatnya tadi, Yinner purac pura jatuh agar yang mulia Zhu menggendongnya ke kamar" tanya Riuyu.

__ADS_1


"aku melihatnya dan aku sudah tahu niat busuknya sejak pertama bertemu sepulang berpetang" jawabku dan berlalu kembali ke taman karena Ling masih menunggu di sana.


Ditempat dan waktu yang lain.........


"ibu .... aku lelah jika terus berebut lelaki dengan wanita lain, jika aku tau ada yang ingin merebut Zhu Chun dariku aku ingin segera menghabisinya" ujarku pada ibunda sambil menangis.


"itulah kehidupan politik permaisuri, dan kamu harus tetap tenang menghadapi musuhmu" ujar ibu.


"buktinya ayah hanya bersama ibu bukan" ujarku lagi.


Aku menangis sejadi jadinya dipelukan ayah, hanya di depan merekalah aku bisa menangis. Karena sebagai seorang permaisuri aku dituntut untuk selalu tegar dan kuat, aku juga tidak ingin dipandang lemah oleh orang lain.


Aku yang terus menangis hingga tidak sadar tertidur di pelukan ayah. Dia tidak tega membangunkanku, oleh karena itu dia menggendong diriku ke kamarku sendiri.

__ADS_1


Setelah mengantarku ke kamar, ayah berpesan pada pelayanku agar terus menjagaku dan menjamin diriku tetap sehat. Ayah pun berlalu pegi, dia menemui Lie dan Riuyu di pagoda pinggir kolam.


"kalian bertiga telah tumbuh dari kecil hingga sekarang, aku rasa kalian pun tahu apa yang dirasakan Nefertari saat ini. aku tidak pernah membedakan kasih sayang diantara kalian dan saat ini aku tidak ingin kehilangan dia lagi, oleh karena itu aku meminta bantuan kalian untuk terus membantunya dan mendukungnya" ujar ayah.


"apakah ini karena wanita itu ayahanda" ujar Riuyu.


"benar, dia amat lelah jika harus berjuang secara perlahan menyingkirkan wanita itu. aku sangat mengerti sifat Nefertari, dia adalah wanita yang tidak suka menunda apapun jika bisa dilakukan sekarang kenapa menunggu besok" ujar ayah.


"tenanglah paman, kami akan selalu bersama Nefertari dalam keadaan apapun juga" ujar Lie.


Ditempat lain ........


"apakah tuan putri Nefertari sibuk, aku ingin bertemu dengannya" ujar Tyan Zhang.

__ADS_1


"permaisuri sedang istirahat, jika ada hal yang penting anda bisa kembali lagi nanti" jawab Molly.


"baiklah, aku akan menemuinya jika dia sudah punya waktu luang" ucap Tyan Zhang dan segera berlalu pergi.


__ADS_2