Bulan Biru

Bulan Biru
Menjadi dewi


__ADS_3

Dengan kekuatan dan dukungan yang aku miliki, diriku diangkat menjadi penerus tahta kerajaan langit. Dan itu membuat diriku dilema, antara menjadi penguasa langit atau menjadi seorang putri dari kerajaan di bumi.


"Anakku ...... kau tidak perlu bimbang untuk memutuskan hal ini, cukup kau ikuti kata hatimu" ujar ayah kandungku.


"Jika aku memilih tinggal di bumi, siapa yang akan mengatur dan memerintah di sini ayah ?" tanyaku.


"Aku akan menggantikanmu di sini jika para rakyat dan tetua tidak keberatan putriku" jawabnya mencoba meyakinkan diriku.


"Bagaimana para rakyat sekalian apakah kalian setuju ayahku menggantikan diriku ? dan bagaimana para tetua apakah kalian mengizinkan itu ?" ucapku dengan lantang.


"Kami menghotmati keputusan nona muda" ujar mereka secara bersama- sama.


"Baiklah kalau begitu, aku akan tenang meninggalkan istana langit karena ada yang mengurusnya" ujarku.


"Telah di putuskan bahwa putriku, nona muda lily akan tinggak bersama suaminya di bumi" ujar ayah dengan lantang.

__ADS_1


"Para tetua yang terhormat dan rakyatku sekalian aku harus kembali ke bumi, tenang saja ini bukanlah pertemuan terakhir kita. Aku akan sering berkunjung kemari karena ayahku yang sudah tua dan aku baru bertemu dengannya beberapa waktu lalu" ujarku.


"Kalau begitu kami pamit" ujar Zhu Chun.


Sesampai di bumi, aku merasakan ketenangan yang tiada tara. Mungkin karena ini adalah tempat diriku dibesarkan, dan juga tempat dimana diriku dipertemukan orang- orang yang aku sayangi.


"Yang mulia raja, tuan putri Nefertari dan Yang mulia Zhu Chun telah kembali dan mereka dalam perjalanan kembali ke istana" lapor pengawal pada ayahanda raja.


"Suamiku ..... suamiku ..... apakah benar putriku akan kembali hari ini ?" tanya ibunda sambil berlari ke arah sang raja.


Aku sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan ayah dan ibu, merekalah yang selalu dalam hatiku karena mereka yang telah memberi diriku perhatian, kasih sayang yang tulus walau mereka tahu bahwa diriku bukanlah anak kandung mereka.


"ibu....aku pulang....." teriakku di depan gerbang istana dan memilih terbang sendiri karena aku tidak mungkin tetap menaiki Morokey di dalam istana.


"Putri kecilku ...akhirnya kau pulang.....ibu sangat merindukanmu sayang.... kau adalah putri kecil sekaligus dewi kecil bagi kami" ujar ibu sambil memelukku.

__ADS_1


"Ibu, kau memelukku terlalu erat dan aku tidak bisa bernapas" ujarku sambil terpotong- potong.


"Kau ingin membunuh putriku dengan pelukan manismu" goda ayah pada ibu.


"Kondisi Nefertari sedikit lemah akibat serangan di istana langit, dia harus beristirahat cukup untuk memulihkan merediannya" ujar Zhu Chun pada ayahanda raja dan ibunda ratu.


"Ibu suri kau melupakan cucumu yang manis" ujar Ling yang sejak tadi bersembunyi di belakang Zhu Chun.


"Tentu tidak kau adalah gadis crewet yang menggemaskan, mana mungkin kami melupakanmu" ujar ayanda raja sambil menggendong Ling.


"Ayah, sebaiknya kau turunkan Ling. Dia telah tumbuh besar dan bertambah berat." godaku sambil memeluk Zhu Chun.


Tiba- tiba tubuhku terasa lemas sekali, untung saat itu aku memeluk Zhu Chun. Sehingga saat tubuhku mulai oleng, dia dengan segera menopang tubuhku agar tak jatuh ke lantai.


"Antar aku ke kamar, tubuhku sedikit lemas" ujarku dengan lirih.

__ADS_1


"ayahanda raja dan ibunda ratu, saya mohon undur diri untuk mengantar Nefertari ke kamar untuk istirahat" ujar Zhu Chun.


__ADS_2