
"hormat permaisuri,kedatangan hamba kemari untuk menyampaikan pesan dari yang mulia agar permaisuri menemuinya di pavillium mawar putih" kata pengawal yang tiba- tiba datang ke pavillium bulan membiru.
"baiklah aku akan segera menemuinya, aku penasaran apa yang akan dia lakukan" ucapku sembari mempersilakan pengawal itu pergi.
Dalam perjalanan ku menuju pavillium mawar putih, aku bertemu ibunda ratu sedang bercakap- cakap dengan selir Yui. Aku berlalu melewati mereka, namun aku hanya menyapa ibundaku saja. Dapat aku lihat raut wajah selir Yui yang takut dan kecewa akan sikapku. Dan ditemani Lie, sampailah aku di pavillium mawar putih, aku memberi isyarat pada Lie untuk pergi sejenak.
"Nefertari, sejak kelahiranmu kembali dari kematian kau tidak pernah bicara baik padaku, sikapmu sama dinginnya dengan kekuatanmu" ujarnya.
"apa kau sudah lupa perkataanku ? Jika kau mengingatnya kau tidak akan membahas ini lagi denganku" tegasnya.
"jika kau tidak ingin aku memiliki selir akan aku turuti, aku akan memulangkan mereka semua" jawabnya.
Hal itulah yang sekian lama aku tunggu keluar dari mulutnya, namun itu semua sudah terlambat. Perasaan yang dulu hanya tertuju padanya, kini berubah menjadi tawar. Hatiku sudah berubah haluan dan kekecewaanlah yang mengubah semuanya. Andai saat kelahiranku tidak ada wanita lain disisinya, aku akan setia padanya bahkan akan mencintainya lebih dari yang akan diperkirakan orang lain.
__ADS_1
"dulu aku rela mati demi dirimu, namun balasanmu adalah kau bahagia walau tanpa diriku" ujarku memendam amarah.
"aku tidak bermaksud begitu permaisuriku, ayahmulah yang memintaku menikahi para selir itu" tuturnya.
Nefertari, seorang permaisuri yang cantik yang kini menjadi gadis yang dingin. Diriku menjadi bimbang akan perasaan yang kumiliki dan sejak kedatanganku ke zaman ini, Lie telah menyayangiku, Liang Pi juga memendam perasaan padaku sedangkan dulu aku lebih memilih Zhu Chun. Kini datang lagi seorang pria yang mampu menggetarkan hatiku, pahlawan yang menyelamatkanku dari dinginnya es gunung dialah Tyan Zhang.
Perasaan dilema membuatku frustasi, aku kabur dari kerajaan karena tidak ingin membuat keributan.
"maafkan diriku putri Nefertari, aku terpaksa menyerangmu agar amarahmu tidak meluap lagi" ujar Lie.
"maafkan hamba juga permaisuri, hamba hanya tidak ingin permaisuri berlarut- larut dalam kemarahan ini" kata Tyan Zhang.
" tidak apa, aku mengetahui niat kalian baik" jawabku dan berjalan pergi.
__ADS_1
Di lain hari di kerajaan, aku menemui sendiri ayah dan ibu. Aku terlalu sering berlatih hingga tidak pernah peduli terhadap mereka berdua. Dan setelah bertemu dengan ayah dan ibu aku pun bercakap- cakap cukup lama, hingga akhirnya mereka mengungkapkan bahwa mereka menginginkan seorang cucu. Hal itu membuatku terkejut, aku tidak pernah baik pada Zhu Chun lalu bagaimana mungkin memiliki keturunan.
"ayah tahu bahwa aku dan yang mulia raja tidak pernah akur, mana mungkin aku bisa memberimu seorang cucu. Hanya para selirlah yang bisa mengabulkan keinginan kalian" jelasku.
"kau lah anak kami Nefertari, tidakah kau ingin memiliki keturunan" ujar ibunda.
"aku akan memikirkanya lagi, keputusanku akan aku umumkan besok pagi" kataku dan berlalu pergi.
Perkataan ibu membuat diriku tidak bisa merasa tenang, malam hari aku terus memikirkannya. Dan sesuai perkataanku, aku akan mengumumkan keputusanku di pagi hari.
"aku putri Nefertari, permaisuri dari kerajaan ini akan mengumumkan suatu hal penting yang mungkin kebahagiaan bagi para selir. Kalian para selir bisa memiliki keturunan dari yang mulia raja, sedangkan jika ada orang yang menginginkan aku memiliki keturunan maka harus bisa memenuhi syarat yang ada" jelasku.
"aku tidak akan pernah menyentuh selir- selir itu, aku akan memenuhi syarat yang kau minta permaisuriku" ujar Zhu Chun.
__ADS_1