Bulan Biru

Bulan Biru
Perang Besar


__ADS_3

"Lie, siapkan semua pasukan dan Riuyu siapkan obat yang mungkin diperlukan. Kerajaan selir Xiuyu akan mengajukan perang dengan kita karena telah membunuh mata- matanya" ujarku memberi perintah, sedangkan Zhu Chun sedang rapat dengan para mentri dan panglima perang.


"ibu biarkan aku ikut dalam perang ini" ujar Morokey dan Ling secara bersamaan.


"kalian masih terlalu kecil, sebaiknya kalian menjaga ibu suri di istana. Benarkan kak ?" ujar Riuyu.


"benar anak - anak sebaiknya kalian tetap di istana, walau kekuatan kalian sudah meningkat tapi ini bukanlah perang biasa. Perang kali ini mungkin sedikit berat karena kita akan melawan suku dari para penyihir jahat, ibu tidak ingin kehilangan kalian maka dari itu bisakah kalian tetap tinggal di istana" ujarku pada anak- anak.


Mereka pun setuju untuk tetap di istana, namun mereka meminta agar diriku memberikan sinyal bantuan pada mereka jika terjadi hal yang mendesak. kemungkinan dimasa depan, Morokey akan menjadi pelindung bagi Ling. Sejak kecil mereka telah memiliki ikatan yang cukup kuat.


Zhu Chun mendatangiku dengan pakaian baja, dia telah siap berperang karena beberapa waktu yang lalu kerajaan Xiuyu telah mengirim burung pembawa pesan yang berisi pernyataan perang. Dia mendatangiku agar diriku juga segera bersiap karena ibu suri telah menyiapkan ritual keselamatan.


Aku tidak memakai pakaian baja, namun aku menggunakan pakaian yang biasa aku gunakan dalam latihan. Rambut panjang yang diikat satu, dan anak panah yang yang telah diberi racun. Pasukanku telah siap berangkat dengan menunggang kuda, aku tidak ingin pasukanku kelelahan saat berperang nanti. Panglima dan anggota kerajaan inti menunggangi summon mereka masing- masing.

__ADS_1


Namun saat diperjalanan, aku merasakan ada spirit beast yang tidak jauh dari tempatku. Aku meminta izin pada Zhu Chun untuk memeriksanya sebentar.


"spirit beast keluarlah, aku ingin bertemu denganmu" ujarku.


"hai anak manusia, kedatanganmu mengganggu waktu istirahatku" ujarnya dengan suara yang menggema.


Dan setelah spirit beast itu berhenti bicara, angin berhembus dengan kencang. Dia menampakkan dirinya di depanku, seekor naga hitam yang sangat kuat.


"apa maksudmu, aku tidak mengerti yang kau bicarakan" tanyaku.


"kau adalah keturunan ke 11 dewi langit, dan sebagai simbol kau keturunannya adalah kalung biru yang menggantung dilehermu saat ini. Dewi langit adalah dewi terkuat ke 2 setelah kakaknya,maka dari itu semua keturunannya yang berada dibumi sangat disegani, namun hanya kau yang tersisa di bumi. Kau keturunan terakhir dan semua kakakmu mungkin sudah mati dalam perang antara dewi langit dan kakaknya" ujarnya.


"bagaimana kau tahu tentang ini naga ?" tanyaku lagi.

__ADS_1


"istriku yang diutus membawamu ke bumi, namun dia mati karena salah satu anak dewi laut yaitu kakak ibumu, menusukkan trisula ditubuh istriku. Dan aku terus mencarimu selama ini, agar bisa membalas dendam ibumu, saudaramu, dan juga bagi istriku. maafkan aku nona, jika keterlambatanku mencari dirimu" ujarnya.


" tak apa, aku turut berduka cita akan kepergian istrimu. Dan baru aku tahu bahwa aku bukanlah anak kandung dari mereka , namun hanya sebuah titisan tapi tak apa" ujarku.


Mulau dari saat itu dia menjadi spirit beast keduaku, dia tinggal dalam kalung yang aky pakai. Dan sekembalinya aku dalam rombongan, kami segera melanjutkan perjalanan.


"Putri Nefertari, wajahmu memanglah cantik hingga membuatku terpesona namun darahmu lah yang lebih berharga karena kau terlalu sombong" ujar ayahanda Xiuyu.


"aky memang sombong, tapi kau adalah orang yang paling jahat disini. Kau rela mengorbankan anakmu sendiri demi keegoisanmu mendapatkan kekuatan dari darahku" jawabku.


"tak perlu kau banyak bicara permaisuri sombong" teriaknya dan maju memulai perang.


Semua terjadi tanpa aba- aba, aku sendiri melawan orang tua itu. Demi memberi pelajaran padanya karena Xiuyu telah berani menyentuh Ling dan mencoba menyakitinya.

__ADS_1


__ADS_2