Bulan Biru

Bulan Biru
Roh kegelapan


__ADS_3

"apa yang terjadi padaku, kenapa kalian mengikatku seperti ini" tanya Lie yang tidak mengerti jika dia baru saja terkena serangga pengendali jiwa.


"Lie kau sudah sadar ....... ku pikir akudan Nefertari akan kehilanganmu, karena kau baru saja terkena serangga pengendali jiwa. Kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan, kau menyerang Nefertari secara membabi buta hingga dia terjatuh ke jurang. untung saja ada tuan Rong Yu yang menyelamatkannya" jelas Riuyu yang masih sesenggukan karena habis menangis.


"sudalah Riuyu tak usah kau menangis lagi, sekarang Lie sudah sadar bukan" ujarku.


"apakah serangga itu sudah keluar ?, jika iya sebaiknya kau menghancurkannya, karena serangga itu memiliki aura panas yang tinggi. Dia bisa mencairkan es abadimu dengan perlahan" ujar Rong Yu yang tiba- tiba masuk.


Aku pun memberikan serangga pengendalu jiwa yang membeku pada Rong Yu, dia pun menghancurkan serangga itu dengan mantra- mantra nya. Setelah ia mengucapkan mantta, serangga itu meledak dan hancur tak bersisa.


"sebaiknya kau beristirahat Nefertari, kau masih lemah karena terjatuh ke jurang" ujar Zhu Chun.

__ADS_1


"benar ibu, tubuhmu lemah dan kau juga baru saja menyalurkan energimu pada paman pertama" tambah Ling.


"bukankah kita sebaiknya kembali ke istana terlebih dahulu baru aku akan istirahat, aku merasakan hawa negatif yang kuat disini. apakah kau tidak merasakanya Ling ?" tanyaku pada Ling.


"apakah ibu sudah merasakannya sejak tadi ?, karena aku baru saja merasakannya bu" ujar Ling.


"aku merasakannya sejak kembali tadi, hawa itu semakin kuat sejak Rong Yu menghancurkan serangga itu" jawabku.


Zhu Chun pun memberi perintah pada pasukan untuk segera bersiap kembalu ke istana. Namun sebagian besar pasukan seperti dikendalikan oleh orang lain, mereka hanya bengong menerima perintah dari kaisar Zhu Chun.


"yang mulia harap jangan mendekati mereka, mereka kerasukan arwah pasukan kegelapan yang kalah dalam pertempuran" ujar Rong Yu.

__ADS_1


"semua yang masih sadar, berkumpulah kemari" teriakku yang berbarengan dengan Ling.


Setelah semua berkumpul menjadi satu, Zhu Chun dan Ling membuat perisai di sekeliling agar para pasukan yang kerasukan tidak dapat melukai orang lain. Namun ini tidak bisa dibiarkan terus- menerus karena semakin lama kita berada di area ini akan semakin kuat pula aura kebencian mereka, oleh karena itu aku meminta Riuyu untuk mengeluarkan dan menyegel arwah pasulan kegelapan itu dengan segera.


"aku takut tidak sanggup kak, energiku terlah terkuras setelah membantu Ling menyembuhkan Lie" ujar Riuyu.


"aku akan membantumu selir Riuyu, aku bisa sedikit ilmu tentang penyegelan arwah" ujar Rong Yu.


"baiklah tuan Rong" jawab Riuyu.


Penyegelan arwah berjalan lancar, namun sangat lama dan menyita banyak energi yang ada. oleh karena itulah, Riuyu terlebih dahulu mengatakan ketidak sanggupannya jika melakukan penyegelan karena keadaannya yang lemah sedangkan hal itu membutuhkan energi yang cukup dan kuat. Namun dengan bantuan tuan Rong yu, Riuyu berhasil menyelesaikan tugas ini.

__ADS_1


Setelah selesai, dengan segera Zhu Chun memerintahkan semua agar bersiap untuk kembali ke istana. Dia tidak ingin terjadi hal yang dapat membahayakan keselamatan orang, karena sekarang keadaan mereka sangat lemah dan tidak mungkin bertarung. Dan semua memahami kecemasan Zhu Chun sebagai kaisar, dan juga sebagai lelaki yang pernah kehilangan seorang yang amat ia cintai. Yaitu NEFERTARI, seorang putri yang terlahir kembali dari kematian.


__ADS_2