Bulan Biru

Bulan Biru
Pertemuan dan summon


__ADS_3

Suara ledakan datang dari ruangan Riuyu, aku dan Zhu Chun segera berlari untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ditengah perjalanan kami bertemu dengan ayah dan ibu, mereka juga ingin mengetahui apa yang terjadi dengan selir Riuyu.


"Riuyu, hentikan semua ini" teriakku.


"aku tidak bisa mengendalikan amarahku kak, orang itu yang telah membunuh ayahku. Aku akan membunuhnya untuk membalaskan dendam" ujarnya sambil menangis.


Aku memeluk erat tubuh Riuyu, dia menjadi sangat lemah karena telah mengeluarkan banyak tenaga. Lie masih tidak dapat membayangkan apa yang barusan terjadi, selama ini Riuyu adalah wanita yang pendiam dan sopan. Namun hari ini dia melihat kemarahan sahabatnya yang sungguh dan sangat mengerikan.


Hari ini Riuyu harus istirahat dan memulihkan tenaga, dan Liang Pi datang memenuhi panggilanku. Kami ber empat merencanakan suatu hal agar bisa menangkap dalang kerusuhan ini, Lie mengusulkan agar membunuh selir Yui karena dia adalah murid sekaligus mata- mata. Namun aku tidak menyetujuinya, selir Yui masih bisa dimanfaatkan untuk memancing gurunya keluar. Lagipula keadaanku dan semua orang belum pulih dengan sempurna, jika kita bertemu dengan orang itu tanpa persiapan yang matang sama saja kita mengantarkan nyawa kita sendiri. Walau aku memiliki darah phoniex murni, namun kaisar Quing Ling adalah orang yang berilmu tinggi. Dia sudah mencapai tingkat penstabilan, dan dia juga memiliki summon yang tangguh yaitu laba- laba api.


"jika diperbolehkan, aku ingin membiarkan Liang Pi menginap di sini untuk berlatih bersama" ujarku meminta izin pada Zhu Chun.

__ADS_1


"tidak apa permaisuriku, aku percaya bahwa yang kau putuskan adalah yang terbaik" jawab Zhu Chun.


"terima kasih yang mulia Zhu dan putri Nefertari" ujar Liang Pi.


Aku meminta Lie membawa Liang Pi ke kediamannya agar dia bisa beristirahat dulu, dan sebelum kembali aku memberi sebuah pil peningkat level summon pada setiap orang tidak terkecuali pada Zhu Chun. Setelah pertemuan rahasia ini, aku sengaja pergi ke ruangan Riuyu untuk melihat keadaanya dan memberikan pil ini padanya.


"Riuyu, bagaimana keadaanmu sekarang ? Apakah sudah lebih baik ?" tanyaku.


"aku sengaja kesini untuk melihatmu, apakah kau tidak suka aku menjengukmu" candaku.


"bukan begitu maksudku kak ...." kata- katanya terhenti setelah aku memasukkan pil pengembali jiwa padanya.

__ADS_1


"berikan ini pada summon kelincimu, ini akan meningkatkan levelnya. Aku akan pergi ke kamarku, kamu beristirahatlah dengan baik karena besok kita harus berlatih" ujarku.


Setelah sampai dipavillium bulan membiru, pelayan setiaku memberitahukan bahwa anak harimau yang kuberi nama Morokey sedang mencariku. Aku pun menemuinya, dia berlari dan bermanja- manja padaku. Telah berhari- hari aku tidak menemuinya dan kini dia sudah tumbuh lebih besar, bahkan sudah siap dilatih untuk menjadi summon hebat seperti ibunya. Aku memberikan pil peningkat level pada ketiga summonku, aku ingin mereka berlatih dan bisa menjadi yang terhebat.


"ibu, apakah aku akan menjadi kuat setelah berakhir" tanyanya padaku


"aku bukan ibumu tapi kau kubesarkan dengan kasih sayang, sama seperti semuanya. Dan jika kau terus berlatih kau akan kuat dan tidak tertandingi" ujarku.


"walau kau bukan ibuku tapi kau bukan tuanku, karena kau tidak mengikat kontrak denganku. Dan karena kau telah merawatku sejak kecil, aku ingin memanggilmu ibu" katanya sambil tersenyum.


"aku tidak pernah mengikat kontrak pada siapapun, aku tidak ingin mereka terluka saat aku terluka. Jadi setiap summon yang menjadi milikku, itu adalah kemauanya sendiri bahkan mereka bisa pergi semau mereka" jelasku.

__ADS_1


__ADS_2