Bulan Biru

Bulan Biru
Yinner


__ADS_3

Kedatangan rombongan di istana disambut dengan meriah, namun ada satu hal yang membuat dadaky terasa sesak. Seorang wanita yang terlihat setahun lebih muda dariku, dia berlari dan memeluk Zhu Chun dengan mesranya.


"putriku, dia anak dari teman ibunda Zhu Chun. Mereka tumbuh bersama sejak kecil karena ayah dan ibunya bercerai dan ibunya pun menjadi gila, oleh marena itu putri Yinner diangkat anak oleh ibunda Zhu Chun" bisik ibunda padaku.


"ibu ..... ibu ..... sepertinya bibi itu memiliki perasaan pada ayah" ujar Ling Yu yang masih terlalu polos.


"jangan bicara seperti itu di depan banyak orang Ling itu tidak sopan, dia adalah tamu kita" ujarku pada Ling.


Hhaauummm ....... suara auman Morokey dari dalam ruangan. Dia berlari untuk memelukku, namun sebelum ia memelukku tubuhnya telah ditangkap Zhu Chun.


"kalian masuk lah terlebih dahulu, ayah kalian berada di dalam" ujar ibunda.


"benar kak ayo kita masuk, ibu suri telah menyuruh kita ke dalam" ujar Yinner.

__ADS_1


Zhu Chun menggandeng tanganku, dan aku melihat api kecemburuan di mata Yinner. mereka hanya sebatas kakak dan adik angkat, tidak menghalangi kemungkinan ada rasa diantara mereka. Dia berjalan menyusulku dan Zhu Chun dibelakang dengan senyum yang dipaksakan.


"Riuyu, sebagai adik kau sebaiknya tidak cemburu dan berusaha bersaing dengan diriku" ujarku pada Riuyu sambil mengedipkan mata.


"aku tidak pernah pernah ingin bersaing denganmu kakak, karena dirimu adalah yang terbaik" ujar Riuyu tahu apa yang terjadi, karena kita telah tumbuh bersama sejak kecil.


Tampak rasa marah di wajah Yinner, aku sengaja membuatnya marah karena aku tahu sejak awal dia memiliki niat buruk padaku. dia ingin merebut Zhu Chun dariku dan membuatku celaka, namun ibunda dan ayahanda tidak bisa mengetahui niatan itu karena wajah polos yang ia tunjukkan pada orang tuaku.


"salam ayah, peperangan telah berakhir dan kemenangan berada ditangan kita. Dendam Riuyu terbalaskan, dan amarahku terpuaskanl ujarku pada ayah.


"ayah .... kau menggodaku di depan banyak orang" ujarku sambil bangkit dan berlari untuk memeluk ayah.


Hidup permaisuri ....... hidup tuan putri Nefertari ....... teriak semua orang yang berada dalam ruangan pertemuan.

__ADS_1


"ayah dan ibunda, purnama bulan biru akan datang sebentar lagi. aku mohon agar kalian membiarkanku mengurus semuanya bersama Riuyu" ujarku.


"kakak ipar, biarkan aky ikut membantumu menyiapkan acara tersebut" ujar Yinner.


"kau sebagai tamu kita, tidak mungkin kami akan membiarkanmu kelelahan. jadi sebaiknya kau istirahatlah dan menikmati keindahan istana kakakku, dan hati hati jangan membuat kekacauan agar kakakku tidak marah" ujar Riuyu sambil menyindir Yinner.


"jangan seperti itu Riuyu, kau membuat diriku menjadi menakutkan dimatanya. Yinner jangan dipikirkan lagi ucapan Riuyu tadi" ucapku mencoba membuat Yinner tidak salah paham pada Riuyu ataupun padaku.


"ibu, nanti malam kau tidurlah bersama ayah. aku dan Morokey akan tidur bersama lagi" uajr Ling Yu yang paham akan suasana sekitar.


" hahaha, cucuku yang cantik kau sangat polos. jika ibumu tidak tidur bersama ayahmu lalu dengan siapa lagi ayahmu akan tidur, ayahmu bahkan tidak pernah sekalipun menyentuh selir yang ada termasuk Riuyu, bukan benar begitu Riuyu" ujar ayah.


"tentu ayah, aku tidak mungkin berebut dengan kakak. aku sangat menyayanginya seperti kakakku sendiri" ujar Riuyu sambil memeluk ayahku.

__ADS_1


Ya memang bisa dibilang Riuyu dan orang tuaku memiliki suatu ikatan khusus, karena Riuyu telah mereka rawar sejak kecil seperti anak mereka sendiri hingga dewasa dan pandai seperti sekarang.


__ADS_2