Bulan Biru

Bulan Biru
Serangga pengendali jiwa


__ADS_3

"Lie sadarlah, kenapa kau menyerang tuan putril ujar Zhu Chun mencoba menyadarkan Lie.


"aku akan membunuhnya demi tuanku" teriak Lie sambil mengarahkan pedangnya padaku.


"dia terkena serangga pengendali jiwa, dia dikendalikan oleh orang lain sehingga dia tidak sadar apa yang ia lakukan" jelasku pada semua.


Lie menyerangku secara bertubi- tubi, hingga sampai dipinggir jurang aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh.Lie dapat disegel oleh Riuyu, namun mereka tidak sempat menangkap tanganku.


Setelah aku sadar, aku berada di sebuah pondok kayu. Dan seorang lelaki tua tiba- tiba mendekatiku, aku pun terkejut dibuatnya karena ia sangat mirip dengan ayahku.


"siapa kau, dan dimana aku" tanyaku


"aku Rong Yu, aku seorang petapa yang tinggal di lembah ini. aku menemukanmu tidak sadarkan diri dengan kepala terluka, aku pun membawamu ke pondokku untuk merawatmu. Siapa namamu, dan kenapa kau bisa sampai disini" ujarnya.


"aku Nefertari, seorang permaisuri yang ikut berperang bersama kaisar. namun sahabatku terkena serangga pengendali jiwa, dan tanpa sadar dia menyerangku secara bertubi- tubi hingga akhirnya aku terjatuh" jelasku.

__ADS_1


"apakah benar kau putri dari dewi langit ? setelah 100 tahun lamanya, akhirnya sang dewi mengizinkanku bertemh dengan keturunan terakhirnya" ujar Rong Yu.


"kenapa kau ingin bertemu denganku, ibuku telah mati bukan" ujarku lagi.


"kapan dia mati, aku tidak pernah mendengar kabarnya setelah melahirkanmu. dulunya aku adalah seorang pengarang puisi dikerajaan langit, namun aku turun ke bumi karena terjadi perang saudara" ujarnya.


"dia mati bersama ke 10 saudaraku melawan kakaknya sendiri" jelasku singkat.


Setelah bercakap- cakap, dan menceritakan tentang serangga itu dia memberiku obat pembunuh serangga itu. Aku pun segera memutuskan untuk kembali ke atas tebing karena mereka pasti telah menungguku, aku mengajak Rong Yu pulang ke istana.


"Yang mulia Zhu, lihatlah di atas ....... bukankah itu permaisuri. sepertinya dia bersama lelaki tua" ujar salah satu pengawal.


"salam yang mulia ........ dia adalah Rong Yu, petapa tua yang tinggal di bawah jurang ,dialah yang menyelamatkanku dan merawatku saat tidak sadaran diri" jelasku.


"terim kasih telah menyelamatkan permaisuriku" ujar Zhu Chun sambil membungkuk memberi hormat.

__ADS_1


"tak apa yang mulia dan tak usah membungkuk, ini adalah anugrah dari dewa bisa bertemu dengan putri Nefertari" jawab Rong Yu.


Aku masuk dalam tenda dan memberikan obat pada Lie, dia dirantai agar tidak kabur ataupun memcelakai orang lain. obat itu bekerja dengan cepat, tubuh Lie berguncang dengan dahsyat menandakan reaksi obat tersebut melawan serangga pengendali jiwa. Riuyu yang saat itu juga menyaksikan kejadian sangatlah cemas, Lie adalah sahabatnya sejak kecil.


"Lie bertahanlah, kau juga harus melawan serangga itu. kau harus bertahan demi kita semua Lie" ujar Riuyu sambil menggoyang goyangkan tubuh Lie yang sedamg kejang- kejang.


"mundurlah Riuyu, aku akan menyalurkan sedikit energiku kepada Lie agar dia bisa ikut melawan serangga itu" tegasku.


Aku mencoba menyalurkan energiku, namun karena badanku yang lemah aku tidak bisa maksimal dalam menyalurkannya. aku mengirim sinyal pada Ling untuk datang, dia dibawa terbang oleh PingPing yang tinggal di istana.


"ayah, ibu memberiku sinyal untuk datang. ada apa dengan ibu" tanya Ling.


"ibu ada disini Ling, ibu tidak apa- apa" ujarku menyelak Zhu Chun yang akan menjawab pertanyaan Ling.


"kemarilah nak, ibu membutuhkan bantuanmu." ujarku lagi.

__ADS_1


"paman ..... bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu" ujar Ling dan mencoba menyalurkan energinya bersama Riuyu.


Woosshh ....... aura jahat keluar dari tubuh Lie, dengan cepat aku membekukan aura itu agar tidak mencari mangsa lain lagi.


__ADS_2