Bulan Biru

Bulan Biru
Penyusup


__ADS_3

"Tyan Zhang ........ Bangunlah ...... Kau sudah aman sekarang Tyan Zhang" teriakku.


"ibu, dia hanya tidak sadarkan diri karena tekanan jiwa yang amat kuat, dan level kekuatannya pun menurun karena ada serangga penghisap jiwa didalam tubuhnya" jawab Ling Yuin.


Aku yang mendengar perkataan Ling segera memanggil Riuyu untuk menyembuhkan Tyan Zhang. Selama berjam- jam Riuyu mencoba menyembuhkan, namun baru bisa berhasil setelah Ling memberi racun seribu ular yang terkenal sangat kuat pada tubuh Tyang Zhang. Riuyu yang paham akan itu baru sadar bahwa serangga itu menyebarkan racun, dan racun akan kalah dengan racun yang lebih kuat.


Selama tiga hari Tyan Zhang belum juga sadarkan diri, pelayan setiaku menjaganya dengan penuh kasih sayang. Aku melihat ada cinta dimatanya untuk Tyan Zhang.


"kau sudah bisa istirahat dengan tenang permaisuriku" ujar Zhu Chun.

__ADS_1


"benar yang mulia" jawabku serasa memeluk tubuh Zhu Chun.


Setelah kelahiranku kembali, baru kali ini aku memeluk tubuh Zhu Chun. Aku merasakan kecemasan di dirinya, dia takut akan rasa yang akan tumbuh pada diriku dan Tyan Zhang. Walau aku tahu aku hanya menganggap Tyan Zhang sahabatku.


"tak usah kau khawatirkan rasaku pada Tyan Zhang, sedingin apapun diriku hanya kau pengisi ruang hati ini" ujarku.


"baru kali ini kau bersikap hangat padaku permaisuri, apa hatimu sudah mulai kembali menerimaku" kata Zhu Chun.


Aku hanya ingin menghabisakan waktu bersama Zhu Chun, semenjak kelahiranku tidak sekalipun dapat menghabisakan waktu bersama karena selalu ada masalah yang muncul. Bahkan seorang selir berani mencoba meracuni permaisuri hanya ingin mendapatkan tahta dan dan kasih sayang seorang kaisar.

__ADS_1


"permaisuri, kenapa hari ini kau sangat aneh hari ini. Ada apa denganmu" tanya Zhu Chun padaku.


"aku hanya ingin bersama suamiku, apakah aku salah" ujarku.


Dan tiba- tiba segerombol penyusup datang ketempatku, mereka mengincar Zhu Chun. Namun gerakannya sangat lambat sehingga aku bisa mencegahnya. Di luar dugaanku dengan Zhu Chun, salah satu diantara mereka melepaskan panah beracun ke arah Zhu Chun. Tanpa berfikir panjang masa lalu akan terulang kembali, rasa takut mati hilang seketika saat melihat orang yang kusayang dan kucintai dalam bahaya. Rencana yang kupersiapkan untuk melindunginya gagal, aku pikir dengan Zhu Chun yang selalu dekat denganku bisa aman. Namun tidak, sehinggal pilihan terakhirlah yang aku pilih walau aku harus mati dan tidak memikiki kesempatan terlahir kembali.


"Cintaku akan terus ada didalam hatiku, jika aku tidak selamat dan tidak bisa terlahir kembali kuharap kau tidak menantiku. Zhu Chun kau berhak bahagia, namun aku ingin kau berjanji padaku untuk selalu menjaga mereka semua" ujarku tersenggal senggal.


"ibu kau tidak akan meninggalkanku, aku akan membekukan racun didalam tubuhmu dengan hawa dingin yang kumiliki" ujar Ling dengan tenang.

__ADS_1


Namun karena racun yang sangat kuat, Ling yuin muntah darah akibat menolongku. Ayah yang melihatku dalam keadaan sekarat tidak tinggal diam, dia menyalurkan kekuatan jiwa phoniex api padaku. Walau itu berlawanan dengan jiwa phoniexku namun itu berhasil mengeluarkan racun yang ada dalam tubuhku.


Sedangkan Ling Yuin yang lemah karena terlalu banyak menggunakan kekuatannya dibawa Lie ke kamar agar Riuyu bisa merawatnya.


__ADS_2