
Tekanan yang cukup kuat datang dari luar ruangan, orang biasa yang belum mempunyai kemampuan yang cukup akan mati karena tekanan ini. Pria bertopeng semakin pucat karena takut, lalu dia berlutut di depanku untuk meminta perlindungan dan dia mengatakan siapa dalang dari semua ini. Aku merasa geram dengan selir itu, dia tidak sepolos yang aku kira dan tidak sebaik yang dibayangkan keluargaku. Aku mengirim mereka semua kedesa dan membentengi desa tersebut dengan kekuatan tiga elemen.
"apakah yang mulia tidak lelah akan sikap permaisuri, bergabunglah kepadaku yang mulia. Kita rebut kerajaan putri Nefertari, dan menjadi penguasa didaerah ini" kata Yui.
"apa maksudmu selir Yui, dia adalah istriku dan aku telah menjadi kaisar disini. Aku mencintainya dan tidak akan menghianatinya" jawab Zhu Chun.
"dia sudah membencimu yang mulia Zhu, jika putri Nefertari menikahi Tyan Zhang maka kerajaan ini akan diserahkan pada Tyan Zhang" ujar selir Yui.
Aku menemui selir Riuyu di pavillium bunga merekah, dia adalah seorang ahli obat dan racun. Dia satu- satunya selir yang tidak tertarik akan politik dalam kerajaan, hari- harinya ia habiskan untuk merawat tanaman obat dan menemani ibundaku. Kedatanganku ke kediamannya disambut baik oleh pelayan dan dirinya, saat pertama kali melihatku memasuki pavilliumnya dia berlari dan memelukku dengan erat.
__ADS_1
"kakak, sejak kelahiranmu kembali kenapa kau tidak pernah menemuiku lagi. Kau hanya bersama Lie dan Liang Pi, apa karena aku sekarang menjadi selir" ujarnya.
"bukan begitu adikku Riuyu, aku masih banyak urusan sehingga aku belum bisa mengunjungimu. Kita bertiga tumbuh bersama, kau dan Lue sudah seperti adikku sendiri" ujarku.
"apakah ada yang menyebut namaku disini" ujar Lie sambil tertawa.
"putri Nefertari, jika kita tidak segera bertindak aku khawatir dia akan melakukan hal uang lebih berbahaya pada dirimu" kata Lie.
"jangan dulu, sepertinya dia tidak sendiri dan aku ingin menangkap siapa yang membantunya" ujarku.
__ADS_1
" apapun yang bisa aku lakukan untuk membantumu aku akan melakukannya kak" ujar selir Riuyu.
Pembicaraan selesai disini, aku kembali ke pavilliumku bersama Lie setelah memberikan bunga lily tiga kelopak yang sangat langka. Dia sangat menyukainya,aku memberikan ini sebagai hadiah atas peningkatan ilmunya.
Aku dan Lie berpisah karena aku harus pergi menemui Zhu Chun, dia menyambutku dengan hangat. Aku merasakan masih ada cinta untukku dihatinya setelah semua yang aku lakukan padanya, dia masih seperti Zhu Chun yang dulu lembut dan penyayang. Semakin banyak kejadian yang terjadi padaku, aku semakin dekat dengan Xhu Chun kembali. Es yang mungkin membekukan hatiku sedikit demi sedikit mencair karena kehangatan Zhu Chun yang tidak pernah berubah.
Dia mengetahui niat diriku mencarinya, Tyan Zhang belum ditemukan oleh karena itu aku masih khawatir dan oleh karena itu Zhu Chun mengkhawatirkanku. Seluruh pengawal telah fikerahkan, namun belum menui hasil yang diinginkan. Dan kekhawatiranku menjadi setelah burung pembawa pesan bahwa telah ditemukan jubah putih milik Tyan Zhang, aku yang ditemani Zhu Chun, Lie, dan Riuyu pergi ke gunung es.
"nona, sepertinya Tyan Zhang baik- baik saja. Aku telah berada disini setelah pertarungan itu untuk memulihkan tenagaku, namun aku tidak pernah melihat siapapun datang atau pergi dari daerah ini" kata pingping.
__ADS_1