Bulan Biru

Bulan Biru
Kebersamaan


__ADS_3

Malam ini akan menjadi saksi antara diriku dan Zhu Chun, ketika dua insan menjadi satu. Bunga sakura berguguran, angin malam berhembus dengan tenang.


"Jangan tinggalkan aku lagi Nefertari, aku sangat mencintaimu. Percayalah bahwau kau satu- satunya wanita yang aada di dalam hatiku" ujar Zhu Chun.


Aku mengangguk menandakan setuju, aku dekap tubuhnya erat- erat tak ingin dia pergi. kehangatan yang aku dambakan selama ini telah aku dapatkan malam ini. Ketenangan setelah beberapa masalah datang, kini ada waktu senggang untukku berdamai dengan keadaan.


Keesokan harinya, Riuyu telah membuat keributan. Dia berlari dengan tergesa - gesa menuju ke kamarku.


"Kakak ....... dimana kau kak, aku punya berita penting kak. Pelayan, dimana kak Nefertari, cepat panggil dia" ujar Riuyu pada salah satu pelayanku.


"Permaisuri tidak ada di kamar sejak semalam nona, dia berada di pavillium yang mulia Zhu Chun" jawab pelayan itu.

__ADS_1


Tanpa berpikir dua kali dia berlari menuju pavillum kaisar, ada rasa cemas diwajahnya. Dan akhirnya dia bertemu dengan Ling Yuin, mereka berdua memiliki informasi yang sama. walau aku tahu Ling baru berumur 13 tahun, namun dia seorang yang pandai.


"penjaga, panggilkan Permaisuri segera, ada urusan penting yang mendadak" utus Ling pada penjaga, mereka tidak berani menolak putri kesayangan Zhu Chun.


"baik nona kecil, hamba akan memberitahukan ini pada kaisar dan permaisuri" jawab penjaga itu seraya pergi.


Tak berselang lama, aku dan Zhu Chun keluar. Riuyu menarik tanganku, dia mengatakan bahwa ada selir baru yang dikirim oleh kerajaan selir Xiuyu sebagai ganti. Ayahanda tidak berani menolak dengan alasan tidak ingin terjadi perang, namun bukan Zhu Chun jika tidak bertindak. Dia mengutus pengawal untuk memulangkan selir baru tersebut, namun selir itu melawan saat akan dipulangkan. Hingga aku memutuskan untuk membiarkannya terlebih dahulu di sini.


Malam ini seperti malam kemarin, Zhu Chun bersamaku menikmati malam yang dingin. Walau selir tersebut sempat menggodanya, namun dia tetap pada pendiriannya.


"besok kita akan memulangkannya sendiri, walau akan terjadi hal buruk aku akan tetap bersamamu. Sekarang tidurlah, biarkan ketenangan ini mendamaikan jiwa yang rindu akan belaianmu" ujarku padanya.

__ADS_1


Diapun mendekapku dalam pelukannya, kehangatan yang ia berikan sampai di dalam hatiku. Alu biarkan dia tenang mendekapku dan akan kunikmati waktu yang indah ini, karena aku tahu setelah keindahan datang pasti akan ada hari yang membuat cemas.


Ke esokan harinya, kami memutuskan untuk membawa kembali selir pengganti Xiuyu ke kerajaannya. Walau akan mengakibatkan perang antar kerajaan, aku akan siap bertarung bersama Zhu Chun di barisan paling depan.


"jika kalian memulangkan aku, perang besar akan terjadi" ujar wanita itu sambil tertawa dengan keras.


"walau terjadi perang besarpun aku tidak peduli, selama aku hidup tidak akan aku biarkan orang yang aku sayang berjuang sendiri dalam menghadapi masalah" ujarku sambil bersandar dibahu Zhu Chun, mencoba memancing amarah wanita itu.


"kau memang cantik permaisuri namun kau terlalu naif, suamimu telah menikahi banyak selir terutama teman masa kecilmu Riuyu" ujarnya.


"ya memang dia telah menikahi banyak wanita, tapi aku percaya padanya bahw Aku adalah satu- satunya wanita yang ia sentuh" jawabku.

__ADS_1


"kau bodoh Nefertari, tuanku akan membunuhmu dan mengambil darahmu. suku ku akan bangkit dan menjadi kuat setelah mendapat darah phoniexmu itu dan juga para summonmu yang kuat dan tangguh itu" ujarnya yang tanpa kendali.


"bunuh dia, kita telah mendapat informasi " ujarku pada pengawal.


__ADS_2