Bulan Biru

Bulan Biru
Kelahiran


__ADS_3

Istana semakin dingin setiap tahunnya, es dalam ruangan semakin menebal. Sudah 10 tahun berlalu, namun luka atas kepergian Nefertari masih membekas didada. Kerajaan dipimpin oleh Zhu Chun, dia memiliki banyak selir atas keinginan ayah Nefertari. Hari ini kepergian Nefertari tepat pada bulan purnama, warna biru yang membuat mata terpesona.


Acara pesta diadakan diluar, karena aula yang biasa digunakam telah tertutup es. Namun tiada yang tahu, di dalam ruangan itu ada kuncup bunga mawar es yang akan mekar. Pengawal penjaga pintu ruangan pun tidak mengetahuinya, karena tidak ada tang sanggup bertahan didalam ruangan kecuali orang berilmu tinggi dengan kekuatan serupa yaitu es.


Raja Zhu Chun sangat berwibawa, memiliki banyak selir yang cantik. Namun tidak ada diantara selir- selir cantik itu yang sudah memiliki anak dari raja. Banyak rakyat yang membicarakan hal itu, mulai dari disebabkan kutukan Nefertari.


"sudah ke 8 kalinya kita menghadiri pesta ini, namun sampai sekarang kita tidak memiliki anak dari yang mulia raja" ucap selir Qiu pada selir Mieng.

__ADS_1


"kakak ...... Mungkinkah ini kutukan tuan putri, putri Nefertari marah karena kita menikahi orang yang ia cintai" sahut selir Riu young.


Tidak hanya para selir yang gelisah, raja dan kedua orang tuaku pun ikut gelisah. Itulah yang dinamakan hukuman alam, dulu Zhu Chun berjanji akan menungguku sampai kapanpun, namun itu semua adalah bohong. Ibu memang benar, kita tidak boleh mudah percaya pada orang lain. Dan sekarang tiba saatnya kebangkitanku, telah tiba saatnya kehidupan keduaku.


Saat pesta berlangsung, langit yang tadinya terang berubah menjadi gelap. Bulan purnama yang indah hilang, dan angin bertiup dengan kencang. Cahaya yang sangat terang tiba- tiba muncul dari aula kerajaan, semua orang berbondong- bondong mendatanginya untuk melihat apa yang telah terjadi.


Zhu Chun tampak bingung, dia heran kenapa aku tidak menyapanya. Sedangkan para selir menjadi takut melihat diriku hadir malam ini.

__ADS_1


"kau pasti heran yang mulia raja Zhu Chun, sekarang aku telah ada disini namun tidak melihatmu sama sekali. Kau telah mengecewakanku, dulu kau bilang akan menungguku namun kini kau telah memiliki banyak istri" ucapku dengan marah.


"kau telah salah sangka putriku, ayahlah yang telah merencanakan pernikahan Zhu Chun dengan para selir" bela ayah.


"jika ayah ingin kehilanganku sekali lagi, teruskanlah" ancamku.


"aku selalu menunggumu putri, hatiku selamanya untukmu. Kalau memang aku salah tolong jangan hukum aku lagi, alam telah menghukumku dengan tidak diberikan keturunan" mohonnya.

__ADS_1


Semua orang mencoba menjelaskan, namun sikap dingin dan amarah yang semakin menjadi membuatku hilang kendali. Tiga dari enam selir kubunuh dengan sadis, mereka mati dan membeku dalam dinginnya sikapku.


__ADS_2