
Amarah yang tak kunjung padam, membuat seisi kamar berantakan. Lie hanya duduk diam di sofa panjang dalam kamarku. Tak berselang lama pintu kamarku terbuka, ibu masuk dengan anggunnya. Ibu tampak tenang- tenang saja, walau dia melihat kekacauan yang ku sebabkan. Ibu mengetahui sikap prmarah Nefertari, dia juga tahu apa yang diinginkan anak ini.
"apakah perkataan ayahmu menyinggungmu ?" tanya ibu.
"tentu itu sangat menyinggung, kalian tahu bahwa aku tidak ingin diatur dalam memilih pasangan" jawabku.
"Nefertari, kau harus menikah dengan orang yang memiliki kekuasaan dan kekuatan yang tinggi, di masa depan dia akan melindungimu" tutur ayah yang tiba- tiba datang.
Amarahku memuncak dengan seketika, sebenarnya mereka tahu aku tidak ingin melakukan perjodohan ini. Aku terpaksa memanggil phoniex dan terbang menerobos jendela kamarku. Lie tak tinggal diam, dia mengejarku dengan segera. Namun sebelum aku keluar dari lingkungan istana, Zhu Chun menghadangku dan memintaku untuk turun. Setelah turun, aku tidak bisa menahan perasaanku lagi. Aku berlari menuju kearahnya dan langsung memeluknya, aku tenggelam dalam pelukannya yang hangat. Lie dan Liang Pi terkejut melihatku menangis, mereka tahu aku adalah orang yang ceria dan tidak pernah menangis. Hari ini mereka menjadi saksi, seorang putri menentang keputusan ayahnya demi seorang pria yang ia cintai.
__ADS_1
Namun baru kusadari, Lie yang telah menjadi teman baikku sejak kedatangan ke zaman ini dan Liang Pi yang ku selamatkan dengan bunga telah jatuh cinta padaku.
Zhu Chun menyuruhku untuk kembali ke kerajaan, aku setuju dengan syarat dia harus ikut. Sampai dikerajaan, ibu tersenyum karena aku telah kembali. Namun ayah terlihat tidak senang, dia masih marah padaku.
"putriku tercinta, tidak seharusnya kau memilih pangeran yang di usir dari istananya" ujar ayah.
"apakah ayah menyayangiku ? Jika ayah satang pada Nefertari, biarkan alu bahagia dengan pilihanku" tuturku.
Ibu yang mendengar itu pun terkejut, dia mencoba membelaku agar aku tetap dapat tinggal di istana. Sedangkan aku dengan tegas tetap memilih Zhu Chun, walau aku harus keluar dari kerajaan.
__ADS_1
Diluar dugaan, seorang ayah menyerang putrinya sendiri. Walau ada pepatah mrngatakan"Seekor singapun tidak akan memangsa anaknya", tapi orang ini dengan tega menyerang anaknya sendiri. Dan saat aku melakukan serangan pada ayah, aku mencium bau yang tidak asing bagiku. Itu adalah bau dari ramuan pengendali pikiran. Ayah telah dikendalikan orang lain, tersangka utama yang ku curigai adalah pangeran pilihan ayah.
Aku terluka karena serangan ayah, dia menusukku tepat di dadaku. Namun sebelum dia jauh, aku telah berhasil menetralisir racun yang ada pada tubuh ayah. Aku terjatuh dan berlumur darah, dan Ibu menangis sejadi- jadinya. Zhu Chun mendekatiku, dia mencoba tetap tegar karena dia tahu waktuku tidak banyak lagi.
"kalaupun aku mati, aku berjanji padamu kita akan bertemu lagi" ujapku tersenggal- senggal.
"aku tidak akan membiarkanmu pergi, cobalah bertahan Nefertari" ujarnya dengan air mata yang mulai berjatuhan.
"kuharap kau menungguku untuk kembali ke sisimu" itulah kalimat terakhirku sebelum alu pergi.
__ADS_1
Ayah yang baru sadar pum ikut menangis, dia menyesal akan perbuatannya. Ruangan yang begitu besar menjadi saksi kepergian putri yang cantik jelita ini, ruangan itu membeku dengan bunga mawar es tang tiba- tiba ikut tumbuh.