
Brrraakk ....... suara meja yang dipukul dengan keras, benda mati itu menjadi pelampiasan emosi dari yang mulia Zhu Chun.
"panggilkan Yinner ke sini, aku ingin menghukumnya. Dia memang adikku, tapi dia tidak boleh semena- mena terhadap orang lain. Apalagi dia adalah Nefertari, kakak iparnya sendiri" ujarnya kepada Lie.
"Biarkan aku yang menghukumnya Zhu Chun dan jika kau sudah berkata seperti itu maka aku tidak akan segan- segan lagi untuk menghukumnya, dia akan dihukum dengan hukuman yang berat karena telah berani mencelakai tuan putri Nefertari" ujar Lie yang masih tidak terima ada orang yang mencelakai diriku.
"baiklah aku serahkan ini semua padamu Lie, agar dia juga belajar menghargai dan menghormati orang lain. Sejak kecil ia selalu dimanja oleh kedua orang tuaku dan di lindungi olehku dan saudaraku" cerita Zhu Chun pada Lie.
"baik yang mulia, dan maaf bila hukuman yang aku berikan sedikit lebih berat, karena aku masih tidak terima orang yang sedari kecil aku anggap sebagai saudari dalam masalah apalagi hingga menderita seperti itu" ujar Lie sembari memberi salam dan pergi untuk menjalankan tugas.
Akhirnya Lie menghukum Yinner dengan seribu pukulan, teriakan pun terdengar hingga membuat oeang yang tidak tahu merasa iba.
"aaah ........ hentikan ini ....... ini sangat sakit ....... kakak tolong aku kak ..... dia menyiksaku sangat dengan sangat kejam ..... aaahh ...... aaahh ...." teriak Yinner yang sedang menerima hukuman dari Lie.
"kejam ? ...... haaa .... haaa .....haaaa.... bukan kah kau lebih kejam ..... kau berani menjebak permaisuri yang sedang lemah karena hamil" ujar Lie dengan nada marahnya.
__ADS_1
Dan ditempat lain ......
"ibu aku datang menjengukmu, aku ke sini bersama Morokey bu ....... dia sudah tumbuh besar sekarang bu" ujar Ling Yu padaku.
"ayah juga di sini, apakah kalian tidak ingin menjenguk ayah juga" ujar Zhu Chun menggoda mereka berdua.
"Tidak ayah, kau sedang baik- baik saja sedangkan ibu habis kau makan ..... haaa.... haaa ... haa "ujar Ling.
"ibumu lah yang memakan ayah, kenapa ayah yang disalahkan" ujar Zhu Chun sambil mengejar mereka berdua yang berlari di dalam ruangan.
Ling dan Morokey pun berlari ke arahku dan memelukku, sedangkan Zhu Chun langsung saja tidur dipangkuanku.
"Morokey kau sekarang sudah tumbuh sebesar ini, maafkan ibu yang tidak bisa menemani pertumbuhanmu dan saat kalian latihan" ujarku sambil terus memeluk mereka berdua.
"aku yang akan menggantikanmu menjaga mereka saat kau istirahat istriku." ujar Zhu Chun yang membelai kepalaku dengan lembut.
__ADS_1
"aaahhh .... ayah dan ibu membuatku iri saja" ujar Ling Yu sambil tidur dan memeluk tubuh Zhu Chun.
................................................................................
"pelan- pelan goblok...... itu sangat sakit ....... dasar pelayan tidak berguna. Lie menghukumku dengan sangat kejam karena aku mencoba menjebak sahabat kecilnya, sedangkan kakak membiarkan Lie menghukum diriku seperti itu karena dia lebih memilih istrinya itu" ujar Yinner dengan nada marah yang khas dari dirinya.
"aku akan melakukan itu secara pelan- pelan nona Yinner, maafkan aku yang tidak bisa membantu meringankan hukumanmu karena yang mulia Zhu Chun mengurungku di dalam kamar" ujar pelayan itu sambil bersujud di kaki Yinner dengan air mata yang terus mengalir.
"kirimkan pesan pada kakak untuk membantuku di sini, aku ingin membalas perlakuan yang dilakukan Nefertari padaku.Kebencianku semakin dalam padanya, dia telah merebut Zhu Chun dari diriku" ujar Yinner.
"baik nona, besok hamba akan mengirim pesan pada tuan muda di istana" ujar pelayan itu dan berlalu meninggalkan Yinner sendirian di kamar.
.................................................................................
"Zhu Chun yang dulu aku fitnah, kini dia telah menjadi seorang kaisar yang memiliki seorang permaisuri tangguh dan cantik jelita. oleh karena itu ia menolak adikku tersayang, namun aku akan membalas karena dia dan istrinya membuat Yinner menangis dan menderita" ujar Zhu Qong ( kakak pertama Zhu Chun ).
__ADS_1
"lalu apa yang akan kau lakukan, kau terlalu memanjakan Yinner Zhu Qong" ujar permaisuri Lulio.