
"Zhu Chun..... tubuhku lemas sekali" ujarku dengan wajah yang sudah memucat.
"Tabib ...... cepat lihat apa yang terjadi pada Putri Nefertari." teriak yang mulia Zhu Chun pada tabib istana.
"Ayah .... apa yang terjadi pada ibu" tanya Ling dengan mata yang sembab.
"Ibu tidak apa- apa sayangku, pergilah ke ruangan nenek dan beritahukan mereka untuk menemui ibumu" perintah Zhu Chun pada Ling.
Ling berlari keluar ruangan dengan segera menuju ke ruangan ayah dan ibu. Dia berlari sambil menangis tersedu- sedu, dan matanya memerah dengan cepat.
"Ibu suri..... tolong ibuku" ujar Ling dalam keadaan masih menangis.
"Ada apa dengan Nefertari, apakah keadaanya memburuk" ujar ibu.
Ayah dan ibu segera berlari menuju ke ruanganku, dan tanpa di duga ayah kandungku dari kerajaan langit juga datang menemuiku.
"Aku merasakan ada yang salah saat Nefertari kembali ke bumi, oleh karena itu aku menyusulnya" ujar tuan Rong.
"Tubuh Permaisuri Nefertari tidak menunjukkan adanya racun atau sebagainya, hamba mohon ampun karena tidak dapat membantu permaisuri" ujar tabib istana.
__ADS_1
Setelah tabib istana menyelesaikan kata- katanya, muncul cahaya putih dan tumbuh mawar es disekitar tubuhku. Dinginnya rasa mawar es yang tumbuh disekitarku membuatku lebih nyaman dan tidak lagi membuatku merasakan rasa sakit yang menusuk di sekujur tubuhku.
"Ayah.... apa yang terjadi pada ibu, mengapa ada cahaya putih di sekitar ibu" tanya Ling dengan mata berkaca- kaca.
"Ayah juga tidak tahu apa yang terjadi pada permaisuri, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini pada dirinya" ujar Zhu Chun cemas.
Di dalam rasa nyaman yang ku dapat, ada seseorang yang berbicara padaku. Aku bisa mendengarnya, namun tidak dapat ku tahu siapa yang berbicara padaku.
"waktunya kembali tuan putri, ayahmu mencarimu...... dia menyesal tak mendengarkan kata- katamu" ujar sosok tak terlihat itu.
"Ayah.....ibu...Zhu Chun..... jika aku pergi, maka ikhlaskan kepergianku dengan lapang dada. Jaga anak- anak kita, berikan dia kasih sayang yang utuh walau tanpa diriku dan aku berharap kau menepati janjimu untuk tidak mencintai wanita lain selain aku....." ujarku sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhku.
"ibu.... jangan tinggalkan kami, adik masih terlalu kecil bu" ujar ling dengan mata yang telah dipenuhi cairan bening air mata.
"aku merasa ajalku semakin dekat, aku titip mereka semua ..... aku mencintai kalian...aku cinta padamu Zhu Chun..... jika ada kehidupan lain, aku ingin bersama dirimu lagi" ujarku.
setelah Nefertari menyelesaikan kata- kata terakhirnya, tubuhnya dipenuhi dengan mawar es dan seisi ruangan itu menjadi kebun dari mawar tersebut.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Dan tiba- tiba aku terbangun di apartemen yang ku sewa, saat melihat jam aku sangat terkejut karena baru menunjukkan pukul 09.00 siang.
Aku menjalani kehidupan yang panjang dalam mimpiku dan itu terasa sangat nyata, bamun mengapa waktu hanya berjalan 10 jam di sini.
Dan hpku pun berbunyi, 5 panggilan tak terjawab dari ayah.
"Dyandra, dimana kamu....cepat pulang sekarang juga" ujar ayah di dalam telpon.
"jika ayah menyuruhku pulang hanya untuk memarahiku atau untuk minta maaf pada istri barumu itu, aku tidak sudi pulang lagi..... " ujarku sambil menutup panggilan.
__ADS_1