Bulan Biru

Bulan Biru
Kabar baik


__ADS_3

"badanku terasa tidak enak, aku ingin kau bersama Riuyu saat menghadiri perjamuan besok pagi" ujarku pada Zhu Chun saat akan tidur.


"sejak kapan kau merasakannya, biar aku memanggil tabib untuk memeriksamu" ujar Zhu Chun.


Zhu Chun memanggil tabib istana untuk memeriksa keadaanku, dan guratan senyum terlukis diwajahnya. Tidak nampak kekhawatiran atau pun kecemasan sedikitpun di wajahnya.


"yang mulia dan permaisuri tidak perlu khawatir, permaisuri hanya sedang mengandung" ujar tabib itu.


"apa kau berkata sejujurnya tabib ? aku akan memiliki anak lagi ...... " tanya Zhu Chun.


"benar yang mulia, hamba tidak berani membohongi yang mulia dan juga permaisuri karena itu termasuk kejahatan dalam istana" ujar tabib itu.


"kalau begitu besok saat jamuan aku akan mengumumkan kabar ini pada semua orang, dan aku akan pergi bersamamu dengan tandu" ujar Zhu Chun.


Diperjamuan .....


" hari ini, diperjamuan ini aku akan memberikan sebuah kabar baik pada semua orang" teriak Zhu Chun.

__ADS_1


semua orang berdesas desus mencoba menebak, kabar apa yang akan disampaikan oleh yang mulia Zhu Chun. Sampai akhirnya Ling yang sudah tidak sabar menunggu kabar yang akan disampaikan ayahnya, menarik jubah yang dipakai Zhu Chun dan memintanya untuk segera menyampaikan kabar yang dimaksud.


"anakku Ling kau memang tidak sabaran yabg sayang, sini duduk di pangkuan. ayah akan mengumumkan kabar yang membuatmu tidak sabaran ini" ujar Zhu pada Ling.


"beberapa hari ini kondisi permaisuri menurun, namun ini bukanlah kabar buruk karena dalam tubuh permaisuri ada penghuni kecil yang akan membuat anggota istana kita bertambah" ujar Zhu Chun lagi.


"apakah maksud ayah aku kan memiliki adik ?" ujar Ling dengan polosnya.


"benar Ling, kau akan memiliki adik" ujarku padanya.


" mari semua bersulang untuk kehamilan permaisuri .... bersulang" ujar Lie.


"Bersulang ......" teriak semua yang datang.


"ibu suri aku mohon undur diri karena badanku terasa tidak enakan...... mohon maaf jika tidak bisa ikut menghadiri jamuan malam ini sampai selesai" ujar Yinner yang mencoba kembali ke kamar duluan.


"Yinner, sebelum kembali ke kamar bisakah kau minum secangkir anggur ini untuk menghormatiku" ujarku pada Yinner.

__ADS_1


"tentu permaisuri" ucapnya


Aku telah memberinya obat tidur, aku ingin beristirahat sebentar mencoba tidak memikirkannya. Karena dengan kondisiku yang sekarang, itu akan membuat bayiku bermasalah dan membuatku bertambah lemah. aku tidak ingin terjadi suatu hal yang tidak aku inginkan terjadi pada anak dalam kandunganku ini.


Dan setelah jamuan selesai, aku mengajak Zhu Chun menemui Rong Yu. Aku akan meminta suatu bantuan padanya agar diriku bisa sedikit merasa tenang.


"paman, kedatanganku kesini adalah meminta bantuanmu. Aku sedang hamil dan tubuhku lemah, dan dengan kemampuanmu aku ingin kau membantuku terhindar dari Yinner" ujarku pada paman Rong di depan Zhu Chun.


"ada masalah apa kau ingin terhindar darinya tuan putri" tanya paman.


"aku merasa dia ingin mencelakaiku demi mendapatakan Zhu Chun" jawabku.


paman Rong pun setuju membantuku, dan saat sampai di kamar aku pun menjelaskan semua tentang Yinner pada Zhu Chun termasuk drama murahan Yinner beberapa hari lalu.


Dia pum bersedia membantu bila terjadi sesuatu, dan dia meminta agar aku juga tidak terlalu memikirkan hal itu karena akan mengganggu kesehatan bayi yang ada dalam kandungan.


Dia mengecup keningku sebelum tidur, dan memelukku agar alu selalu merasa hangat didekatnya. Perhatian dari Zhu Chun cukup membuatku tenang malam ini dan membuatku tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2