Bulan Biru

Bulan Biru
Proses Persalinan


__ADS_3

"Zhu Chun ...... Chun ...... Tolong aku ..... kemarilah Zhu Chun. Molly panggilkan Zhu Chun segera, jika dia tidak mau datang kemari bilang saja aku akan pergi dari istana" teriakku sambil menahan rasa sakit.


"tapi ....... tapi ...... tapi permaisuri akan segera melahirkan, akan lebih baik jika hamba memanggil tabib istana terlebih dahulu" ujar Molly.


"turuti perintahku atau aku yang pergi sendiri" teriakku lagi.


"ba ...baik permaisuri, hamba akan memberitahu yang mulia Zhu Chun untuk segera datang menemui permaisuri yang akan melahirkan dan setelah itu hamba akan memanggil tabib istana" ujarnya sambil berlari.


Di tempat lain...........


"yang mulia Zhu Chun ....... maafkan hamba yang mengganggu kesibukan anda, tapi permaisuri menginginkan anda segera datang menemuinya karena sang permaisuri akan segera melahirkan" ujar Molly.


"apa kau bilang ? ..... Nefertari akan segera melahirkan ....... yaaa..... apakah kalian mendengar itu ...... haa...... haaa ......aku akan mendapatkan anak lagi." teriak Zhu Chun di tengah pertemuan.


Dan tiba- tiba dari luar .......


"ayah .....ayah apakah adik kecil akan segera lahir" tanya Ling.


"Benar Ling, mari kita pergi menemui ibu" ujar Zhu Chun.


.................................................................................


"kirimkan pesan pada kakak pertama untuk menyerang istana ini, saat ini situasi istana lemah karena permaisuri sedang menjalani proses persalinannya" ujar Yinner.


"kalian semua tidak akan pernah bisa bahagia, karena kalian telah merebut kebahagiaanku" ujar Yinner lagi.

__ADS_1


Dan di tempat lain ......


"summon, kita harus berjaga- jaga disekitar ruangan tempat putriku bersalin. aku khawatir akan ada yang mencelakai dirinya" ujar Rong.


"baik tuan, hamba akan ikut berjaga- jaga bersama tuan demu keamanan tuan putri Lily" jawabnya.


Dan beberapa waktu kemudian terdengar suara brisik dari luar istana, ternyata pasukan dari istana Zhu Qong menyerang istanaku dengan tiba- tiba. Situasi sunnguh rumit, tanpa persiapan dan istana sedang menunggu anggota baru yang akan datang.


"naga keluarlah, dan habisilah semua pasukan lawan, pingping kau cari Yinner sampai dapat dan bunuh, dia telah menghianati kita ..... dan kau phoniex, buatlah pelindung di sekitar ruangan ini " teriakku.


"Nefertari ... di .....dia adikku ..... tolong ampuni dia Nefertari" ujar Zhu Chun memelas.


"kau biarkan aku membunuhnya atau kau bunuh aku sekarang" tanyaku.


"baiklah aku akan membiarkanmu, karena kelakuannya sudah melewati batas" ujar Zhu Chun.


"tabib, aku akan membantu proses melahirkan kakakku. Jika hal ini terlalu lama terjadi, aku takut kakak akan kehilangan banyak darah karena kondisi kakak sedang lemah" ujar Riuyu mengambil alih tugas tabib.


"Zhu ..... Zhu ...... Zhu Chun, aku tidak sanggup menahan sakit ini lagi ...aaaaahhhhh" teriak diriku.


Namun tiba- tiba aura ruangan tersebut berubah, dan seketika itu muncul seorang wanita cantik bergaun merah muda, berambut coklat panjang dan bermata coklat.


Aku juga sadar bahwa semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut juga melihatnya, itu bukanlah mimpi ataupun ilusi.


"tenanglah putriku, kedatangan ibunda kemari ingin membantu dirimu agar dapat melahirkan bayi tanpa rasa sakit" ujar wanita yang tiba- tiba datang itu.

__ADS_1


"apakah kau Rosse Yiu ..... bukankah kau sudah mati dalam pertwmpuranmu melawan kakakmu sendiri, mengapa kau bisa datang kesini" tanya Zhu Chun.


"aku memang sudah mati, aku bisa terlihat oleh semua orang disebabkan oleh energi yang telah aku simpan selama ini. Aku melakukan ini agar aku bisa sewaktu- waktubisa bertemu dan membantu satu- satunya keturunanku yang tersisa" jawabnya dan langsung membantu diriku melahirkan.


Tiada rasa sakit yang kualami seperti waktu tadi, dia benar- benar menghilangkan rasa sakitnya. Ya karena dialah seorang dewi, dewi yang mati dan kehilangan semua putranya karena rasa iri sang kakak.


"kak Nefertari ..... kau melahirkan anak kembar kak, akan kita beri nama siapa mereka kak" tanya Riuyu.


"aku akan memberinya nama seperti nama bunga .... sang kakak akan aku beri nama Angelonia Yiu sedangkan sang adik aku beri nama Aquilegia Yiu" ujar Zhu Chun.


"aku tidak bisa terlalu lama di sini ...... dan putriku, aku titip pesan pada ayahandamu bahwa aku menunggunya di pintu reingkarnasi" ujar ibu dan diapun menghilang.


"ibu ..... ibu tunggu aku bu, aku masih merindukan dirimu bu ..... ibuuu" teriakku.


Dan disaat bersamaan ibu suri datang ke ruangan tempatku melahirkan, sedangkan PingPing kembali dari menjalankan tugas dengan membawa tubuh Yinner yang sudah tidak berdaya namun belum mati.


PingPing memang dingin, namun dia juga kejam. Dia tidak akan membiarkan musuhnya mati dengan mudah, melainkan dengan cara menyiksanya terlebih dahulu hingga malaikat maut menjemput.


"kau masih seperti dulu, kau membiarkan sang musuh hidup dengan rasa sakit dan penderitaan yang berat" ujarku sambil tersenyum dan memeluk PingPing.


"aku tidak akan membiarkan orang yang telah menyakitimu mati dengan mudah, bahkan jika itu suamimu Zhu Chun" ujarnya dengan nada serius.


"Sudahlah ....... PingPing kau istirahatlah, biarkan putriku Nefertari beristirahat juga" ujar ibu suri.


"aku ingin menemui Rong Yu terlebih dahulu bu, tolong izinkan aku pergi" ujarku.

__ADS_1


"akan aku izinkan, tapi kau akan pergi dengan tandu dan membawa ketiga permataku" ujar Zhu Chun.


Aku pergi menemui ayah kandungku dan memberitahunya bahwa aku melahirkan dengan mudah karena bantuan ibu. Dan niatku menemuinya adalah menyampaikan pesan ibu yang terakhir kalinya untuk ayah.


__ADS_2