
"aku ingin meminta bantuan kalian semua yang ada di sini, aku ingin membalas dendam akan kematian ibuku sang dewi langit" ujarku pada pertemuan rahasia kali ini.
"apa yang kau rencanakan dalam usaha balas dendam ini istriku" tanya Zhu Chun.
"aku masih belum memiliki rencana apapun, tapi aku akan terlebih dahulu meningkatakan kekuatan dan energi yang kita punya. Ibu dan kesepuluh saudaraku saja kalah dalam pertempuran itu, lalu bagaimana nasib kita jika tidak mempunyai bekal dan persiapan yang matang" jelasku pada semuanya.
"aku akan selalu membantu dirimu Nefertari, inilah janjiku sejak awal" ujar Lie
"aku juga akan selalu ikut dan membantu dirimu kak, kau lah yang selalu membangkitkan diriku jikalau aku terjatuh dan kau selalu menganggapku sebagai adikmu sendiri" ujar Riuyu.
"karena aku tidak ingin kehilanganmu lagi, maka aku akan pergi bersama dirimu kemanapun itu" ujar Zhu Chun.
Keadaanku sudah membaik setelah seminggu melahirkan, itu juga berkat sang dewi langit.
Aku tidak akan membuka segel dari ibuku agar saat sebelum penyerangan, tidak akan ada yang tahu bahwa keturunan terakhir dewi langit masih hidup.
ayah dan ibunda ratu pun sudah tahu akan hal ini, dan mereka pun juga setuju akan niat yang aku punya yaitu untuk balas dendam.
................................................................................
Di tempat lain, di istana Zhu Qong ........
"Kenapa ...... kenapa ini bisa terjadi ...... seribu pasukanku mati dan adik kesayanganku disiksa .... kenapa" teriak Zhu Qong.
"mungkin itu karma dari tuha karena kau mengganggu ketenangan orang yang tidak bersalah" ujar sang permaisuri.
"diam kamu biadab ....... kau bukannya meredamkan amarahku tapi malah menyulut api emosi....... dasar istri tidak berguna" ujar Zhu Qong sambil menampar pipi istrinya.
"aku sudah lelah hidup bersamamu, kau selalu saja menyiksaku karena kegagalan dan kesalahanmusendiri" teriak sang permaisuri.
"oh ....oh ... oh. ..... jadi kau menyalahkanku karena selalu memperlakukanmu dengan buruk, kau tidak terima kusebut istri tak berguna ....hah .... jawab" ujar Zhu Qong sambil menjambak rambut panjang permaisuri.
"pengawal ...... masukkan wanita ini ke dalam penjara bawah tanah sekarang juga, agar dia bisa merenungi kesalahannya" ujar Zhu Qong lagi.
"ta ..... tapi yang mulia ..." ucap pengawal dengan terbata- bata.
"kau tidak bisa seenaknya lagi terhadapku, akulah yang membantumu mendapat tahta ini. jika aku menyuruh sisa pasukan untuk menurunkanmu dari tahtamu, kau akan menjadi rakyat biasa yang tidak berguna. Karena rakyatmu sudah tidak menyukaimu sejak awal pengangkatanmu, sedangkan saat ini rakyat diam juga karena diriku" jelas permaisuri dengan tegas.
"beraninya kau mengancamku, sudah bosan hidup kau ya......" ujar Zhu Qong dan dia berniat menampar permaisuri lagi, namun gagal karena permaisuri mengangkap tangan ZhuQong yang gagah dan kekar itu.
"aku tidak akan tinggal diam lagi saat kau menyiksaku Zhu Qong, aku juga wanita yang kuat selama kau tidak menyiksaku" ujar permaisuri.
" mulai sekarang kau bukan lagi suamiku, dan kau juga bukan lagi kaisar di istanamu ini. aku akan mengambil alih semua kekuasaan ini, dan aku tidak akan pernah menerima siksaan dari dirimu lagi" ujar permaisuri lagi.
.................................................................................
Cinta seorang ibu akan selalu ada dan mengalir walau dirinya sudah tiada di dunia ini, sebagai bukti yang nyata adalah sang dewi langit atau ibuku hadir dan menyelamatkan diriku saat persalinan
__ADS_1
"pasukan sudah siap berangkat kak, apakah ada yang harus aku lakukan lagi kak ?" tanya Panglima Lie.
"tidak ada Lie, sekarang kau istirahatlah terlebih dahulu. Besok pagi saat akan berangkat kau akan dibangunkan, dan jangan bangun sebelum dibangunkan" tegasku.
"kenapa kak, apakah semua menerima perintah yang sama" tanya Lie.
"ya Lie, aku tidak ingin kalian dalam masalah sebelum waktu keberangkatan kita tiba" Jelasku pada Lie.
"aku akan menuruti perintahmu, karena dengan kau melakukan ini semua pasti memiliki alesan tertentu yang lebih penting" ujar Lie sambil meminta izin untuk kembali ke ruangannya.
Dan sesaat setelah Lie keluar, tiba- tiba Zhu Chun datang dengan keadaan sedikit mabuk.
"biarkan aku bersamamu istriku aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi" ujarnya.
"Zhu Chun......jangan begini, kita besok sudah mau berangkat. sudah tahu kau tidak kuat minum kenapa kau ikut minum dasar bodoh, tidurlah aku tidak ingin besok kau kelelahan dan terlambat berangkat sesuai jadwal" ujarku.
"aku ingin tidur bersamamu Nefertari, biarkan aku berada disampingmu malam ini" ujarnya sambil memeluk tubuhku dengan hangatnya.
Malam akan berlalu dengan cepat, aku tidak ingin Zhu Chun kelelahan saat bertarung. aku menyelimuti tubuhnya dan memeluk erat dirinya, karena dengan dekat dengan dirinya hatiku bisa terasa tenang.
Pagi hari pun datang, ayam berkokok membangunkan penghuni seisi istana. Namun karena perintah dariku, semua yang akan ikut berangkat berperang tidak bangun saat mendengar suara kokok ayam.
"aku tahu kau adalah utusan bibiku untuk membunuh semua yang melakukan aktifitas hari ini, oleh karena itu aku akan menghabisi dirimu terlebih dahulu sebelum membangunkan mereka dari mimpi indah yang mereka alami" ujarku.
"ternyata firasatmu memang kuat tuan putri, bahkan anak pertamamu juga mewarisi keahlian tersebut" ujar Tongking ( siluman ular ).
"aku sudah lama tahu bahwa kau memata- matai kami, namun aku tidak membunuhmu melainkan mengurungmu di istana ini dengan pelindung transparan yang kubuat" ujarku sambil melayang mendekati siluman itu.
Pertarungan antara diriku dengan siluman itu terjadi dengan cepat, aku tidak ingin memperlambat pertarungan ini. oleh karena itulah aku segera menghabisi dirinya setelah ada kesempatan menyerang titik lemahnya.
"hatimu memang sebersih salju tuan putri, kau mirip dengan mendiang ibumu. aku menyesal tidak dapat menyelamatkan mereka karena saat itu aku telah dikurung oleh bibimu" ujar Tongking.
"itu semua sudah terjadi, dan takdir tidak bisa diubah walau dia seorang dewi. namun hatiku masih tidak bisa menerima kematian mereka, oleh karena itu hari ini semua orangku akan pergi ke istana langit untuk membalaskan dendam" jelasku.
"tidak ada yang bisa masuk istana kecuali dia bersama orang dari dalam istana tersebut, dan itu berarti kau harus membuka segel penutup aura dewimu putri Lily" tanya Tongking.
"aku akan melakukan apa pun itu demi bisa membalaskan dendam ibu dan para saudaraku" jelasku sambil berlalu pergi.
Sejak awal Tongking memang sudah berada dipihak yang baik, namun karena serangga pengendali jiwa dia tidak tahu apa yang telah ia lakukan.
Namun sekarang dia telah kembali pada sisi yang baik, dan dia dengan senang hati akan membantuku dalam misi balas dendam ini.
Dan setelah itu aku membangunkan semua orang ....
"Zhu Chun bangun lah, apakah kau akan membiarkan istrimu ini membangunkan satu per satu orang istana sendirian" ujarku sambil mencium keningnya.
"mana mungkin aku setega itu istriku, ayo cepat bangunkan mereka dan kita segera berangkat" ujar Zhu Chun seraya menarikku turun.
"aku akan menitipkan si kembar pada ayahanda dan ibunda, karena aku tidak mungkin membawa serta mereka ke medan perang bukan" ujarku sambil terus bergelayutan ditangan Zhu Chun.
.................................................................................
__ADS_1
"aku tidak yakin akan situasi ini, jadi aku mohon kepada kalian untuk membuat pelindung transparan saat aku dan ayah membuka segel dewiku" ujarku.
"aku dan Ling membuatkanmu ramuan agar jiwa dewimu tersamarkan kak" ujar Riuyu.
"lakukanlah yang kalian bisa dengan baik, aku akan membuka segel ini dengan cepat agar segera bisa pergi ke istana langit. Ayah, bisakah kita melakukan itu sekarang" ujarku.
"tentu saja putriku, namun proses ini mungkin akan sedikit menyakitkan" jelas Rong Yu.
"aku akan menahan sakit ini, aku pun sudah terbiasa akan rasa sakit bukan" ujarku.
Hingga beberapa saat kemudian ........
"aaaahhhh ........ huh ... apakah penyegel dalam tubuhku sudah terbuka" tanyaku pada Rong Yu.
"sudah putriku, dan karena rasa sakit itu mungkin kondisimu melemah" jawab Rong Yu.
"semua akan pergi dengan summon masing- masing, dan yang tidak memiliki summon yang bisa terbang akan aku beri tumpangan dengan menaiki summonku yang lain" ujarku.
Semua berangkat, dan saat sampai di gerbang istana langit aku dicegat beberapa pengawal berbadan setengah burung.
"aku putri Lily, anak dari dewi langit Rosse Yiu, aku ingin bertemu dengan bibiku sekarang juga" ujarku
"semua keturunan yang mulia ratu Rosse Yiu telah mati, jadi jangan mengada- ada bahwa kau adalah anak dewi langit" bantahnya.
Aku yang sudah tidak tahan lagi akhirnya membiarkan aura dewiku muncul, dia sangat gugup berhadapan denganku dan ayah.
Dan karena sangat gemetar melihat kembalinya kami, diapun berlari untuk segera melapor pada bibi.
Namun belum sempat ia menemui bibiku, Lie terlebih dahulu melepaskan anak panahnya tepat didadanya.
"kerja bagus Lie, dan aku sarankan sekembalinya dari sini kau segera menikah" godaku sambil menggandeng tangannya bersamaan dengan menggandeng Zhu Chun.
"tuan putri, terima kasih telah membawa hamba kembali ke istana langit dengan selamat. Karena di sinilah hamba bisa merubah wujud menjadi manusia seutuhnya" ujar Tongking sambil bersujud di depan kakiku.
"tak perlu kau lakukan itu Tongking, selama kau bisa setia membantuku aku sudah sangat berterima kasih padamu" ujarku seraya pergi.
Tempat kelahiran memanglah tempat yang paling indah bagi sang anak, namun berbeda dengan diriku. Tempat aku dilahirkan adalah saksi dimana ibu dan kesepuluh saudaraku dihabisi tanpa belas kasiahan
" haaa......haaa ..... keponakanku ....... kau akhirnya datang sendiri menemuiku, apakah kau sudah rindu padaku karena lama tak bertemu" ujarnya.
"benar bibi, aku rindu padamu dan tidak sabar ingin mengadu kecantikan dan kekuatan yang aku miliki. Bukan kah karena kecantikan ini kau menghabisi saudara dan juga ibuku" ujarku sambil mendekat dengan cepat.
"dasar lancang kau Lily, ibumu saja bisa kuhabisi dengan mudah apalagi kau yang masih muda" ujarnya sambil tertawa.
Namun dia tidak tahu, aku telah belajar beberapa ilmu penyegelan dan penghancuran jiwa. Jadi tanpa bertarungpun aku yakin akan menang dan mengambil alih semua yang seharusnya milikku.
"apa yang kau lakukan Lily, apa kau akan menghancurkan bibimu ini ........ hentikan Lily ...... kumohon Rong Yu, beritahu anakmu untuk berhenti" teriak bibi.
__ADS_1
"aku tidak akan menghentikan kemauanya, karena hanya inilah yang mampu aku berikan padanya" ujar Rong Yu.
Tak seberapa lama akhirnya dia musnah tanpa sisa di istananya sendiri, semua rakyat yang melihat merasa takjub dan heran.