BULAN SABITA

BULAN SABITA
15


__ADS_3

"karna gini, dipekerjaannya yang sekarang jika kamu lepas akan banyak yang mengantri dengannya, Bulan cantik dan mandiri jadi gak susah dapat lelaki" tambah ayahnya


beberapa hari kemudian, sunliem mencoba menyapa athan dan mulai merasuki pikiran athan


tentang Bulan yang sudah tidak cinta, tentang Bulan yang memang sudah tak ada rasa


"itu menurutku ya pak, tapi gak tau lagi, hati manusia gak ada yang tau" kata sunliem


"iya memang, kamu benar"


tapi sayangnya, athan mulai terpengaruh beberapa masukan dari sunliem


di tempat berbeda, dimana Bulan sedang asik memutar musik karna pekerjaan nya selesai, ia menyalahkan mv bangtan di komputer kerja nya


kini ia menjadi menikmati musik bangtan, bukan hatters yang mencari ditiap mv bangtan lagi


saat mendengarkan salah satu single yang menginspirasinya, airplane pt.2 dimana lagu itu menceritakan tentang kehidupan bangtan yang singgah sana kebeberapa negara demi mengharumkan nama negara dengan penuh perjuangan


"kini aku merasakan yang dirasakan kak adora, tentang bangga nya mengenal dan dekat dengan mereka, bangga menjadi satu dari seribu miliknya" ucap Bulan dalam hati


tiba tiba namjoon menyentuh Bulan mengatakan jika kwan dan ceo agenci memanggilnya


setelah sampai diruang rapat, didalam sudah ada ceo agenci, kwan, dan semua member bangtan


"ada apa ya pak?" tanya Bulan bingung


ceo agenci menjelaskan tentang prestasi Bulan selama disekolahnya dulu, dan perubahan besar pada Bulan dari awal, karna kepintaran Bulan didalam urusan electronik dan akun dunia maya, Bulan menjadi pengurus utama bangtan dan mengerjakan semua laporan yang berkaitan dengan bangtan, bahkan ia diutus menjadi orang yang bisa menerima atau menolak beberapa job yang didapat bangtan untuk ia seleksi


Bulan juga yang mengambil kendali untuk editing video video bangtan, dan beberapa urusan pekerjaan yang bersifat wajib bagi bangtan


"terimakasih pak atas kepercayaannya" ucap Bulan senang


bangtan pun turut senang dengan apa yang didapat Bulan saat ini


"tapi aku mau bicara juga disini, pada bangtan, makasih sudah menerima ku, kalian tau siapa aku yang dulu, tapi kalian merangkulku untuk merubahku menjadi lebih baik lagi, aku tau aku salah dan sekarang aku benar benar meminta maaf atas semua yang pernah kuperbuat" kata Bulan


"kami paham Bulan, karna kami tidak mau memperlakukan orang yang membenci kami dengan cara yang sama" jawab namjoon


"kami punya cara sendiri" sambar hoseok


Bulan berterimakasih pada semua orang di agenci itu, atas kebesaran hati mereka kepadanya..


baru saja mendapatkan kebahagiaannya, ia mendapatkan pesan masuk dari athan tentang rindunya ia pada Bulan


beb, aku benar rindu sama kamu, aku rindu kita bersama, apa waktu masih begitu sibuk untukku menghilangkan rindu?


isi pesan chat masuk dari athan


Bulan sengaja membiarkan pesan chat itu tanpa dibalas olehnya


ketika beberap jam lagi akan pulang kerja, Bulan pulang kerumah dan meminta izin pada bangtan jika tidak datang ke dorm


Bulan pun sampai rumah, lalu ia mandi, membuatkan choco avocado (kesukaannya) dan choco banana (kesukaan athan)

__ADS_1


"kamu mau apa? sini mama yang buat, kamu baru juga pulang kerja"


"iya ma, biar aku saja, aku akan pergi menemui athan, dan aku buatkan untuknya juga"


"oh yasudah kalau begitu"


sesampainya dirumah athan


ia bertemu dengan presdir yung


"Bulan?" sapanya


"presdir yung, emm athan nya ada?" tanyanya


"athan kerja"


"kerja? oh"


"emm Bulan" sapa yung


"ya presdir?"


"bisa bicara?" tanya yung


"bisa.. ada apa presdir?"


presdir yung selaku ayah dari athan, menanyakan, bagaimana kelanjutan hubungan Bulan dengan athan


"bukan apa, saya dapat cerita dari athan kalau dia rindu sama kamu, dia takut kamu lupa sama dia" kata yung


"kamu benar benar cinta sama athan?"


"sangat paman" kata Bulan


yung terdiam dan menatap wajah Bulan


"harusnya aku lebih dulu datang dan bersama kamu, salahku memang membuat pergi dan itu bersama anakku sendiri" ucap yung dalam hati


yung memang menyimpan perasaan pada Bulan, ia menyukai Bulan sejak awal ia masuk, itu alasan mengapa ia menerima Bulan bekerja padahal lowongan terakhir didapatkan oleh sunliem


Bulan pun pergi, menemui athan di hotel


ia datang lagi ke hotel tempatnya kerja dulu sebelum bersama bangtan


ia masuk dan banyak yang menyapanya karna kenal


lalu berjalan menemui athan


semua karyawan tau jika Bulan dan athan sudah menjalin hubungan berpacaran


"masuk" jawab athan mendengar ketukan pintu ruang kerjanya


setelah masuk dan menyapa athan

__ADS_1


"beb" sapa athan senang


"beb? lagi sibuk? bukannya ini jam pulang?" tanya Bulan


"aku memakai jam kerja ku sangat padat selama ini, untuk apa juga aku berlama lama diluar kan, aku memilih untuk terus bekerja saja"


dalam hati Bulan merasa sedih, bagaimana ia begitu memperhatikan bangtan yang notabene nya orang lain daripada pacarnya sendiri


Bulan memeluk athan dan meminta maaf


"maaf beb, aku lupain banyak hal" kata Bulan


"asal kamu bahagia, aku bahagia beb" kata athan


"oh ya, aku tadi kerumah kamu, ketemu ayah kamu, bilang kalau kamu kerja, jadi aku kesini, tapi minumannya sudah gak panas" kata Bulan


"kamu bawa minuman choco banana?"


"iya tapi gak panas"


"gak papa deh, ayo makan" ajak athan


mereka pun makan di luar, dan menyelesaikan sampai sana saja tugas athan di kantor


mereka pun jalan sampai malam, Bulan dan athan sama sama berpamitan pada orang tua mereka jika akan menginap di apartemen milik athan


mereka menikmati malam berdua, melihat indahnya gemerlap kota dari balkon apartemen mereka


keduanya menikmati berdua, lalu athan membahas bangtan


"dari member bangtan apa ada yang mencoba mendekatimu?" tanya athan


"emm? kenapa tamya itu? tidak ada lah, aku bukan level mereka, aku hanya pesuruh mereka, derajat kami beda" kata Bulan


"tapi pasti ada yang suka sama kamu"


"iya, bisa jadi, tapi jangan di bahas, malam ini untuk kita berdua"


paginya ketika keduanya terbangun dalam kondisi sama sama tertidur di depan televisi


mereka bersiap siap untuk aktifitas sebagaimana mestinya


ketika ia sampai di rumah, langsung pergi lagi kerja


"Bulan, kamu langsung berangkat baru juga dateng" kata jungsi


"iya amma, aku kan harus kerja"


"iya deh"


Bulan mencium kening jungsi dan berpamitan pergi lagi


sesampainya dikantor, ia memulai aktifitas sebagaimana mestinya tapi sayang, masalah baru datang..

__ADS_1


ia mulai bekerja dan nenyapa bangtan dengan wajah cerianya


"ada yang lagi bahagia ya?" tanya namjoon


__ADS_2