
"kamu memanggil polisi pun saya tidak takut athan" jaeab Bulan
Sunliem menjelaskan jika ia begitu cemburu dan iri hati kepada Bulan karna bagaimana ia susahnya melamar pekerjaan di tempat itu tapi Bulan dengan mudah mendapatkannya
dan dimana ketika Bulan menjadi anak emas dari presdir tempatnya bekerja
"ditambah ketika aku menyukai athan, tapi justru Athan menyukai kamu, aku sakit Bulan, kamu tau kan perasaan wanita ketika disakiti oleh teman dan orang yang dicintainya?" tanya sunliem
Bulan menepukkan tangannya
"yaa, saya tau, karna saya perempuan, semoga kalian bahagia" kata Bulan
Bulan keluar dan meninggalkan gedung hotel itu
hari hari dilewati, tepat pembukaan pertama hotel baru dengan nama hotel "BY SEOUL CITY"
beberapa tamu undangan datang.. para tamu berkelas pada datang..
tapi tamu spesilnya adalah Bulan dan ayah ibu Bulan sendiri
yung mengatakan jika nama BY SEOUL CITY adalah artian BY diambil dari bahasa inggris artinya "dari"
tapi itu alibi, arti BY sendiri adalah Bulan dan Yung
setelah pembukaan resmi..
ketika beberapa masukan, dan sambutan dikeluarkan, saatnya yung memperkenalkan seorang gadis sebagai partner kerja bersamanya
"Bulan" sapa yung
athan pun kaget ketika ayahnya menyebut nama Bulan
athan yang datang atas undangan ayahnya tersebut tak terima, ia berjalan mendekati ayah nya setelah Bulan memberikan sambutan pada para tamu undangan
ia menanyakan ada apa ini, mengapa Bulan disebut ayahnya
"ini urusan papa, jadi jangan urusin urusan papa nak, kamu kan sudah ada pekerjaan sendiri"
"iya, tapi pa.. kenapa... kenapa Bulan?"
Bulan memberikan senyuman termanis tapi bermakna jahat
"apa ayahmu tidak perna mangajari kesopanan membicarakan itu disini?" tanya Bulan
"Bulan, apa yang kamu lakukan?" tanya athan
"athan, berhenti, ini acara papa, papa berhak segalanya"
athan kecewa, ia pun pergi dari gedung itu
sedangkan yung mengenalkan Bulan pada beberapa klien nya
tapi saat akan menemui beberapa tamu pentingnya, yung menanyakan apakah boleh jika yung mengakui Bulan sebagai kekasihnya
"emm Bulan" sapanya
"ya?"
"tapi kalau saya mengatakan pada mereka kamu teman dekat saya, boleh?"
"teman dekat?" tanya Bulan
"emn iya, emm tapi kalau gak boleh gak masalah"
"kenapa harus mengatakan begitu pak?"
"saya malu saja dan agak gak nyambung kalau bicara sama mereka yang dibahas pacar mereka, sedangkan saya tidak memiliki pacar"
"oh.."
"ya gak usah deh, gakpapa" kata yung
"boleh, mengakui pacar boleh, terserah bapak" kata Bulan
__ADS_1
"boleh? makasih ya, nanti tenang saja aku tidak melebihi batas menyentuhmu"
"iya"
"aku juga mengakui itu hanya depan mereka saja jadi kamu tenang saja"
"diakui kepada yang lain juga gak masalah pak, saya kan terima" kata Bulan
"iya tapi gak enak lah"
"ya saya terima nya kan pacaran beneran"
seketika yung melirik arah Bulan kaget
"kamu bicara apa?" tanya yung
"saya pernah dengar bapak sendiri bilang kalau suka sama saya dan mengalah demi athan, sekarang saya tidak dengan athan, jadi saya bebas dengan siapa saja termasuk sama bapak"
"kamu... jadi.. jadi kamu terima aku?" tanya yung
"emm, tapi kalau menikah aku belum siap pak, aku akan siap nanti, menikah dan pastikan menikah denganmu" kata Bulan
"Bulan, kamu gak bercanda kan? kamu serius kan?"
"iya pak sangat serius"
yung tak percaya tapi Bulan meyakinkan, yung mengepakkan tangannya meminta Bulan memeluknya jika Bulan benar serius menerimanya
Bulan pun tersenyum dan memeluk yung
"ehehm" ucap jungsi mengagetkan keduanya
"amma" kata Bulan
"kami mengganggu? silahkan lanjutkan"
"emm tidak ma tidak"
Bulan pun mengatakan didepan kedua orang tuanya, untuk hubungan Bulan dan yung berlanjut bagaimana, dan yung mengatakan jika mereka akan jalani masa berpacaran
waktu berjalan, ketika resmi dibuka, yung mempercayakan sepenuhnya urusan BY RESORT mewah kpada Bulan
tentu Bulan yang kini memegang kendali besar, mendapatkan pengalaman pertemanan yang busuk, ia mengatur siapa saja yang boleh bekerja di resort itu
"apa itu gak berat?" tanya yung
"enggak, gak berat, mereka kan butuh kerja, kerja disini mereka dapat banyak jaminan, makan ditanggung, gaji gak dipotong, gaji besar kan jadi gak mudah bekerja disini"
"yasudah aku percaya kamu saja"
Bulan tidak seenak jidatnya memberikan pekerjaan pada para pelamar kerja..
satu syarat besar mereka bisa bekerja sama yaitu dengan menjalani test berat baik psikis atau fisik
( btw karna mager males jelasin panjang, nanti alur cerita bagaimana akan tau sendiri kalian )
ketika sedang bersantai..
ia teringat beberapa hal bersama bangtan..
bangtan pernah membuatnya berada di posisi wanita baik
ia mencoba mencari tau keberadaan mereka..
ia sengaja datang ke agenci
saat ia sampai dan masuk, tak ada seorang pun menyapanya, ia melihat semua hanya melirik kearahnya
saat ia berdiri tepat di ruangan latihan bangtan
seseorang menyapanya..
"apa kamu menunggu seseorang dari dalam?" tanya lelaki itu
__ADS_1
"tidak"
"emm, aku baru melihatmu, aku yeonjun"
Bulan pergi tanpa peduli lelaki itu
saat Bulan berjalan kearah ruangan kwan
ia disambut baik
disapa dan diajak mengobrol di ruangan nya bersama ceo
disana kwan banyak bercerita tentang perjalanan bangtan
tapi Bulan hanya mendengarkan kwan dan ceo berbicara
"Bulan.. apa ada yang mau kamu tanyakan?" tanya kwan
"tidak"
"kamu dari tadi diam" tanya ceo
"saya datang menawarkan untuk bangtan mempromosikan resort saya, saya membuka resort dan berharap bangtan menjadi modelnya, kontrak sudah saya buatkan, boleh dipelajari"
setelah mempelajari dan menerima tawaran Bulan
ceo mengatakan jika akan menanyakan dulu pada bangtan
"saya bisa bertemu bangtan?" tanya Bulan
"bangtan latihan.. jika kamu mau, saya akan panggilkan"
"silahkan" kata Bulan
tak lama bangtan masuk ruangan itu
"siang pak" sapa namjoon
"masuk" sapa ceo
"ada yang mau bertemu kalian, ini ( menunjuk arah Bulan yang membelakangi mereka)"
Bulan membalikkan badan
"Bulan" sapa hoseok kaget juga senang
kwan langsung menjelaskan tawaran dari Bulan..
bangtan pun dengan senang hati..
setelah mengobrol tentang job mereka, bangtan kembali ke ruang latihan
saat Bulan selesai, Bulan keluar, berjalan kearah luar gedung dan menuju parkiran..
yeonjun penasaran siapa gadis itu, ia mengikutinya
tapi hoseok ternyata juga mengikuti Bulan
"Bulan" sapa hoseok
"hoseok?" sapanya
hoseok menyentuh tangan Bulan dan menggenggamnya
"apa kabar?" tanya hoseok
Bulan melepaskan tangannya
"baik"
Bulan membalikkan badannya lagi dan akan masuk mobil, tapi saat akan membuka pintu, hoseok menahannya
"aku kangen" kata hoseok menatap tajam kedua mata Bulan
__ADS_1
seketika itu juga Bulan teringat tentang ciuman itu, canda tawa bersama