BULAN SABITA

BULAN SABITA
18


__ADS_3

setelah ibu jimin pulang


adik jimin membisikkan pada kakaknya


jika Bulan benar cantik


"hyung, sikat deh sebelum di sikat member lainnya, member lain pada tampan lebih darimu" bisiknya


"ssstss anak kecil" ucap jimin kesal


Bulan dan jimin masuk lagi ke dalam mobil mengantarkan kwan


"Bulan, kamu laris ya" kata kwan


"laris?"


"emm, sama para orang tua member lainnya, semua suka sama kamu" kata kwan


"haha"


"pasti deh kalau aku ajak kerumah kamu, ibuku bakalan mau mantu kamu" kata kwan menggodanya


"pak kwan, ih"


setelah sampai dan tinggallah Bulan berdua dengan jimin


karna jimin belum bisa menyetir, Bulan pun yang menyetirkannya


"Bulan" sapa jimin


"yaa"


"maafkan ibuku"


"haha iya. saya paham"


"dia suka gitu"


"iya iya"


diam beberapa detik


"tapi kalau kata kwan hyung benar, kamu akan pilih member siapa yang kamu terima cintanya?" tanya jimin


"ahh? mana mungkin, jangan bicara aneh aneh"


sesampainya di dorm


Bulan baru sadar, jika ia berjanji bertemu hoseok, dan saat lihat jam, untung saja belum jamnya


hoseok juga baru berangkat ke belakang dorm


sesampainya dibelakang dorm


Bulan menyapa hoseok dari belakang


"hai" sapa Bulan


"hai Bulan" sapa hoseok


mereka pun duduk berdua dan saling tatap, disaat ini lah hoseok mencoba mencium Bulan


dan Bulan tidak sama sekali menolaknya


mereka berciuman beberapa detik sampai hoseok melepaskannya dan berkata


"Bulan (menatap kedua mata Bulan), aku cinta sama kamu" ucap hoseok


Bulan menunduk, tapi hoseok kembali menyentuh pipinya


"Bulan" kata hoseok


"kamu tau aku sudah punya pacar hoseok" kata Bulan

__ADS_1


"tapi aku gak bisa bohong kalau aku cinta sama kamu" kata Bulan


"maaf" kata Bulan


"kenapa kamu gak menolak ciuman pertama dan baru saja?" tanya hoseok


tapi Bulan tak menjawab, ia hanya diam


esoknya ketika sibuknya bangtan menyiapkan beberapa kebutuhan untuk mengisi di acara award, Bulan sibuk menemani bangtan


saat bangtan duduk di kursi undangan depan panggung


Bulan menunggu diruangan ganti bersama beberapa kru dan tim wardrobe lainnya


Bulan pergi keluar karna ayahnya berada tak jauh dari gedung itu dan menghampiri Bulan


setelah keluar dan menyapa ayahnya, Bulan kembali


"appa" sapa Bulan


"hai, gimana?"


"emm lancar pa, appa meeting dekat sini?"


"iya"


lalu kembali ke tempat acara bangtan, setelah keluar dari lift, ia melihat seorang nenek nenek berdiri sendirian


"nek? nungguin seseorang?" sapa Bulan


"iya"


"mau aku temani sampai nenek ketemu orangnya? atau aku bantu cari"


"kim namjoon, dia berada disini, saya sudah lama tidak bertemu dia, dia cucu saya" kata nenek itu


"namjoon? ahh saya kenal, mari ikut nek" kata Bulan


tak lama namjoon datang dan menyapa neneknya


"oma, kamu dateng sendirian?" tanya namjoon


"namjoon, aku kangen"


"astaga, yasudah tunggu sampai namjoon selesai ya oma, sama ini, teman namjoon, namanya Bulan"


"iya iya"


Bulan menemani nenek namjoon


lalu mengobrol agar nenek tidak bosan


"tunggu, yang namanya Bulan itu kamu? emm pantesan" kata nenek


"hm hehe iya nek, ada apa ya nek?"


"tidak, ayah ibu namjoon pernah cerita ketemu sama gadis cantik banget teman kerja namjoon"


"ahh nenek bisa aja"


banyak mengobrol, nenek pun tertidur karna lelah, Bulan sigap menunggu nenek itu tidur


beberapa jam namjoon datang


"nenek tidur?" sapa namjoon


"emm"


tapi nenek terbangun mendengar suara namjoon


"namjoon, kamu selesai?"


"iya nek"

__ADS_1


mereka mengobrol bersama sambil menunggu waktu acara award selesai


begitu seterusnya jika Bulan benar benar terlihat baik dimata semua orang tua meber bangtan..


dibalik masa lalu yang sangat membenci bangtan, bagaimana ia mencaci dan merendahkan bangtan..


waktu berlalu begitu cepat, sudah masuk ke tahun ketiga Bulan bekerja bersama bangtan dan agencinya


"waah, kamu selama ini berprestasi, kami gak salah kan mendapatkan kamu masuk bagian kami" kata yoongi


"iya yoongi, makasih ya, kalian juga makasih tiga tahun ini menjadi teman yang baik padahal aku gak baik"


"semua orang ada yang namanya kekurangan" kata taehyung


"pasti" jawab Bulan


"tapi yang kubangga, diluar kamu hatters kami, kamu menghargai orang tua kami sangat spesial, kami bangga" kata taehyung


"pasti, orang tua itu segalanya, tanpa mereka ya tanpa kamu disini"


"benar sekali"


sedang damai damainya dan tentram tentramnya..


selang beberapa hari dimana salah satu media sosial memberitakan tentang Bulan, banyak judge dari para penggemar bangtan pada Bulan


ia juga bingung apa yang terjadi


ia bertanya pada kwan, dan kwan mencari beberapa informasi


member bangtan juga tidak tau apa apa mengapa berita tiba tiba mencuat, padahal ini adalah rahasia, sudah jadi rahasia antara Bulan, bangtan dan pihak agenci tertentu


tapi bagaimana berita tersebar


*hatter yang bisa masuk ke dalam kru atau staf di kantor agenci bangtan, gadis bernama Bulan


Bulan adalah gadis yang sengaja bekerjasama dengan agenci tapi dalam rencananya menghancurkan bangtan*


dan masih banyak berita lainnya bahkan lebih sadis, bahkan banyak juga yang meminta agar Bulan di bawa ke polisi karna kedoknya sudah tersebar..


pihak agenci tentu tak terima begitu juga bangtan


bangtan tau bagaimana Bulan berubah, bagaimana Bulan juga berusaha keras melawan hati nya yang juga keras


akhirnya pihak kepolisian mendatangi kantor agenci, menanyakan atas kelanjutan laporan, Bulan juga diminta untuk ikut dengan mereka di kepolisian


"pak, apa tidak bisa kita selesaikan bersama?" tanya namjoon


"bisa, dibicarakan baik baik jika semua yang bersangkutan mau"


alhasil semua harus memberi suara apa kah Bulan harus melakukan pemeriksaan dan penahanan atau tidak


sayang, semua karyawan kecewa dengan fakta Bulan, mereka berpikir, hatters dengan mudah masuk dan menjadi bagian dari mereka berniat menghancurkan mereka itu bukan hal baik dan harus diselesaikan dengan jalur hukum


terpaksa, Bulan menjalani pemeriksaan


agenci juga tidak bisa lagi menutupi siapa Bulan karna itu akan menjatuhkan nama mereka sendiri


Bulan menerima keputusan agenci tidak membantunya dan juga tidak ada teman kantor yang percaya padanya saat ini


tapi, adora mendekatinya


"aku percaya, kamu baik, karna kamu cantik, hatimu pasti baik, kamu sopan Bulan, asik menjadi teman, tapi kali ini aku kecewa" kata adora


Bulan hanya menunduk dan hanya mengucapkan kata "maaf"


Bulan berjalan bersama beberapa polisi bertugas


karna jadwal padat hari itu, bangtan tidak bisa menemani Bulan


sedangkan kepolisian mengabari keluarga Bulan, ayah ibu Bulan shock, mereka kaget dengan laporan itu


mereka pun meninggalkan segala aktifitas mereka dan menemui Bulan dikantor polisi

__ADS_1


__ADS_2