
karna gadis itu tau ternyata Bulan tak juga mengingatnya, ia baru sadar jika penampilannya berbeda memang sejak terakhir mereka bersama..
"saya Ryu Jee" kata nya
"Ryu Jee? kamu Rye?"
"yaa, aku yang sering kamu panggil dengan nama singkat itu"
intro Ryu Jee atau biasa dipanggil oleh Bulan dengan sebutan Rye, karna Rye juga memanggilnya dengan nama nya yang di singkat yaitu Bulsa
oh ya, Rye adalah teman satu lapas atau penjara dengan Bulan, mereka ditakdirkan bersama dalam satu sel karna kasus yang sama sama menjelekkan seorang artis terkenal
"Bulsa, kamu apa kabar?" tanya Rye
"baik, oh ya, kamu kok keluar?"
"aku keluar dua jam setelah kamu, itu hari terakhir ku disana, aku sudah mengatakan jika aku bersalah, aku menyesal dan memperbaiki"
btw. Ryu ini adalah tawanan yang sama tapi ia menjalani tawanannya, tentu ia sudah bertahun tahun di penjara itu jauh bahkan sebelum Bulan masuk
mereka pun saling bercerita bersama malam itu
pelajaran Bulan kembali lagi diambil dari sosok teman baru
Ryu membuka mata Bulan, tidak semua orang harus menjadi tegas karna takut dipermainkan..
"oh ya, Bulsa, kita sudah diluar, nama Rye dan Bulsa jangan dipakai lagi ya, kan buang kesialan" kata Ryu
"iya, kamu benar"
"apa kita pakai nama kesayangan lainnya, seperti yin dan yang (lambang kekuatan berpasangan)"
"hmm boleh, kamu Yin nya, karna kamu lebuh tua sebulan dariku dan kamu memberikan masukan positif sejak awal kita kenal" kata Bulan
"ahh kamu, yasudah lah"
jadilah nama baru mereka
Yin : Ryu Jee
Yang : Bulan Sabita
"oh ya.. kamu dari mana semalam ini? pakaianmu seperti emm, habis nyari kerja?" tanya Ryu
"emm, susah mencari pekerjaan sekarang"
"kamu benar, aku juga sama tapi kita masih harus berusaha yang.. karna kita harus terima konsekuensi kita pernah berada disisi gelap" kata Ryu
"iya kamu benar"
karna waktu cukup malam, keduanya hanya bertukar nomor ponsel dan alamat rumah
lalu pulang masing masing
setelah sama sama membersihkan badan, Bulan dan Ryu saling mengirim pesan chat sama sama menguatkan dan mengingatkan akan berjuang lebih besar tidak akan menghianati hasil
esok paginya.. Bulan lebih ceria lagi..
ia berniat kembali untuk mencari pekerjaan..
hingga siang, tak ada satupun masih yang menerimanya, bahkan ia sudah pergi keluar dari kota nya, seoul
ketika ia mulai lelah siang itu..
ia mendapatkan tempat dimana ayahnya sering mengajaknya ke tempat itu
__ADS_1
balkon paling atas dari salah satu gedung tua yang sudah lama beroperasi (perusahaan yang sudah lama buka dan masih aktif)
ia berjalan, sampai, berdiri, menghirup udara..
seketika pikirannya jernih kembali ketika ia mulai lelah melanjutkan pekerjaan
tiba tiba..
"sedang dalam berjuang? apa kamu masih mampu? jika tidak beristirahatlah sejenak" ucap hoseok
"hoseok?"
"ya?"
"sejak kapan kamu?"
"baru, aku tadi baru selesai syuting, dan ketika bubar, aku melihat mu dan mengikutimu"
Bulan kembali memalingkan wajahnya kearah pusat keramaian kota
"Bulan.." sapa nya
"ya?"
"terimakasih kamu berjuang dan memulai semua dengan kebaikan" kata hoseok
Bulan menarik napas dan mengatakan "ya"
hoseok menatap arah Bulan yang memejamkan mata dan menikmati udara segar dibalkon paling atas itu
hoseok tau semua tentang Bulan yang memulai semua dari awal dengan penuh kebaikan..
ia tau semua dari yung, yung selalu mengikuti dan mengawasi Bulan, dalam hati yung masih kuatir jika Bulan masih harus mencari pekerjaan, tapi yung salut dan menceritakannya kepada hoseok
Bulan tersenyum dan mulai membuka hatinya lagi..
"terimakasih" kata Bulan
"hem? untuk?"
"untuk segala kebaikan yang pernah kamu ajarkan padaku" kata Bulan
"sama sama"
Bulan dan hoseok pun menikmati udara itu, sorenya mereka turun..
esoknya, Hoseok tiba tiba muncul dirumah Bulan dengan membawa coklat besar khusus dipesannya
ia sampai lalu memencet bel rumah Bulan
Bulan sendiri bersiap siap lagi akan pergi mencari pekerjaan kebetulan semalam sudah janji untuk pergi mencari pekerjaan bersama Ryu
saat Bulan membukakan..
"hoseok?" sapa Bulan
"selamat pagi" sapanya
"pagi.. kamu bawa coklat besar sekali"
"sengaja, aku kemaren dari tempat itu langsung datang ke pabrik nya untuk memesan khusus dan pagi pagi sekali tadi sudah diantar kerumah, ini untukmu" kata hoseok
"terimakasih" kata Bulan
"iya.."
__ADS_1
Bulan mengajak hoseok masuk sebentar ia akan menaruh coklat dari hoseok dikamarnya
lalu kembali kearah ruang tamu dan mengatakan jika Bulan akan pergi
"Bulan, mau kuantar?"
"tidak, aku janji sama temanku kok"
"oh, baiklah"
"oh ya, ada lagi?" tanya Bulan
"tidak" jawab Hoseok
padahal, niat hoseok juga ingin memberi tahu jika ia ingin Bulan datang menyemangatinya karna ia sedang tidak begitu sehat tapi ada job konser dua hari lagi, siapa tau adanya Bulan membuatnya kuat, tapi hoseok tidak mau mengganggu urusan Bulan yang sibuk mencari pekerjaan
Bulan pun pergi, menemui Ryu
sesampainya mereka jalan berdua..
tapi tak juga ada ada yang menerima mereka
saat siangnya, mereka beristirahat dan duduk di warung pinggiran membeli minuman
"Yang, duduk disini, minum, saya butuh minum" kata Ryu
"sama"
mereka pun membeli minum 1 gelas berdua demi menghemat pengeluaran, lalu membeli makan 1 juga untuk berdua itupun mie instan
sepulangnya, Bulan membawa Ryu kerumahnya dan berkenalan dengan ayah ibu Bulan yang sudah dikenal Ryu sejak di penjara
dan juga esoknya menyempatkan waktu main kerumah Ryu berkenalan dengan orang tua Ryu..
dua hari berlalu, dimana Ryu dan Bulan masih dalam masa berjuang mereka..
sore hari..
ketika Bulan dan Ryu akan pulang...
keduanya tak sengaja melihat salah satu acara dan terdapat bangtan disana..
"byebye yin" kata Bulan
"byebye yang" ucap Ryu
Bulan dan Ryu pun pulang, tapi Bulan menuju kearah tempat acara bangtan..
ia mulai membuka hatinya dan menerima kembali pertemanan dengan bangtan karna ia sadar itu pun juga salahnya, bukan salah bangtan
sesampainya..
satpam mengizinkan Bulan masuk dengan mudah dibanding para wartawan dan fans yang tertahan diluar ternyata bukan tanpa alasan, karna satpam sempat mengenal Bulan pernah bekerja sebagai pengurus utama bangtan
setelah masuk dan menunggu bangtan diruang ganti. ia ingin hoseok melihat jika ia datang..
ia pun berjalan kearah belakang beberapa kru
Bulan hanya bisa menunggu sampai hoseok melihat kearahnya, ia terus berdoa agar salah satu member melihat kearahnya..
tapi seolah tuhan mengabulkan, hoseok tertarik melirik arah Bulan
Bulan pun melambaikan tangannya
tak lama namjoon dan member lain juga sadar kedatangan Bulan menyapa mereka
__ADS_1