BULAN SABITA

BULAN SABITA
73


__ADS_3

setelah berberes dan bersiap pergi, Bulan memanasi mobilnya untuk persiapan


"kamu benar mengajakku berlibur?" tanya bu Sari


"iya lah buk, ayo"


setelah sampai, ia melihat foto yung disana


"apa dia pemilik hotel?" tanya Bulan


"iya bu, pemilik hotel adalah presdir yung" sapa admin disana


"ahh, yaudah, oh ya kak, saya pesan untuk kamar, minta dekat pantai ya"


"bisa, kosong dua silahkan pilih, diantar pekerja kami"


setelah mendapat kamar yang pas, mereka beristirahat sambil melihat pemandangan dari kamar yang mengarah ke pantai


"waaah ini benar benar indah, saya tidak pernah berlibur semewah ini" kata bu Sari


malamnya, terlihat bintang sangat banyak menemani bulan malam


"Bulan diatas beruntung ya, dia ada banyak yang mengelilingi dan menemaninya" kata Bulan


"kamu juga beruntung, kamu punya banyak teman peduli padamu, seperti bulan diatas itu"


"apa aku beruntung termasuk karna ada ibuk?"


"haha aku yang lebih beruntung bertemu kamu, kamu berikan apa yang saya tidak pernah bisa dapatkan"


"makasih ya sudah mau jadi ibuku"


"iya sayang, ibu sari juga sama, ibu sayang banget sama Bulan, Bulan sehat sehat ya, semoga segala urusan lancar, rejeki lancar, ibu peduli pada mu nak" kata bu sari


"aku memberikan apa yang pernah kulewatkan pada ayah ibuku, aku selalu sibuk tak ada waktu hanya bermain dengan teman yang ternyata menusuk ku"


Bulan menceritakan semua hal dalam hidupnya tentang penyesalan nya akan kehilangan waktu bersama Jungsi dan Kirsten


Bulan pun memeluk bu Sari dan Bulan tertidur dalam pelukan itu


melihat Bulan tertidur, bu Sari membenarkan posisi tidur Bulan dan menutup jendela juga pintunya lalu ikut tidur juga


pagi harinya.. melihat Bulan masih tertidur, bu Sari tak membuka jendela, takut Bulan terbangun jika terkena terang terang


bu Sar pun bersih bersih beberapa barangnya yang semalam belum mereka bereskan, lalu duduk disamping Bulan tidur


ia melihat ponsel ponsel Bulan bunyi, ia pun membalas pesan dari hoseok itu, karna sedari tadi hoseok beberapa kali menelfon


hoseok, ini bu Sari, Bulan masih tidur, nanti biar aku beri tahu jika bangun agar mengabarimu


tulis bu Sari mengirim pesan pada hoseok


dan hoseok pun tenang..


siangnya, Bulan terbangun, melihat jam sudah siang


"buk, kok aku gak di bangunkan?" tanya Bulan


"aku pikir kamu lelah"


"yaah, aku pengen ajak ibu jalan sekeliling pantai pagi pagi"


"ya besok saja"

__ADS_1


"hemm yaudah"


"sana mandi apa kek, itu tadi hoseok telfon berkali kali tapi ibuk sudah bales kalau kamu tidur" kata bu Sari


Bulan melihat ponselnya dan menelfon balik hoseok


"halo, sayang?" sapa hoseok


"sayang maaf ya, aku tadi tidur"


"iya, sudah dibalas sama ibuk tadi"


"iya"


"oh ya, sudah mandi?"


"sudah, dari tadi aku bangun, aku lupa kalau mau ngabari, aku sudah mandi dari tadi" kata Bulan


bu Sari melirik arah Bulan dengan tersenyum aneh, karna pengakuan Bulan yang lucu, padahal ia baru bangun, padahal juga ia belum mandi tapi mengaku pada hoseok sudah mandi


setelah bertelfonan


"tuh kan, perhatiannya, ah ibuk rasa enak sih jadi Bulan kamu gak ada bedanya jadi Bulan di langit malam" kata bu Sari


"hahah ibuk ah, bisa aja"


sore nya, Bulan dan bu Sari duduk di kursi tidur depan pintu kamar mereka sambil menikmati makanan yang telah dipesan mereka di resort itu dan menikmati sunset..


sementara diwaktu bersamaan, yung bersama istrinya datang


menyapa beberapa pekerjanya terutama admin


lalu memberitahu kepada boss mereka itu beberapa saja kamar yang telah terisi dan yang telah dikosongkan


"tunggu sayang, itu Bulan Sari aku kenal nama itu, Bulan deh" bisik ryu, istri yung


"emm itu yang resort pesan kamar 34 siapa?" tanya yung


"atas nama Bulan dan Sari"


"aah, aku bilang apa, kesana yuk yang" ajak ryu


"iya ayo, emm tolong total semua biaya yang harus dibayarkan atas tagihan nama itu, lalu kirim laporan pada saya, saya yang akan bayar tagihan nya" kata yung


"baik pak"


malam tiba, malam itu juga kedatangan ryu dan yung tak disangka oleh Bulan, ketika semua telah pulang dan masuk kamar masing masing, begitu juga dengan Bulan dan bu Sari


"Bulaan" sapa Ryu


Bulan menoleh dan begitu kaget nya ryu disini


"Ryu, presdir yung?" sapa Bulan


"Bulaaan, aku rindu kamu tau, kamu kenapa gak kabari dulu disini? bisa lah aku temani"


"ahh jangan lah, aku gak mau kalian repot"


"enggak banget lah, oh ya, tadi di depan nama kamu Bulan Sari"


"oh itu nama ibuku"


"ibu?"

__ADS_1


"iya"


Bulan mengenalkan sosok Sari pada ryu dan yung begitu sebaliknya, setelah menjelaskan semuanya..


"maaf Bulan aku gak bisa dateng pas ibumu meninggal" kata ryu


"iya aku tau, sebelum itu aku juga gak dateng kamu lahiran, aku lupa dan sibuk, jadi aku paham kamu"


"Bulan aku rindu banget Bulan"


"ucch manja, eh perutmu"


"hehe iya isi lagi"


"astaga serius?"


"serius"


mereka mengobrol hingga larut malam, hingga bu Sari tertidur sendiri lalu melihat bu sari tidur barulah Bulan menjelaskan siapa bu Sari sebenarnya


"oh, jadi itu" kata ryu


"emm gitu"


ryu dan yung baru sangat paham itu


setelah mengobrol, ryu dan yung yang memutuskan menginap semalaman karna sudah terlalu malam jika pulang


paginya Bulan bangun dan siapkan choco panas kesukaannya dan ayahnya untuk yung dan ryu menyambut pagi juga untuk bu Sari


"buk, diminum ini, masih anget, aku mau kirim punya ryu dan yung"


"oh siap"


setelah dikamar ryu dan yung, Bulan mengetuk dan ryu membukakan lalu mereka mengobrol disana bertiga dengan yung juga


karna hanya sehari saja menginap, siangnya ryu dan yung harus pulang, sementara Bulan masih akan tetap sehari semalam, besok jadwal nya kembali kerumah


esoknya setelah malam persiapan, pagi Bulan menyapa admin memberikan kunci dan meminta bil pengeluaran nya


tapi admin menolak dan mengatakan sudah dibayar oleh boss mereka bernama presdir yung


"tidak tidak bu, ini sudah dibayarkan lunas oleh atasan kami pak yung" kata admin


"waaah serius kak? makasih" kata Bulan


mereka jalan pulang kerumah


sementara bu Sari yang baru sadar siapa yung


"loh semalam teman kamu itu ternyata pemiliknya resort tadi?"


"iya buk"


"oh pantesan semua gratis"


"mereka baik ya buk meskipun kaya raya"


"sama kamu juga, kamu lebih baik dari mereka bahkan"


"ibuk ah merayu ku terus"


baru sampai, ternyata juga sudah ada mobil hoseok terparkir depan rumah

__ADS_1


__ADS_2