BULAN SABITA

BULAN SABITA
17


__ADS_3

"bagaimana pekerjaan kalian?" tanya athan


"emm lancar, baik kok, lancar" jawab seokjin


"ahh bagus lah, semoga terus jaya aja deh bangtan nya" kata athan


tak lama Bulan datang


"ini minumnya, karna aku sedia choco banana, jadi aku buatin kalian, choco strow nya habis" kata Bulan


"oh ini minuman yang kamu bilang?" tanya taehyung


"iya ini"


"emm iya enak, panas enak" kata jungkook


"banget" jawab taehyung


"ya lah, suka?" sapa Bulan


"suka, suka" jawab bangtan


ketika Bulan mengobrol dengan member lainnya, Bulan melihat hoseok yang hanya diam dan diam


"hoseok? ada masalah?" sapa Bulan


"ah? tidak"


"kamu sakit?"


"tidak Bulan"


"oh"


semua member bangtan tau apa yang dirasa hoseok


melihat Bulan dengan lelaki lain jauh lebih bahagia


seiring berjalannya waktu, Bulan dan bangtan memang semakin dekat


bahkan disatu kesempatan Bulan mengakui dirinya adalah hatters lama yang menjadi orang pertama melindungi bangtan walaupun semua atas keterpaksaan


Bulan mengungkapkan ia tidak pernah menyesal tapi justru bangga pada bangtan akan banyak preatasi mereka


atas kerja keras dan usaha penuh doa mereka


saat bangtan selesai dari latihan dance nya, Bulan memberikan air pada mereka dan handuk kecil untuk mengelap keringat sebagai bentuk perhatian Bulan pada mereka


setelah selesai semua, hoseok mengirim pesan pada Bulan diam diam, tapi Bulan memang sedang tidak memegang ponsenya


hoseok pun berpura pura mendekati taehyung yang sedang duduk didekat Bulan


hoseok mendekati telinga Bulan


"bukalah pesan masuk dariku" bisik hoseok tepat ditelinga Bulan


Bulan hanya melirik kearah hoseok dan melihat ponselnya


lalu membaca pesan masuknya


nanti malam bisa kah kita keluar? ada yang akan kubicarakan


isi pesan hoseok


tapi Bulan membiarkannya, Bulan tidak membalasnya


saat kembali ke meja kerjanya, hoseok menyapanya


menanyakan mengapa tidak membalas pesannya


"kamu tidak membalas pesanku, bagaimana?" tanya hoseok


"nanti pulang sore dari sini aku ke dorm, pulangnya malam kok" kata Bulan


"baiklah, nanti aku ingin bertemu berdua dibelakang dorm"


"ada apa hoseok?"


"nanti saja"


sore hari, athan pergi dari kantornya ke kantor kerja Bulan


"siang, ada yang bisa kami bantu?" sapa satpam

__ADS_1


"pak, belum pulang ya karyawannya?"


"kurang sejam lagi, mencari siapa ya pak?"


"saya menunggu teman saya, Bulan"


"oh noona Bulan satujam lagi pak"


"baiklah saya menunggu dimana?"


"disofa tamu, disana pak (menunjuk) silahkan"


"terimakasih


sorenya bangtan pulang


didepan kantor kerja Bulan sudah ada athan menunggunya


"noona, di sofa tunggu ada pria menunggu anda" kata satpam


satpam menunjuk arah sofa tunggu dan ada athan


"makasih pak"


Bulan berjalan dan menyapa athan


"beb" sapa Bulan


"hai beb, sudah?"


"sudah"


bangtan lagi lagi harus melihat betapa romantisnya sikap Bulan pada athan


"emm kalian pergi saja dulu, aku menemani athan pergi, nanti aku ke dorm" kata Bulan pada bangtan


"iya" jawab bangtan


setelah jalan berdua dengan athan, menyempatkan datang ke toko roti dan mengobrol (Qtime)


sedangkan di dorm, bangtan yang sudah sampai dari tadi, bersihkan diri lalu bersantai karna malamnya akan memikirkan konsep konser mereka


sekitar satu jam, tiba tiba ibu jimin datang ke dorm


"bibi?" sapa kwan


"kwan, ada jimin?"


"ada bi"


kwan memanggil jimin dan keluar bersama jimin dan member lainnya


"maa?" sapa jimin


"jimin, mama bawakan makanan"


"ahh mama kamu dengan siapa?"


"sendirian"


"masuklah"


mengobrol bersama anaknya, tak luput ibu jimin menanyakan Bulan


"oh ya Bulan mana?" tanya ibu jimin


"Bulan ya nanti malam ma datang, ada apa ma?"


"gak, mama kangen, oh ya, gimana hubunganmu sama Bulan?"


"hubungan? hubungan apa ma?"


"jimin, kamu belum pacaran sama Bulan?"


"maa, bicara apa kamu?" tanya jimin malu


semua member bangtan hanya diam, satu persatu batuk tak tertahan


jimin malu mendengar perkataan ibunya itu


akhirnya ibu jimin menunggu benar benar sampai malam


"maa kamu pulang bagaimana ini sudah malam" kata jimin

__ADS_1


"ahh gampang, yang penting mama temui Bulan"


"astaga iya kalau jadi kesini"


"kamu bilang jadi"


"maaa ayolah"


kwan menghubungi Bulan sampai mana dan sudah dekat


"emm jimin, biarkan saja, Bulan sudah dekat, biar nanti kamu antarkan ibumu pergi pulang" kata kwan


"gakpapa hyung?"


"iya gakpapa, nanti aku temani, aku antarkan juga, sekalian nanti antar kamu lagi pulang"


"maa kamu dengar kan, kamu merepotkan orang" bisik jimin


"ssst" ucap ibunya


tak lama Bulan datang, tentu bersama athan


ibu jimin langsung berdiri ketika melihat lelaki yang keluar dari mobil yang sama dengan Bulan itu mencium kening Bulan


"Bulan" sapa ibu jimin


"bibi?"


"dia siapa?" bisiknya


"emm dia athan bi, pacar Bulan" kata Bulan


seketika ibu jimin memukul lengan jimin


"aaauh maa, sakit" teriak jimin


"sudah punya pacar ya? sudah lama?"


"iya"


"emm Bulan, aku pulang ya, oh ya, bi saya pamit" kata athan


athan pun pergi


dan mengata ngatai anaknya


"lihat kan, kalah finish kalah start, hemm udah ganteng, wangi, bermobil kaya raya, sopan pula pacar Bulan" kata ibu jimin


"emm bi.. bibi sudah lama ya?"


"iya, bibi nunggu kamu, kamu tidak pernah balas pesan bibi"


"bibi, Bulan minta maaf ya, Bulan gak ada waktu, benar sibuk sekali, melebihi jimin malahan bi, maaf bi"


"ahh iya, gakpapa, sudah lah, eh kamu kenapa gak pacaran sama jimin? sama lelaki tadi, jimin memang gak ada apa apanya ya" kata ibu jimin


"ahh? astaga bi bukan, bukan itu, gak masalah kok soal ada apa nya, tapi karna ..."


"maa, jangan maksa lah" bisik jimin malu


mengobrol berdua dengan ibu jimin di dorm, sampai membuat Bulan lupa jika ia janjian dengan hoseok, hoseok hanya diam menunggu Bulan dan ibu jimin, sedikit ada rasa cemburunya


saat berpamitan pulang, kwan mengantarkan ibu jimin bersama juga dengan jimin


"loh, kan pak kwan mau pulang? nanti pulang anter bibi kamu antat jimin lagi?" tanya Bulan


"iya, ya gimana lagi, gak enak Bulan"


"yasudah, biar aku temani juga biar gak muter muter pak kwan aku ikut, biar jimin nanti balik sama aku" kata Bulan


"nah pas ini" kata ibu Bulan


selama perjalanan pulang antar ibu jimin


jimin melihat ibunya begitu suka pada Bulan


sepanjang jalan, ibu jimin tidak hentinya mengatakan ucapan bangga dan cinta nya pada Bulan


"saya gak habis pikir Bulan, ada gadis secantik kamu ini sopan juga" kata ibu jimin


"ah bibi bisa saja"


"iya bener, duh tuhan semoga anakku si jimin atau adiknya jimin dapat gadis jodoh seperti kamu"

__ADS_1


__ADS_2