
"bagaimana pekerjaan kalian?" tanya athan
"emm lancar, baik kok, lancar" jawab seokjin
"ahh bagus lah, semoga terus jaya aja deh bangtan nya" kata athan
tak lama Bulan datang
"ini minumnya, karna aku sedia choco banana, jadi aku buatin kalian, choco strow nya habis" kata Bulan
"oh ini minuman yang kamu bilang?" tanya taehyung
"iya ini"
"emm iya enak, panas enak" kata jungkook
"banget" jawab taehyung
"ya lah, suka?" sapa Bulan
"suka, suka" jawab bangtan
ketika Bulan mengobrol dengan member lainnya, Bulan melihat hoseok yang hanya diam dan diam
"hoseok? ada masalah?" sapa Bulan
"ah? tidak"
"kamu sakit?"
"tidak Bulan"
"oh"
semua member bangtan tau apa yang dirasa hoseok
melihat Bulan dengan lelaki lain jauh lebih bahagia
seiring berjalannya waktu, Bulan dan bangtan memang semakin dekat
bahkan disatu kesempatan Bulan mengakui dirinya adalah hatters lama yang menjadi orang pertama melindungi bangtan walaupun semua atas keterpaksaan
Bulan mengungkapkan ia tidak pernah menyesal tapi justru bangga pada bangtan akan banyak preatasi mereka
atas kerja keras dan usaha penuh doa mereka
saat bangtan selesai dari latihan dance nya, Bulan memberikan air pada mereka dan handuk kecil untuk mengelap keringat sebagai bentuk perhatian Bulan pada mereka
setelah selesai semua, hoseok mengirim pesan pada Bulan diam diam, tapi Bulan memang sedang tidak memegang ponsenya
hoseok pun berpura pura mendekati taehyung yang sedang duduk didekat Bulan
hoseok mendekati telinga Bulan
"bukalah pesan masuk dariku" bisik hoseok tepat ditelinga Bulan
Bulan hanya melirik kearah hoseok dan melihat ponselnya
lalu membaca pesan masuknya
nanti malam bisa kah kita keluar? ada yang akan kubicarakan
isi pesan hoseok
tapi Bulan membiarkannya, Bulan tidak membalasnya
saat kembali ke meja kerjanya, hoseok menyapanya
menanyakan mengapa tidak membalas pesannya
"kamu tidak membalas pesanku, bagaimana?" tanya hoseok
"nanti pulang sore dari sini aku ke dorm, pulangnya malam kok" kata Bulan
"baiklah, nanti aku ingin bertemu berdua dibelakang dorm"
"ada apa hoseok?"
"nanti saja"
sore hari, athan pergi dari kantornya ke kantor kerja Bulan
"siang, ada yang bisa kami bantu?" sapa satpam
__ADS_1
"pak, belum pulang ya karyawannya?"
"kurang sejam lagi, mencari siapa ya pak?"
"saya menunggu teman saya, Bulan"
"oh noona Bulan satujam lagi pak"
"baiklah saya menunggu dimana?"
"disofa tamu, disana pak (menunjuk) silahkan"
"terimakasih
sorenya bangtan pulang
didepan kantor kerja Bulan sudah ada athan menunggunya
"noona, di sofa tunggu ada pria menunggu anda" kata satpam
satpam menunjuk arah sofa tunggu dan ada athan
"makasih pak"
Bulan berjalan dan menyapa athan
"beb" sapa Bulan
"hai beb, sudah?"
"sudah"
bangtan lagi lagi harus melihat betapa romantisnya sikap Bulan pada athan
"emm kalian pergi saja dulu, aku menemani athan pergi, nanti aku ke dorm" kata Bulan pada bangtan
"iya" jawab bangtan
setelah jalan berdua dengan athan, menyempatkan datang ke toko roti dan mengobrol (Qtime)
sedangkan di dorm, bangtan yang sudah sampai dari tadi, bersihkan diri lalu bersantai karna malamnya akan memikirkan konsep konser mereka
sekitar satu jam, tiba tiba ibu jimin datang ke dorm
"bibi?" sapa kwan
"kwan, ada jimin?"
"ada bi"
kwan memanggil jimin dan keluar bersama jimin dan member lainnya
"maa?" sapa jimin
"jimin, mama bawakan makanan"
"ahh mama kamu dengan siapa?"
"sendirian"
"masuklah"
mengobrol bersama anaknya, tak luput ibu jimin menanyakan Bulan
"oh ya Bulan mana?" tanya ibu jimin
"Bulan ya nanti malam ma datang, ada apa ma?"
"gak, mama kangen, oh ya, gimana hubunganmu sama Bulan?"
"hubungan? hubungan apa ma?"
"jimin, kamu belum pacaran sama Bulan?"
"maa, bicara apa kamu?" tanya jimin malu
semua member bangtan hanya diam, satu persatu batuk tak tertahan
jimin malu mendengar perkataan ibunya itu
akhirnya ibu jimin menunggu benar benar sampai malam
"maa kamu pulang bagaimana ini sudah malam" kata jimin
__ADS_1
"ahh gampang, yang penting mama temui Bulan"
"astaga iya kalau jadi kesini"
"kamu bilang jadi"
"maaa ayolah"
kwan menghubungi Bulan sampai mana dan sudah dekat
"emm jimin, biarkan saja, Bulan sudah dekat, biar nanti kamu antarkan ibumu pergi pulang" kata kwan
"gakpapa hyung?"
"iya gakpapa, nanti aku temani, aku antarkan juga, sekalian nanti antar kamu lagi pulang"
"maa kamu dengar kan, kamu merepotkan orang" bisik jimin
"ssst" ucap ibunya
tak lama Bulan datang, tentu bersama athan
ibu jimin langsung berdiri ketika melihat lelaki yang keluar dari mobil yang sama dengan Bulan itu mencium kening Bulan
"Bulan" sapa ibu jimin
"bibi?"
"dia siapa?" bisiknya
"emm dia athan bi, pacar Bulan" kata Bulan
seketika ibu jimin memukul lengan jimin
"aaauh maa, sakit" teriak jimin
"sudah punya pacar ya? sudah lama?"
"iya"
"emm Bulan, aku pulang ya, oh ya, bi saya pamit" kata athan
athan pun pergi
dan mengata ngatai anaknya
"lihat kan, kalah finish kalah start, hemm udah ganteng, wangi, bermobil kaya raya, sopan pula pacar Bulan" kata ibu jimin
"emm bi.. bibi sudah lama ya?"
"iya, bibi nunggu kamu, kamu tidak pernah balas pesan bibi"
"bibi, Bulan minta maaf ya, Bulan gak ada waktu, benar sibuk sekali, melebihi jimin malahan bi, maaf bi"
"ahh iya, gakpapa, sudah lah, eh kamu kenapa gak pacaran sama jimin? sama lelaki tadi, jimin memang gak ada apa apanya ya" kata ibu jimin
"ahh? astaga bi bukan, bukan itu, gak masalah kok soal ada apa nya, tapi karna ..."
"maa, jangan maksa lah" bisik jimin malu
mengobrol berdua dengan ibu jimin di dorm, sampai membuat Bulan lupa jika ia janjian dengan hoseok, hoseok hanya diam menunggu Bulan dan ibu jimin, sedikit ada rasa cemburunya
saat berpamitan pulang, kwan mengantarkan ibu jimin bersama juga dengan jimin
"loh, kan pak kwan mau pulang? nanti pulang anter bibi kamu antat jimin lagi?" tanya Bulan
"iya, ya gimana lagi, gak enak Bulan"
"yasudah, biar aku temani juga biar gak muter muter pak kwan aku ikut, biar jimin nanti balik sama aku" kata Bulan
"nah pas ini" kata ibu Bulan
selama perjalanan pulang antar ibu jimin
jimin melihat ibunya begitu suka pada Bulan
sepanjang jalan, ibu jimin tidak hentinya mengatakan ucapan bangga dan cinta nya pada Bulan
"saya gak habis pikir Bulan, ada gadis secantik kamu ini sopan juga" kata ibu jimin
"ah bibi bisa saja"
"iya bener, duh tuhan semoga anakku si jimin atau adiknya jimin dapat gadis jodoh seperti kamu"
__ADS_1