BULAN SABITA

BULAN SABITA
36


__ADS_3

"kamu dari tadi? kok gak ketuk atau pencet bel rumah?" tanya Bulan


"aku baru saja kok, kamu mau pergi?"


"iya, kerumah hoseok, bertemu kakak dan orang tuanya"


"emm"


"ad apa jimin?"


"tidak, kamu pergi saja, mau kuantar sekalian?"


"itu mobil jemputan dari hoseok didepan"


"oh"


jimin pun pulang, Bulan juga berangkat..


sesampainya dirumah hoseok


hoseok sudah ada didepan terasnya bersama seorang perempuan (kakaknya)


"itu" kata hoseok


hoseok membantu Bulan turun..


dawon hanya diam, menatap dan memerhatikan wajah Bulan


"hai nuna" sapa Bulan


"hai.. hai.. iya, salam kenal"


"Bulan (menjabatkan tangannya)"


"dawon (menerima jabatan tangan)"


mereka mempersilahkan Bulan masuk


"tadi ada jimin" bisik Bulan


"jimin? kerumah kamu?"


"iya, tapi gak tau ada yang mau di ceritakan mungkin"


"oh, ya besok saja, kami hanya di drom"


lalu menemui ayah ibu hoseok


"loh.. kamu" tanya ibu Bulan


"iya bi"


"ahh kalau dia, mama setuju, gak ada penolakan apalagi kenalan" kata ibu hoseok


"mama sudah kenal?" tanya dawon


"kenal lah, dia pernah jadi pengurus bangtan kan?"


"iya bi" jawab Bulan


"ahh aku tidak pernah tau" kata dawon


"iya nuna, saya bekerja sebentar, terus ada kasus"


"oh yang mama ceritakan itu? iya aku tau, itu kamu?"


"iya"


"gakpapa, masa lalu, ada rute jelek dan baik, yang penting hatters sekarang jadi pacar (melirik hoseok)" kata dawon


"iya nuna, bibi, paman, itu saya minta maaf" kata Bulan


mereka lanjut makan..


hoseok antar Bulan sekalian pamit kembali ke dorm


dawon membisikkan ditelinga hoseok


"kalau ini, aku kalah saingan lah, yasudah aku beri restu" bisik dawon


hoseok hanya mengedipkan satu matanya


mereka pergi..


esoknya..


Bulan yang penasaran dengan jimin yang kemaren datang kerumahnya


ia datang ke dorm dan menanyakan ada apa semalam


"jimin?" sapa Bulan


"hai Bulan"


"kamu semalam ada apa?" tanya Bulan

__ADS_1


"oh semalam, aku hanya pengen cerita saja"


"ada masalah?"


"iya, sedikit tapi gak jadi"


"loh kenapa?"


"gak papa"


tapi tak lama kwan menyapanya


"hai Bulan" sapa kwan


"hai pak"


"oh ya, kamu ditanyai sama pak ceo"


"oh ya?"


"iya, mau nawari kamu bekerja lagi mau tidak di agenci"


"oh ya?"


"tapi malu, kata ceo, dia malu kalau tanya karna kan kamu sudah jadi pengusaha juga"


"haha jangan gitu, aku biasa aja orangnya, tapi sih aku memang gak bisa kalau balik ke agenci"


"ahh, iya sih, enak jadi pengusaha sendiri ya"


"bukan gitu, sudah kujalani, Ryu, temanku bareng bangun RyuBu juga sering absen sejak setelah nikah"


"ahh"


mengobrol beberapa detik


hoseok datang menyapa Bulan, jimin dan kwan disana


"nah, hoseok, saya datang cari kamu" kata kwan


"aku? kenapa hyung?"


"ini bicara soal duet kamu sama namjoon"


"ahh, boleh"


"ayo keluar dulu, bicara diluar"


"Bulan, aku pergi dulu ya, kasihan deh aku tinggalin dari tadi (menyentuh pipi Bulan)" kata hoseok


hoseok pergi


tinggal jimin dan Bulan, Bulan tak sadar, sedari tadi jimin memerhatikannya sejak awal mengobrol dengan kwan bahkan ketika bersama hoseok


"Bulan" sapa jimin


"ya?"


"kamu bahagia?" tanya jimin


"bahagia? maksudnya?"


"ya kamu, kamu bahagia sama hoseok hyung?" tanya jimin


"memang kenapa?"


"ya gak apa, lupain deh, gausah dibahas"


"ya bahagia lah"


"tapi kok kalian gak saling panggil sayang?"


"itu hanya anak kecil, anak remaja aja, usia ku dan dia gak perlu begitu, kami sama sama tau porsi saja" kata Bulan


"iya kalau itu"


tak lama hoseok datang lagi


menyapa Bulan..


melihat hoseok datang, jimin berpamitan pergi, tapi ia melihat ada taehyung yang sedari tadi memerhatikan Bulan


"taehyung?" sapa jimin


taehyung kaget, bahkan ia tak sadar jika jimin mengetahui nya sedang memerhatikan Bulan


"kamu liatin Bulan?" tanya jimin


"emm, emm gak kok, gak terlalu"


"kamu bohong"


"memang kamu apa? tadi tanya tanya tentang Bulan bahagia tidak dengan hoseok?" tanya taehyung


"itu kan cuma tanya karna penasaran mereka gak pernah mengungkapkan rasa sayang masing masing"

__ADS_1


tiba tiba, yoongi datang..


"apa yang kalian ributkan? pacar hoseok? pacar teman kalian sendiri?" tanya yoongi


"hyung?" ucap keduanya kaget


"hebat kecantikan dia menyihir empat lelaki sekaligus dalam bangtan?" tanya yoongi


"empat?" tanya taehyung


"iya, empat, kalian berdua, hoseok"


"lalu?" tanya jimin


"jungkook" jawab yoongi


seketika keduanya kaget..


ketika semua tau tiga member menyukai gadis yang sama dengan pacar satu member dari mereka..


semua menjadi canggung baik didepan Bulan, hoseok dan bahkan didepan yoongi yang ternyata memiliki kunci ketiganya


beberapa hari berlalu...


semua orang mengeluh karna cuaca akhir akhir ini dingin


angin berhembus lebih kencang..


langit juga sedikit memperlihatkan mendung...


akankah musim hujan sudah terlihat?


"aaaah astaga, diluar begitu dingin" kata seokjin


"iya hyung, kita akan masuk musim hujan" jawab namjoon


"aah, berlibur, bakar bakar, makan panas, aaaahh enak pasti" kata seokjin


ketika Bulan pulang dari tempat kerja nya..


ia lupa memakai jaket, pulang sore itu sangat dingin


akhirnya ia jalan menembus udara dingin demi sampai dirumah


sesampainya, ia mandi dengan air hangat dan mematikan AC


lalu keluar dari kamar dan membuat choco panas kesukaannya, pas kan dengan cuaca akhir akhir ini


ia juga membuatkan Jungsi


"maa, ini" kata Bulan


"waaah makasih ya, heem, diluar memang cuaca sedang dingin" kata ibu Bulan


"iya ma, makanya amu buatin mama, kita akan masuk musim hujan sepertinya"


"iya"


melihat jam, ia ingat ayahnya akan datang..


ia juga membuatkan minuman panas untuk ayahnya, menyambut ayahnya datang


"waah tau saja, diluar sudah seperti lemari es" kata kirsten


"paa.. becanda terus nih, ini minum"


"iya"


banyak yang mengeluh dengan musim itu, karna harus butuh baju tebal, bahkan berlapis tapi sinar matahari jarang


bagaimana mau menjemur pakaian yang baru dicuci?


sejak musim dingin, hoseok sering menemani Bulan bekerja, karan juga bangtan sedikit job, mereka selalu berbagi kehangatan dengan bergenggaman tangan


selang tak lama, musim hujan benar datang..


mulai ada air tetesan tetesan kecil hingga akhirnya hujan yang turun


beberapa hari sudah hujan turun. .


pulang pergi ke RyuBu, Bulan selalu diantarkan ayahnya..


berangkat bersama ayahnya jika ayahnya pergi kerja, dan ayahnya menjemputnya sepulang kerja, sama hal nya dengan aley


sementara Ryu selalu ditemani yung...


ketika semua berdampak pada toko, dimana toko sepi pelanggan..


Bulan, Aley dan Ryu hanya diam menunggu hujan reda dan berharap akan ada yang datang...


suatu hari ketika Bulan baru akan berangkat..


kirsten menunggu dimobil


tak lama sunliem datang menyapa Kirsten

__ADS_1


"hai paman"


__ADS_2