BULAN SABITA

BULAN SABITA
62


__ADS_3

"emm" hoseok bingung menjawab apa


"astaga, dia mabuk?" tanya jungsi


"bi, biarkan dia istirahat dulu, saya bantu bawakan, bibi juga btuuh istirahat" kata hoseok


setelah berpamitan pulang, Jungsi berterimakasih pada hoseok


"makasih hoseok"


"iya bi"


"maaf ya, bibi repotin kamu"


"gak papa kok bi"


hoseok pun pulang, Jungsi memutuskan tidur bersama Bulan di kamar Bulan


paginya..


Bulan bangun melihat ibunya tertidur disampingnya


"apa hoseok lagi semalam yang membawaku pulang? karna di bar semalam gak ada anak anak lainnya" gerutu Bulan


Bulan turun mencuci muka tak lama Jungsi juga bangun


"maa" sapa Bulan


"kamu bangun?" tanya jungsi


"iya ma, semalam siapa antar aku?"


"hoseok, dan itu mama yang minta"


"oh"


"Bulan, kamu semalam mabuk kan?"


seketika ia kaget ibunya tau


"aroma dari bibirmu semalam aku tau kamu mabuk" kata Jungsi


"maa, maafin Bulan ya, Bulan bingung harus bagaimana dengan kondisi kita tanpa papa" kata Bulan


"kan ada mama, apa kamu gak ngehargai mama?"


melihat jungsi menangis, Bulan seketika memeluk jungsi


Bulan mencoba kembali menjadi lebih baik, ia kerja tapi lebih bamyak menemani Jungsi, ia benar benar menjadi orang baik dan berubah, tapi semua tidak bisa menggantikan takdir..


karna, baru menghabiskan waktu sebulan berduaan saja dengan jungsi, Jungsi juga jatuh sakit


membuat Bulan ekstra berada dirumah..


memutuskan tidak sama sekali kekantor hanya dengan kerja online


Bulan kedatangan Kai..


"siang" sapa Kai


"Kai?" sapa Bulan


"aku dengar kabar paman meninggal, jadi aku datang, maaf ya dihari yang sama aku dan exo sibuk" kata Kai


"iya makasih juga sudah datang"


"dari statusmu, bibi juga sakit?" tanya Kai

__ADS_1


"iya"


"boleh bertemu?"


"boleh masuk aja, didalam"


dan tak hanya Kai yang datang, mulai dari yung dan ryu lalu alley dan Noi juga kedatangan sunliem dan athan, beberapa teman dan karyawan lainnya juga datang..


selang dua bulan tepat setelah kepergian ayah Kirsten, Jungsi juga menghembuskan napas terakhirnya..


"maa, mama beberapa hari jarang mau makan, makan ya ma, dikiiiit saja" ucap Bulan


tapi jungsi tak menjawabnya


"maa"


kebingungan karna ibunya tak juga bangun, Bulan menelfon dokter untuk datang memeriksa, dan dokter menyarankan untuk membawa kerumah sakit saja


sesampainya dirumah sakit, setelah banyak bantuan dokter untuk mengembalikan Jungsi, semua sia sia


Jungsi ternyata telah meninggal sesaat sebelum pemeriksaan baru akan dimulai


"maaf, pasien tidak bisa kami tolong, bu jungsi telah berpulang"


seketika itu Bulan kembali hancur..


pengurusan makam pun diselenggarakan dan terpaksa Bulan ikut, tapi sepanjang jalan, dan sepanjang pemakaman, Bulan terus diam tak berkutik


ia bingung apa ini sebuah karna untuknya?


tapi ia harus menerima kenyataan itu


mendapatkan kenyataan ini, Bulan hampir gila, ia mengamuk sepanjang hari..


ketika bangtan mendengar itu, bangtan kuatir kondisi Bulan, mereka pun datang..


sama dengan kedatangan yang lain, ketika mereka sampai, Bulan tidak membukanya tapi mereka tau Bulan berada didalam rumahnya


akhirnya Bulan mau keluar, ia pun menuju kantor kerjanya, dan semua karyawan memberikan doa berduka cita padanya


beberapa hari mulai kembali aktifitas kerjanya, tidak ada yang tau bagaimana hancurnya hati Bulan yang sedang ia tutupi mati matian


suatu sore, Bulan baru keluar dari kantor nya, ia disambut baik oleh hoseok yang menunggunya di lobi kantornya


"apa kabar?" sapa hoseok


"hoseok?"


"emm, sebelum pulang, kita jalan, aku tau kamu butuh refresing" kata hoseok


"aku akan pergi ke restoran malam ini, jika kamu sibuk, tidak usah temani"


"aku tidak sibuk, kan sudah kubilang aku akan menemanimu" kata hoseok


mereka pun jalan sejak sore..


malamnya, di salah satu resto yang sering di datangi Bulan dengan Kai..


Bulan memesan beberapa kali gelas bir


hoseok sempat melarangnya minum terlalu banyak, tapi Bulan tak peduli


"kamu yang memaksa ikut dengan ku jadi tolong jangan larang larang ini itu" kata Bulan


hoseok pun hanya diam, ia memerhatikan Bulan yang sudah masuk ke botol ke 4


tubuh Bulan semakin melemah

__ADS_1


"ayo pulang" ajak Bulan


tapi karna tubuhnya melemah lah karna terlalu banyak minum, membuat nya terjatuh


hoseok membantunya


"dia terlalu banyak minum, apa dia ada masalah?" tanya pelayan disana


"iya, dia ada sedikit masalah"


"aah, bawalah pulang, berhati hatilah dijalan" kata pelayan itu


sesampainya dirumah Bulan, terpaksa hoseok harus tinggal semalam disana menunggu Bulan hingga pagi...


paginya, Bulan kembali sadar dan melihat hoseok tidur di sofa dekat ranjang tidurnya


Bulan terus menatap hoseok, ia turun lalu memakaikan selimut dari ranjangnya untuk hoseok


lalu Bulan mencium kening hoseok


(wayoloh, kenapa dicium keningnya coba? wah jangan jangan Bulan masih ada rasa, atau mulai lagi kembali suka pada hoseok? cekidot kelanjutan ceritanya)


tak lama hoseok bangun, melihat sudah tidak ada Bulan diranjang


ia turun dan mencari Bulan, Bulan ternyata sedang duduk dengan segelas teh gingseng


"kamu bangun?" sapa Bulan


"iya, lagi apa?" tanya hoseok


"aku menikmati teh gingseng kesukaan ayah dan ibuku, setiap pagi semasa aku masih kecil, mereka sering membuat teh ini di gelas berukuran cukup besar untuk diminum berdua bersama sama" kata Bulan


"ahh"


beberapa hari berlalu..


ketika Bulan merasa ia mulai bisa menerima keadaan nya tanpa ayah dan ibunya..


ia mendapatkan kabar dari salah satu kantor polisi tentang laporan kasus yang dialami Bulan tentang Layin..


"kamu mau kemana?" sapa hoseok baru datang


"aku ada urusan"


"aku boleh ikut"


"boleh, cepatlah"


Bulan datang ke kantor polisi, ia pun dijelaskan oleh polisi tentang penangkapan Layin karna ketahuan berencana akan membunuh Bulan, seketika Bulan melirik arah hoseok


kaget penjelasan itu, ia kembali sakit dimana berkali kali Layin mencoba menyakitinya ia selalu memaafkannya, tapi ini keterlaluan, ketika ditemukan oleh Layin


dan dengan santainya layin meminta bantuan Bulan untuk melepaskannya dari kantor polisi


disana Bulan tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Layin, ia mencoba membunuh itu rencana terburuk, lalu meminta bantuan?


are you crazy?


Bulan pun menolak membantu Layin kali ini, ia pun pergi


"pak, saya serahkan semua yang terbaik" kata Bulan


"baik bu"


dan Bulan pergi..


tak selang beberapa lama, belum juga selesai masalah dengan Layin, masalah baru datang dimana ia mendapatkan bukti tentang Choi Song, Ming Fang dan Dong pe dimana ketiganya berteman dengan Bulan karna memang memanfaatkannya

__ADS_1


ketika itu ia akan datang menyapa semua temannya di High friend dan ia mendengar percakapan mereka semua


"kalian gak datang kerumah Bulan, kan ayah ibunya meninggal" tanya Sook Gi


__ADS_2