
"syarat?" tanya Bulan
"iya, jadi saya akan membuat usaha baru saya dekat dengan hongdae, saya akan buka hotel dekat sana, karna di tempat saya yang kemaren sudah ada athan, saya mau kamu bekerja lagi bersama saya" kata yung sambil memberikan jabatan tangannya
mendengar itu, Bulan menolak, ia tidak mau menjadi penghianat dimata athan
bagaimana pun yung adalah ayah dari pacarnya
yung memang ayah dari lelaki kelahiran 1994 itu, usia yung 2x dari usia athan tentu artinya sama rentan usia yung dengan Bulan sama..
berbeda 20tahun
usia Bulan 25 sedangkan yung 45
Bulan menolak tanpa memberikan alasannya, yung tau apa yang jadi alasan Bulan pasti karna athan
beberapa hari berlalu, yung tetap sering datang menemui Bulan, tapi ia sibuk bekerja dan ditambah ia sedang mempersiapkan untuk mengeluarkan Bulan
meskipun Bulan menolak tawarannya
*** ia berniat baik dan tulus pada Bulan, maka ia tetap membantu Bulan keluar
"paaa... berkas dari klien untuk pengharum ruangan sudah diterima? athan gak dapet" kata athan
"oh sudah, kamu cari saja di ruangan papa"
bicara tentang athan..
sejak Bulan berada di sel, sama sekali athan tidak melihat kondisi Bulan
bahkan status hubungan mereka sudah tidak jelas lagi
ditambah, athan mulai menerima sunliem dengan rasukan rasukan dari sunliem tentang Bulan
"oh ya, Bulan, kemana athan? apa dia perna datang kesini melihatmu?" tanya jungsi
Bulan hanya diam
"dia gak pernah datang kan?" tanya kirsten
"mungkin sibuk pa, ma"
"sibuk atau dia malu pacarnya disini? heran saya, bapak nya dia baik banget loh sama kamu, sama kita" kata jungsi
"iya, oh ya, yung itu suka sama kamu deh, saya yakin dia suka" kata kirsten
"paa dia mantan boss ku, dia juga tawari pekerjaan lagi makanya mau bantu aku keluar"
"iya.. akhirnya dia tetap bantu kamu keluar meskipun kamu menolak tawarannya kan?" tanya kirsten
"karna dia ayah dari pacarku" kata Bulan
ketika Bulan baru selesai bicara dengan ayah ibunya, ayah ibunya akan berpamitan, tak lama athan datang
"wah dibicarakan udah datang" kata ibu jungsi
Bulan senang kedatangan athan
tapi senang itu tidak berlangsung lama
ketika sunliem datang dan menyapa Bulan
"saya datang untuk mengatakan putus dari Bulan" kata athan
"putus? kenapa?" tanya Bulan
"maaf Bulan, rasa kecewa aku tidak bisa terbendung, aku kecewa berat sama kamu, aku pilih kita putus"
bahkan athan tidak peduli, ia memutuskan Bulan didepan orang tua Bulan
perdebatan terjadi, tapi karna polisi melarang berisik, semua nya dikeluarkan kecuali Bulan
__ADS_1
ayah ibu Bulan kecewa, dengan yang jadi keputusan athan
ia memutuskan anak mereka didepan mereka dan didepan gadis lain yaitu sahabat Bulan sendiri
"gak sangka saya athan, kamu sunliem, kamu teman Bulan kan, bukannya kamu harusnya tau bagaimana hubungan mereka?" tanya jungsi
"maa percuma, sudah lah" bisik kirsten
"jangan salahkan dia bi, dia gak ngerti apa apa, jangan dentuh sunliem urusan ini" kata athan
Bulan yang melihat sikap athan pada ayah ibunya, dan meminta untuk tidak mengganggu athan lagi bersama siapapun
bahkan athan memilih membela sunliem
BULAN DENDAM...
esoknya, ketika seperti biasa yung harusnya datang
tapi ia tidak datang...
Bulan mulai kuatir dan resah, karna terbiasa dengan kehadiran yung
sorenya, saat yung datang
"Bulan, maaf ya saya baru datang, saya tadi siap, tapi sekertaris saya menerima jadwal dadakan dengan klien" kata yung
"oh iya presdir tidak masalah"
ketika mereka duduk, Bulan menanyakan tawaran kemaren
"pak, tawaran untuk bekerja sama dengan bapak? masih ada kan?" tanya Bulan
"tawaran? emm, oh tawaran kerja? masih, kamu gimana?"
Bulan langsung memberikan jabatan tangan nya pada yung
yung pun menerimanya..
"soal?"
"athan"
"athan? kenapa?"
"dia kemaren datang, bersama sunliem, memutuskan saya didepan orang tua saya, saya cukup kecewa pak" kata Bulan
"apa yang mau kamu lakukan pada dia, lakukan saja, perbuatan dia memang tidak baik" kata yung
atas izin kedua orang tua Bulan juga, yung mulai mengurus beberapa keperluan untuk Bulan bisa bebas
dan atas izin yung juga, Bulan bebas memberikan pelajaran apapun pada athan
setahun berlalu..
dimana sidang kembali dibuka, dengan banyak pertimbangan, Bulan dibebaskan dan bisa menghirup udara segar di luar sana
Bulan keluar dari ruang sidang dan menhirup udara segar setelah setahun berlalu didalam sel penjara
ia langsung memeluk ayah dan ibunya
ia juga berterimakasih atas bantuan dari yung juga ini bisa didapatkannya
Bulan reflek memeluk yung
"oh maaf" kata Bulan
"iya, saya paham" kata yung
mereka pun pulang
beberapa hari diam dirumah, menikmati kebersamaan setahun dilewatkan
__ADS_1
sebelum akan kembali bekerja dengan yung lagi
sudah banyak yang tau, Bulan telah bebas dan kembali beraktifitas, bukan rahasia lagi Bulan keluar setelah nembayat denda
tapi jangan pernah berharap, semua orang bertemu dengan Bulan yang manis, baik dan sopan seperti dulu lagi
Bulan hanya memberikan sikap itu kepada tiga orang, ayah kirsten, ibu jungsi dan presdir yung
Bulan menyempatkan diri bermain ketempat lama nya bekerja, dihotel milik athan
ia berdiri dan disambut karyawan lain
semua menyapa Bulan. tapi Bulan tidak begitu menanggapi nya dengan baik dan ramah
"admin, jadwal sunliem hari ini apa?" tanya Bulan
"ini Bulan, dia sedang menulis bagian laporan, oh ya, dia sekarang sekertaris utama dan sekertaris pribadi pak athan"
"oh"
Bulan berjalan kearah meja kerja sunliem, ia berdiri tepat disamping kanan sunliem
sunliem kaget, ternyata Bulan sudah ada disana
"Bu... Bulan?"
"hai sunliem" sapa Bulan
"selamat sudah keluar"
"terimakasih, walaupun itu berita menyebalkan untukmu tau aku keluar"
"tidak, aku tidak seperti itu Bulan"
"iya, karna kamu sudah mendapatkan athan"
tiba tiba
"Bulan?" sapa athan
"hai athan, apa kabar?" sapa Bulan
"kamu ada urusan kesini?"
"ada, melihat kabar hotel ini"
"emm lalu?"
"melihat kabar kamu"
athan melirik arah sunliem yang hanya diam
"bisa kalian jelaskan tentang kedatangan kalian berdua bersamaan ke tempat ku ditahan?" tanya Bulan
"Bulan, kamu mungkin butuh minum, atau makan, aku akan suruh office boy menyiapkannya"
"jelaskan" ucap Bulan pelan
"emm Bulan, tolong jangan bikin kita malu" bisik athan
"harusnya, saya yang malu, bukan kamu athan" bentak Bulan
Bulan kembali melirik arah sunliem dengan menatapnya tajam
"jelaskan sunliem" bentak Bulan
"Bulan.. kita bisa bicara baik baik"
"bicaralah sebelum aku melemparkan banyak barang kewajahmu" kata Bulan
"Bulan, jaga sikapmu, jika tidak akan akan memanggil satpam" kata athan menatap Bulan
__ADS_1