BULAN SABITA

BULAN SABITA
6


__ADS_3

esok paginya..


bangtan bangun melakukan aktifitas pagi mereka di hotel


admin utama menyuruh Bulan memberikan makan pagi untuk bangtan


Bulan canggung, akhirnya ia pun mengetuk pintu satu persatu berawal di kamar namjoon, hoseok dan yoongi


hoseok yang membukakan


"mau antar makan pagi dari hotel" kata Bulan


hoseok mempersilahkan masuk, disana sudah ada namjoon dan yoongi sedang mengobrol tapi seketika diam dan menatap tajam arah Bulan


begitu juga dengan seokjin dan jungkook yang berada dikamar satunya, dan terakhir ia berjalan ke kamar taehyung dan jimin


tapi disini Bulan merasa ketakutan dan terintimidasi dengan tatapan keduanya


seperti yang sudah di ketahui jika kedua member itu, jimin dan taehyung, sama sama memiliki tatapan tajam yang menakutkan ketika mereka benar benar marah


Bulan keluar. tapi jimin langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya


"permisi aku keluar" kata Bulan


jimin melempar kunci pada taehyung


"apa yang kamu lakukan, bukalah kuncinya, aku banyak pekerjaan"


baik jimin dan taehyung masih diam, sampai dimana kepala pengawas datang mengetok pintu


"Bulan, kamu sedang apa didalam?" tanya kepala pengawas


"saya antar makan pagi pak"


"oh makan pagi"


kesempatan Bulan pergi menghindari jimin dan taehyung


keduanya sepakat, memiliki pikiran yang sama yaitu gadis cantik yang kejam


sepulangnya, ketika dikontrakan sudah ada Sunliem..


ia masuk ke kamarnya dan berdiam tanpa melakukan apapun


"kenapa harus takut? kenapa menciut? mereka tidak akan mengenaliku" ucapnya dalam hati


Bulan langsung berdiri dan menuju kamar mandi


setelah mandi, ia duduk di meja nya dan membuka laptopnya untuk kembali melakukan hobbi nya yaitu menghina bangtan tapi saat memeriksa akun baru lagi lagi akun yang baru saja ia buka untuk akun pribadinya


"Bulan" sapa Sunliem


"emm"


"aku mau rekomendasi parfum mu, boleh aku besok bawa buat cari ke toko parfum, biar gak minta sama kamu"


"boleh, eh kamu libur?" tanya Bulan


"emm besok libur, kamu masuk ya?"


"emm"


melihat Bulan sibuk dengan akun sosial medianya..


"kamu kenapa?" tanya Sunliem


"emm tidak"


"kok gak masuk masuk ke akun mu?"


"emm masuk, tapi belum aku berniat membuka"

__ADS_1


"oh"


Sunliem pun pergi dan duduk di depan televisi


begitu pula Bulan yang sudah kesal karna tak juga terbuka akunnya ia pun menyalakan rokoknya


beberapa menit berlalu Athan datang


"siapa?" tanya Sunliem


"gak tau"


"kamu gak ada janjian sama orang?"


"enggak"


"biar deh aku buka"


setelah membuka ternyata Athan


"pak Athan" sapa Sunliem


"Bulan ada?"


"oh Bulan? ada, didalam"


dalam hati sunliem berniat memperbolehkan Athan masuk supaya tau jika Bulan adalah seorang perokok


"Bu...lan" sapa Athan kaget


"pak (langsung mematikan rokok)"


"emm kamu merokok?"


"em"


Bulan melihat kearah Sunliem yang ada dibelakang Athan


"pak Athan, ada apa ya?" tanya Bulan


"tidak, besok saya lihat jadwal beberapa karyawan mendapat libur sehari. tapi kamu tidak, kamu besok masih masuk?"


"iya, yang libur Sunliem"


"oh, mau ajak jalan kamu tapi yasudah aku gak ambil cuti liburku sehari besok dah, tunggu barengan kamu"


"oh, ya gakpapa pak"


Sunliem masuk kamarnya tanpa ingin mengganggu Bulan dan Athan


esok paginya setelah bersiap pergi ke kantor..


"Sunliem, parfum aku taruh di meja kamar mu ya" teriak Bulan di depan kamar mandi


"ehh jangan dikamar, di meja depan tv aja"


"loh kenapa?"


"gakpapa taruh sana aja jangan dikamar"


"iya"


Bulan berangkat dan sampai di tempat kerja


ia disambut oleh bangtan yang sudah berdiri di depan meja admin


semua member bangtan menatap tajam kearah Bulan tanpa henti, Bulan yang menulis untuk absensi nya merasa tidak bebas dan tertahan oleh tatapan mereka


"Bulan, di kamar 324 nanti bagian yang jatah libur untuk housekepping jadi kamu bisa ya bantu bersihkan" kata admin


"oh iya kak"

__ADS_1


Bulan dengan cepat berjalan ke ruang ganti menghindari tatapan tajam bangtan


"dia pagawai?" tanya Hoseok pada admin


"oh Bulan nama nya kak, iya dia karyawan"


"bagian?"


"multi, jadi dia bekerja mengisi bagian yang kosong seperti tadi housekepping libur dia mengisi, juga nanti bisa juga office girl dan yang lain"


"ahh kenapa gak menetap?"


"bukan rahasia lagi ya kak bagi karyawan lain, sebenernya pas dia masuk itu tidak ada lagi lowongan tapi karna presdir yung baik hati jadi di kasih pekerjaan itu, tetap bayaran sama dan ditambah anak presdir banyak berita suka pada dia" kata admin


"ahh begitu?"


ketika akan pergi, tiba tiba namjoon mengatakan perutnya sakit, ia memilih tinggal di hotel


namjoon juga tak mau ditemani oleh member lain dengan alasan tidak mau mereka menunda masa bersenang senang setelah bekerja


karna setiap selesai job, bangtan akan diberi waktu untuk berjalan jalan dan berlibur


akhirnya bangtan pergi tanpa namjoon


namjoon yang mengingat berada di kamar mana Bulan, ia pun menuju kamar itu


menyusuri koridor dan melihat tiap nomor kamar, kamar 324 pun ditemukan dan akhirnya mendapatkan nya


namjoon masuk diam diam dan benar, Bulan sedang merapikan ranjang tidur disana


Namjoon berdiri di belakang pintu dengan memperhatikan Bulan bekerja


saat Bulan selesai dan akan pergi, ia berbalik badan dan melihat ada namjoon


menarik napasnya perlahan dan melanjutkan berjalan


"permisi" ucap Bulan


tapi namjoon hanya diam memperhatikan Bulan dengan sangat dekat..


"bisa kah kita berkenalan?" tanya namjoon


Bulan menatap tajam wajah namjoon dengan kesal


"aku berada di jam kerjaku jadi tolong biarkan aku pergi"


"apa kita bisa lain waktu bertemu, mengobrol, dan berteman?"


kembali menunjukkan tatapan tajamnya


"salam kenal, saya namjoon" kata namjoon mengulurkan tangannya


"apa jika aku menerima jabatan tanganmu, kamu akan membiarkanku membuka pintu dan pergi?" tanya Bulan


"ya"


"Bulan" jawab Bulan menerima jabatan tangan namjoon


lalu Bulan pun pergi dari kamar itu menuju tempat kerja nya lagi


sedangkan namjoon hanya berdiri dan memperhatikan tangan nya yang baru saja merasakan tangan lembut gadis cantik seperti Bulan


namjoon kembali ke kamarnya lalu duduk berdiam diri di depan tv dan masih memerhatikan telapak tangannya


seketika namjoon berteriak dan ketika mengingat lagi hatters itu membuatnya jatuh cinta


"permisi, apa kamu baik baik saja?" tanya seseorang dari luar karna mendengar teriakan


namjoon membuka pintu kamar dan mengatakan baik baik saja, tadi hanya melihat film hingga terbawa emosi


namjoon pun kembali duduk didepan televisi dan menyalakan tv untuk menonton drama korea, tak lama semua temannya datanh

__ADS_1


mereka sedang menghawatirkan kondisi namjoon


__ADS_2