
Catrine tersenyum.
Ya.
Ada lima petugas penangkapan, masing-masing memiliki tanggung jawab masing-masing.
Satu orang bertanggung jawab 20 buronan. Hanya setelah semua buronan tanggung jawabnya sendiri ditangkap, mereka baru dapat membantu petugas penangkapan lainnya.
Sekarang, muncul berbagai suara di ruang siaran langsung.
Semua petugas penangkapan tersenyum.
"Sepertinya semua orang sangat antusias. Sekarang mari kita undang Pak Andra untuk menyampaikan beberapa patah kata."
Catrine memandang Andra dengan keagungan.
Dengan wajah serius Andra mengangguk.
"Semuanya jangan khawatir. Tidak peduli siapapun buronan yang termasuk dalam daftar perburuan petugas penangkapan, kami akan memburu kembali."
"Ya. Pak Andra benar."
"Ya. Kami telah meningkatkan patroli untuk semuanya. Sekarang setiap 15 menit kita akan melakukan patroli."
"Ya, semuanya harap tenang."
Mereka berlima berbicara dengan penuh percaya diri.
Meskipun mereka tidak dapat menonton komentar di ruang siaran langsung, tetapi mereka tetap dapat menebak apa yang orang-orang bicarakan.
Memang kenapa jika ada Master Pembobol Penjara?
Menghadapi situasi berbahaya seperti itu hanya dalam 24 jam.
Tidak ada yang bisa membobol penjara!
__ADS_1
Catrine juga mengangguk.
Itu benar.
Alasan mengapa tim acara mengatur pembobolan penjara di malam hari, untuk memperlihatkan ke penonton.
Betapa beratnya hidup di dalam penjara.
Jadi, tentu saja para buronan tidak akan diberi kesempatan untuk membobol penjara.
Di ruang siaran langsung, diskusi berlangsung tanpa akhir.
"Ah, ah, meskipun aku sudah tahu bahwa tingkat keberhasilannya rendah, aku masih ingin melihat ada yang berhasil membobol penjara."
"Benar, aku juga sangat ingin melihat ada yang berhasil membobol penjara. Tapi, tim acara terlalu tegas, tidak ada toleransi sama sekali, tanpa basa-basi langsung di tangkap."
"Hahaha..... sebenarnya saat melihat buronan ditangkap, ekspresi putus asa di wajah buronan juga enak dilihat."
"Benar. Setelah menonton acara ini, aku sekarang cuci kaki saja, hanya berani pergi ke toko resmi."
"Tidak, tidak, aku tidak pernah. Huhuhu aku orang baik."
Di ruang siaran langsung, tawa terus berlanjut.
Saat ini pula, langit diluar semakin gelap.
Di saat yang bersamaan, guntur menggelegar.
Catrine langsung bersuara.
"Kami laporan dulu ya, malam ini di Kota Buchville akan ada badai petir. Ayo semuanya cepat pulang dan angkat jemuran."
Di saat yang hampir bersamaan setelah Catrine mengatakannya, suara hujan pun terdengar.
Catrine memandangi hujan lebat di luar dan dengan penasaran bertanya.
__ADS_1
"Para petugas penangkapan, apakah peluang melarikan diri lebih tinggi dihari huja?"
Jarvis yang tubuhnya di penuhi otot tertawa saat ditanya hal ini.
"Tidak, petir malah akan membuat mereka takut."
"Ya, hujan malah akan membuat pelarian mereka lebih sulit."
Semua petugas penangkapan sangat percaya diri, hanya Hazel yang mengernyit kening.
Dia menatap kamera di Kawasan C. Entah apa yang sedang dia pikirkan.
Di saat yang bersamaan, Gavin di Kawasan C perlahan bangkit berdiri.
"Kesempatan sudah datang."
Ketika suara Gavin baru saja terdengar, petir menyambar dan terdengar suara guntur.
Kawasan C tiba-tiba langsung berubah terang. Pada saat ini, gerimis turun menembus jendela dan mengenai rambut Gavin.
Perlahan-lahan, muncul senyum nakal diwajahnya.
Hujan.....
Gavin berjalan ke tepi jendela. Dia melihat badai dahsyat di luar jendela dan mengulurkan tangannya.
Detik berikutnya, tangannya pun basah kuyup oleh air hujan.
Lalu Gavin melambaikan tangannya ketika berjalan kembali ke pintu.
Kemudian, kamera yang tergantung di koridor langsung di basahi oleh air hujan.
Juga muncul banyak tetesan air di atas lensa.
Ini adalah pemikiran Gavin.
__ADS_1