Buronan Penjara

Buronan Penjara
28


__ADS_3

Sedangkan orang-orang yang ada di halaman siaran langsung sedang heboh.


[Suasana menjadi aneh.]


[Ada yang tidak beres! Ada masalah besar!]


[Aneh, kalian semua aneh!]


[Dewa Gavin, aku mau lihat pertunjukan seru, aku bisa membayarmu!]


Semua orang ikut berkomentar.


Akhirnya, Gavin pun memesan beberapa.


Alhasil, beberapa wanita dengan paras yang cukup cantik datang ke kamar Gavin untuk menyanyi dan menari.


Ini tentu saja normal.


Ini adalah sebuah servis yang memang disediakan oleh hotel.


14 juta untuk tiga wanita cantik menari selama setengah jam.


Orang lain tidak tahu apakah Gavin merasa ini sepadan atau tidak, tapi mereka merasa ini sangat sepadan.


Selagi melarikan diri, setidaknya perlu rileks sebentar. Jika tidak, kondisi keesokan harinya saat bangun akan kurang bagus.


Semua orang yang berada di halaman siaran langsung juga menikmati pertunjukan bersama Gavin.


[Harus kuakui, kehidupan Dewa Gavin nyaman sekali. Aku hampir lupa kalau dia sedang melarikan diri.]


[Itu dia! Padahal petugas pemburu berlari sampai kakinya sudah hampir patah. Hahahaha!]

__ADS_1


[Jujur saja, aku tidak pernah merasa selega ini. Dulu petugas pemburu selalu berhasil menangkap siapapun, tapi sekarang mereka sama sekali tidak bisa menemukan Dewa Gavin, hahaha.]


[Dewa Gavin memang dewa sepanjang masa.]


Begitu waktu sudah habis, ketiga wanita itu segera pergi.


Gavin pun mandi air hangat, kemudian dia menggantung pakaiannya di lemari, lalu tidur dengan nyaman.


Disisi lain, pada saat Gavin tertidur pulas. Jarvis membawa semua petugas pemburu kembali ke Penjara Buchville.


Semua orang sudah basah dibanjiri keringat dan terlihat sangat lelah.


Dalam tiga jam, mereka telah mencari ke seluruh penjuru Kota Buchville untuk menemukan keberadaan Gavin.


Namun...mereka nyatanya pulang dengan tangan kosong!


"Jarvis, jangan patah semangat. Mungkin saja dia bersembunyi di tempat lain." kata Hazel menghibur Jarvis.


"Iya, jangan khawatir. Sekarang dua puluh empat jam pun belum sampai. Sehabat-hebatnya Gavin, dia juga tidak bisa lari selamanya."


Jarvis akhirnya merasa tenang setelah semua orang menghiburnya.


Dia mengusap air di wajahnya, lalu menatap Frey.


"Apakah kamu menemukan sesuatu?"


"Untuk sementara tidak ada, aku sudah memeriksa semua sistem chek-in hotel di seluruh Buchville dan aku tak menemukan chek-in yang mungkin dilakukan oleh Gavin."


Semua orang mengernyit setelah mendengar Frey.


Sebenarnya....ke mana Gavin melarikan diri?

__ADS_1


Kemudian, tepat pada saat ini tiba-tiba seorang petugas pemburu berjalan memasuki ruangan.


"Para Ketua, ada suatu hal yang perlu kulaporkan pada kalian."


Raut wajah petugas pemburu ini terlihat agak canggung.


Jarvis menatapnya sesaat, kemudian menganggukkan kepala, "Katakan."


"Baik. Jadi begini, buronan yang tertangkap saat mencoba kabur dari penjara Kawasan C mengaku bahwa dia adalah Master Pembobol Penjara." petugas pemburu itu berkata dengan ekspresi yang terlihat sedikit aneh.


Beberapa petugas penangkapan juga terkejut saat mendengar itu, kemudian satu persatu mulai tersenyum.


Akhirnya, Jarvis yang pertama berkata, "Kalau dia adalah Master Pembobol Penjara, lalu kenapa dia masih terkurung?"


Semua orang langsung tak tahan untuk tersenyum saat mendengar kata-kata Jarvis.


Suasana yang awalnya terasa suram mulai sedikit mencair.


Bahkan Catherine pun tersenyum.


"Leluconmu ini sama sekali tidak lucu."


Di halaman siaran langsung, semuanya pun ikut mengolok-olok petugas itu.


[Lucu sekali, kalau mau meminjam reputasi Dewa Gavin juga bukan begitu caranya.]


[Hei, Badut! Aku adalah Dewa Gavin, Master Pembobol Penjara yang sebenarnya.]


[Sekarang Dewa Gavin sudah tinggal di hotel dengan nyaman, sedangkan kamu masih terkurung di ruang gelap yang sempit. Master Pembobol Penjara apaan?]


[Sumpah, ini bikin aku ngakak! Seorang Master Pembobol Penjara masih terkurung di ruang hitam, apa ini bisa di percaya?]

__ADS_1


__ADS_2