Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 18


__ADS_3

Di malam hujan, mereka mengenakan jas hujan dan pergi ke luar.


Di ruang siaran langsung, banyak orang sedang menonton.


Gavin berjalan di barisan paling belakang. Saat dia pergi, seluruh ruang siaran langsung menjadi heboh lagi.


"Habislah! Dia benar-benar sudah keluar."


"Dia akan bergabung dengan kerumunan dan menghilang! Jika Dewa Gavin benar-benar berhasil melarikan diri dari penjara, apakah dia masih bisa tertangkap?"


"Luar biasa! Malam pembobolan penjara benar-benar berhasil di bobol."


"Dua jam. Dewa Gavin hanya membutuhkan waktu dua jam untuk berhasil membobol penjara."


"Ibu bertanya kenapa aku berlutut sambil menonton siaran langsung, huhuhuhu."


Seluruh ruang siaran langsung heboh.


Sementara di luar sana, semua petugas pemburu yang terbagi dalam dua kelompok sedang menyelidiki kawasan luar.


Di salah satu kelompok, Gavin tiba-tiba berhenti.


"Bro, aku ingin kamu membantuku."


"Apa?"


Seorang petugas pemburu memandang Gavin dengan heran.


Gavin tersenyum sedikit dan segera berkata.

__ADS_1


"Bantu aku memberi tahu Profesor Hazel bahwa dia hampir saja menemukan ku."


"Selain itu, orang itu bersembunyi di ruang bawah tanah ruang kerja listrik."


Setelah mengatakan ini, Gavin segera berbalik dan menghilang ke dalam hutan.


Petugas pemburu itu berdiri di sana untuk waktu yang lama dan baru bisa bereaksi setelah beberapa saat.


"Semua berkumpul, orang itu.... sudah kabur!"


Suara teriakan ini memilukan dan penuh keputusasaan.


Malam hari tepat pukul 08.00


Seluruh Tim Komando hening tak bersuara.


Lima petugas pengejar sedang duduk di atas kursi dengan wajah yang tampak kelelahan.


Alasannya sangat sederhana. Saat ini sedang hujan deras, terlebih lagi daerah sekitar merupakan hutan lebat. Kemungkinannya sangat kecil untuk menemukan Gavin dalam kondisi seperti ini.


Namun, tidak ada yang pernah menyangka bahwa Gavin akan bisa melarikan diri.


Hal yang lebih mengejutkan adalah Gavin melarikan diri dengan menggunakan cara yang begitu gila dan berani.


Bahkan.... dia menggunakan indentitas sebagai petugas pemburu dan menangkap seorang buronan yang berusaha melarikan diri dari penjara.


Ini sungguh merupakan sebuah lelucon.


Hal ini telah menginjak-injak harga diri seluruh petugas penangkapan.

__ADS_1


Harga diri mereka telah terinjak sampai tak bersisa.


Wajah Jarvis saat ini sudah merah padam.


Dia memukul meja dengan tinjunya untuk melampiaskan kekesalannya.


"Arogan sekali! Orang ini sungguh terlalu arogan!"


Jarvis sangat kesal karena buronan yang menjadi tanggung jawabnya telah berhasil melarikan diri.


Hal ini tentu saja membuatnya sangat malu.


Raut petugas penangkapan lain juga tidak berbeda jauh dengannya, mereka semua terlihat tegang dan ketakutan.


Bahkan, Andra yang paling berpengalaman pun menggelengkan kepalanya.


"Aku harus akui, kali ini kita telah bertemu dengan seseorang yang hebat."


"Benar sekali! Kondisi mental Gavin sangat kuat. Dia tidak menunjukkan sedikitpun kepanikan ketika aku mencurigainya, bahkan aku tidak melihat adanya kejanggalan pada dirinya."


Hazel pun menghela nafas.


Sebelumnya, dia hampir saja bisa membuka kedok Gavin.


Kalau saja dia sedikit lebih yakin, mungkin saat ini Gavin sudah sedang duduk di dalam penjara.


Carlos menggelengkan kepalanya pelan ketika mendengar perkataan ini.


"Ini bukan salahmu, Gavin memang melebihi ekspektasi kita. Cara yang dia lakukan untuk melarikan diri terlalu gila mengejutkan kita semua."

__ADS_1


"Jangan-jangan, dia adalah Master Pembobol Penjara yang dibicarakan itu."


Tidak ada yang membantah perkataan Carlos ini.


__ADS_2