Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 16


__ADS_3

Kelopak mata Gavin berkedut-kedut di bawah jas hujan.


Profesor psikologi memang hebat. Dia bahkan bisa menangkap detail sekecil itu.


Situasi merepotkan.


Gavin menarik nafas sedikit lalu berbicara.


"Profesor Hazel, alasan mengapa aku mengatakan bahwa itu dilakukan oleh buronan adalah karena siapa lagi yang akan mematikan kamera pengawas tanpa alasan selain buronan?"


Suara Gavin sangat tenang.


Tatapan semua orang memandang Hazel lagi.


Hazel mengerutkan alisnya.


"Tidak, kamu berbohong. Kata-kata mu itu sebenarnya sedang menggiring kami untuk berpikir ke arah lain. Bisakah kamu melepaskan topi jas hujanmu?"


Tanya Hazel.


Gavin terdiam beberapa saat setelah mendengar ini.


Keheningan sementara ini membuat semua orang menyipitkan mata.


Kemudian, Gavin melepas topi jas hujannya.


"Profesor Hazel, aku tidak berbohong. aku hanya mengatakan isi hatiku saja."


Gavin menatap lurus kearah Hazel dengan tatapan tenang.


Ketika yang lain mendengar ini, mereka melihat ke arah Hazel lagi.


Ekspresi Hazel sedikit ragu-ragu.


Reaksinya tampak tidak sedang berpura-pura.


Namun, dia masih merasa ada yang aneh.


"Kenapa aku merasa kamu sangat asing?

__ADS_1


Hazel bertanya lagi.


Gavin hanya tersenyum tipis.


"Profesol Hazel, jika anda merasa ada yang aneh, anda bisa membandingkan foto-fotonya."


Gavin berkata dengan tenang, ekspresi nya tampak seperti benar-benar tidak mau menyangkal.


Namun, meskipun dia berkata seperti itu, tetapi sebenarnya tubuhnya yang tersembunyi di dalam jas hujan sudah menegang.


Yang paling dekat dengannya adalah Catrine.


Jika wanita ini bersikeras ingin mencari tahu identitasnya, dia akan menawan seorang sandera. Bukankah ini adalah tindakan normal bagi seorang buronan?


Faktanya, alasan mengapa Gavin menyamar sebagai petugas pemburu adalah dia ingin bertaruh.


Dia ingin bertaruh bahwa kelima petugas penangkapan, tidak mungkin mengenal semua petugas pemburu di hari pertama.


Saat Gavin sedang berpikir, suasana di dalam ruangan sangat sunyi.


Menghadapi begitu banyak tatapan dari orang-orang, Hazel juga merasa sangat tertekan.


Jika penilaiannya benar-benar salah, itu juga akan berdampak pada reputasinya.


"Maaf, mungkin aku yang terlalu banyak berfikir."


"Tidak apa-apa, aku mengerti perasaan kalian."


Gavin tersenyum tipis setelah mendengar kata-katanya.


Jarvis sudah tidak sabar untuk berdiri.


"Mari kita cari dia sekarang. Jika terlambat, orang itu mungkin benar-benar akan kabur."


"Ya. Selain para petugas pemburu yang sudah ditetapkan untuk berjaga, yang lain juga boleh ikut mencari."


"Baik."


Jarvis segera berdiri dan melangkah keluar dengan cepat.

__ADS_1


Saat melewati Gavin, dia melirik Gavin sejenak.


"Ikut denganku."


"Oke."


Gavin berjalan keluar dari Departemen Komando dengan ekspresi tenang..


Setelah berjalan keluar dari Departemen Komando, dia menghela nafas lega.


Namun, saat ini tiba-tiba suara Sistem terdengar berturut-turut.


"Ting! Popularitas meningkat 50 ribu!"


"Ting! Popularitas meningkat 100 ribu!"


"Ting! Popularitas meningkat 200 ribu!"


"Ting..... "


Hampir dalam sekejap mata, popularitas Gavin melonjak hingga 500 ribu.


Dan masih terus meningkat.


Apa yang terjadi?


Gavin tercengang.


"Tuan, identitas Anda yang sebenarnya baru saja terungkap dan telah menarik banyak popularitas. Nilai popularitas Anda telah meningkat."


Suara Sistem menjelaskan.


Kata-kata ini membuat Gavin tercengang.


Ada hal seperti ini?


Hanya saja yang dia tidak tahu adalah.....


Pada saat ini, ruang siaran langsung sudah menggila.

__ADS_1


"Aku sedang bermimpi! Aku sedang bermimpi!"


"Hebat sekali sayangku! Gavin, oh tidak. Dewa Gavin sangat pintar! Sangat amat pintar! Berakting di depan petugaa penangkapan itu benar-benar luar biasa!"


__ADS_2