Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 24


__ADS_3

Semua orang pun keheranan.


Setengah jam kemudian, Gavin tiba di sebuah jalan zaman kuno.


Jalan Antik Kota Buchville.


Karena masih hujan, orang tidaklah ramai.


Gavin sampai di sini, langsung pergi ke satu toko yang menjual benda antik.


"Bos, mau apa lihat aja sendiri. Barang disini pasti asli, jika bukan asli tidak perlu bayar."


Seorang pria paruh baya gemuk yang berkata.


Gavin pun tersenyum mendengar ini.


Tidak asli tidak perlu bayar?


Yang aku tunggu adalah perkataanmu ini!


"Bos, patung tembaga kecil ini berapa harganya!"


Gavin pun sembarangan mengambil sebuah patung tembaga yang berukuran telapak tangan.


Patung tembaga ini berbentuk anjing, di permukaan banyak bekas hitam, sepertinya sangat bersejarah.


Pemilik toko melihat, sepasang bola mata pun berputar, kemudian langsung tersenyum.


"Bos memang pandai memilih, ini adalah benda pusaka zaman akhir Dinasti Athena, patung tembaga murnimurni sekitar dua ribu tahun merupakan benda kesukaan salah satu pangeran dinasti itu."


Pemilik toko langsung menjelaskan.


Gavin pun tersenyum mendengarkan.

__ADS_1


"Oh! Berapa harganya?"


"Hehe, murah saja empat puluh juta."


Ekspresi pemilik toko sangat ramah terhadap Gavin.


"Toko kami ini terkenal murah di sekitar sini. Harga seperti ini tidak mungkin bisa di dapat di toko lain, mungkin akan mahal berkali-kali lipat."


Perkataan pemilik toko ini membuat Gavin tersenyum.


Sedangkan di dalam ruang siaran langsung semua penonton pun kebingungan.


[Apa yang dilakukan Dewa Gavin? Membeli benda antik?]


[Menjadi buronan juga harus menikmati hidup. Meskipun tidak bisa beli, tapi lihat-lihat juga boleh.]


[Hahaha, masuk akal! Tapi empat puluh juta, mahal sekali]


Gavin mendadak meletakkan patung tembaga.


"Bos, menggunakan barang palsu membohongi orang, tidak baik loh."


Gavin memandang pria paruh baya dan berkata dengan santai.


Pemilik toko langsung tercengang mendengar ini.


"Apa maksudmu?"


Ekspresi pemilik toko langsung berubah menjadi masam.


"Nak, jang asal omong! Semua barang di toko kami asli, tidak ada yang palsu!" kata pemilik toko dengan sangat marah.


Pemilik toko memarahi Gavin, dia kenapa sepertinya mau menjebak pemilik toko.

__ADS_1


Namun, Gavin tidak bergerak sama sekali.


Dia pelan-pelan mengetuk sebuah patung perunggu, lalu tertawa.


"Pak, jadi orang jangan begitu."


"Hmmph, kalau begitu coba kamu katakan bagaimana barangku ini palsu?"


Pemilik toko tersenyum sinis sambil melihat Gavin.


Sepertinya dia marah sekali.


Bahkan beberapa orang yang berada di halaman siaran langsung tidak bisa menahan diri dari berdiskusi.


[Dewa Gavin, apa yang terjadi?]


[Pemilik toko sepertinya ingin hajar kamu.]


[Ada apa?]


Semua orang tidak mengerti, tapi Gavin malah mengangkat patung itu.


"Kenapa aku bilang barangmu ini palsu, alasannya enteng sekali."


"Pertama, masalahnya di garis model. Seluruh patung ini tidak sesuai garis model, lalu permukaannya halus sekali."


"Kedua, gasket. Tidak ada bekas gasket pada seluruh patung ini."


"Tidak ada garis model, tidak ada gasket, ini berarti sama sekali bukan terbuat dari bahan perunggu dari zaman akhir Dinasti Athena yang seperti kamu katakan. Ini dibuat dengan metode dicetak!"


 "Tentu saja, poin pentingnya ada pada patina di permukaan. Jika kamu memang mendapatkannya dari menggalinya keluar, pasti akan banyak patina di perunggunya. Tapi Pak, perunggu ini bersih sekali."


Gavin tersenyum lalu meletakkan patung perunggu kecil tersebut di atas meja.

__ADS_1


__ADS_2