
Dia tidak percaya, dia tidak bisa menangkap bocah ini.
Melihat Jarvis berjalan kearahnya, Gavin pun tertawa.
"Kalau begitu, mari kita adu siapa yang kuat."
Begitu selesai berujar, Gavin langsung menoleh dan berlari ke depan.
Jarvis mengejar dengan cepat.
Semua adegan ini ditayangkan di siaran langsung.
[Gila! Sekarang mereka mau bertanding ketrampilan parkour mereka?]
[Bocah, aku ingat Jarvis waktu itu termasuk dalam sepuluh besar tentara khusus internasional. Dia pasti sangat berpengalaman di medan seperti ini, kan?]
[Benar! Jarvis adalah raja tentara saat itu. Ini tidak akan mudah, rugi besar jika Dewa Gavin bersaing dengannya dalam hal ini.]
Ada banyak diskusi di halaman siaran langsung.
Di tempat kejadian, Gavin menghadapi rintangan pertama.
Seratus meter didepannya ada tembok yang tingginya mungkin tiga meter.
Seluruh permukaan dinding sangat halus dan tidak ada yang bisa dijadikannya pijakan untuk mendaki.
Para penonton yang melihat adegan ini pun mengernyit.
Di belakang Gavin, Jarvis menyeringai.
Bagus sekali!
Secara visual, tinggi tembok itu setidaknya 3,5 meter.
__ADS_1
Tembok yang begitu tinggi, bahkan sulit didaki olehnya ketika dia menjadi tentara.
Apalagi bocah ini.
Namun, yang tidak disangka semua orang adalah....
Bukannya melambat, Gavin malah mempercepat langkahnya.
Di bawah tatapan banyak orang, Gavin hendak menabrak dinding.
Detik berikutnya, dia langsung melompat. Setelah itu, dia mendarat di dinding dengan satu kaki, kemudian mendaratkan sebelah kakinya lagi.
Hah!
Mereka bahkan tidak melihat apa yang terjadi dengan detail. Yang jelas, tangan Gavin mencengkram dinding.
Kemudian, dia melewati tembok itu tanpa mengerahkan banyak tenaga, menyisakan Jarvis yang menatap bodoh dinding itu dan para penonton yang terlihat kebingungan.
[Brengsek! Apakah ini yang dinamakan pijakan sebelah kaki menembus langit?]
[Hahahaha, lucu sekali. Biar ku jelaskan, Dewa Gavin itu melompat dengan teknik lompat dinding injakan ganda. Rekor internasional untuk lompatan ini adalah tiga meter, sedangkan Dewa Gavin jelas lebih dari tiga meter.]
[Maksudmu, Dewa Gavin bisa lolos sekaligus memecahkan rekor?]
[Begitulah.]
[Gila! Dewa Gavin keren sekali.]
Tak terhitung banyaknya orang yang tercengang.
Jarvis yang masih berada di balik tembok, akhirnya mencoba yang terbaik untuk memanjat.
Namun, ketika dia melihat sekeliling, dia sadar bahwa Gavin sudah menghilang dari tadi.
__ADS_1
"Sial."
Jarvis meninju dinding dengan tinjunya. Darah mengalir dari tinjunya, tapi dia sepertinya tidak merasakannya sama sekali.
Dibandingkan dengan harga diri yang dipermalukan...
Cedera kecil ini bukanlah apa-apa!
Bocah ini, kabur lagi darinya!
Kali ini, bocah ini bahkan kabur setelah mempermainkan nya.
Wajahnya benar-benar tercoreng.
"Ke... Ketua, sekarang apa yang harus kita lakukan?"
Salah satu petugas pemburu menatap Jarvis yang tubuhnya penuh cat dan berbicara dengan hati-hati.
Dipikir pakai dengkul saja tahu, ketuanya saat ini sangat ingin membunuh pria itu.
Jarvis juga gelisah saat mendengar hal ini.
Dia gagal mengikuti, sekarang bahkan harus mencari Gavin dari awal.
Saat ini, terdengar suara dari walkie talkie.
"Jarvis, kamera pengawas telah mengunci sosok Gavin. Dia menghilang di klub balap."
"Klub balap? Kirimkan lokasinya padaku!"
"Baiklah, tapi Jarvis tidakkah lebih baik kamu istirahat dulu? Biar para petugas pemburu yang mengejarnya."
Di ujung sambungan yang lain, Andra berkata demikian setelah melihat sosok Jarvis yang penuh dengan cat di kamera.
__ADS_1