
[Dewa Gavin tidak terkalahkan.]
[Dewa Gavin tidak terkalahkan.]
[Dewa Gavin tidak terkalahkan.]
Setelah menelusuri lengan menara derek, Gavin pun sampai di ruang kemudi.
Gavin hanya tersenyum pada sopir menara derek yang termangu melihat kehadirannya.
"Terima kasih, Bro."
Setelah berkata Gavin melirik ke bawah.
Para petugas pemburu kembali mengejarnya.
Cepat juga respon mereka.
Baiklah, aku akan bermain dengan kalian hari ini.
Gavin mulai turun dari menara derek sambil tersenyum.
Sementara itu di bawah. Mobil Jarvis telah tiba.
Dia turun dari mobil dan menatap Gavin yang sedang turun dengan wajah acuh tak acuh seolah sedang mengatakan....
Sini turun!
Gavin terus memanjat turun seolah-olah dia tidak melihat lawannya di bawah.
Di halaman siaran langsung, semua orang kembali gugup.
[Tamat sudah, kali ini bagaimana?]
[Sial, kenapa mereka begitu cepat? Mereka ini sedang menunggu Dewa Gavin turun?]
[Dewa Gavin, jangan turun lagi!]
Tak terhitung berapa banyak orang yang ikut gugup dengannya.
Di menara derek, Gavin terus turun.
__ADS_1
Namun, tidak lama kemudian dia tiba-tiba berhenti dan melirik selusin petugas pemburu di bawah.
Jarvis menatap bingung, tatapannya pun jatuh ke sisi samping.
Ada sebuah gedung yang masih dalam tahap pembangunan, berjarak dua meter lebih dari Gavin.
Dia tidak mungkin......
Pikiran yang mencengangkan baru saja muncul di benak Jarvis.
Detik berikutnya, terlihat sebuah bayangan muncul di langit.
Gavin.....melompat dari menara derek dan meraih tepi gedung dengan kedua tangannya, sementara tubuhnya masih melayang di udara.
Shosh!
Adegan ini mengejutkan banyak orang.
Mata Jarvis perlahan melebar.
Gawat.
Jika Gavin mati, masalahnya akan sangat besar.
Melihat ini, Jarvis menarik nafas dalam-dalam.
"Ikut aku naik."
Jarvis dan lainnya bergegas masuk ke dalam gedung.
Di halaman siaran langsung, semua orang terkejut.
[Gila! Dewa Gavin terlalu hebat!]
[Benar, jantungku rasanya sudah akan melompat keluar.]
[Benar-benar kelewat batas.]
[Dewa Gavin keren! Begini saja masih bisa kabur.]
[Eh aneh, apa kalian lihat apa yang akan dilakukan Dewa Gavin sekarang?]
__ADS_1
Saat semua orang sedang berdiskusi, Gavin sudah sampai di dalam gedung.
Dia berada di lantai tiga, tidak terhitung tinggi.
Karena itu, ada banyak bangunan yang sedang di bangun.
Melihat bangunan-bangunan ini, Gavin pun tersenyum.
Pada saat Jarvis dan banyak petugas pemburu berlari terengah-engah, Gavin langsung melompat.
Jarvis bergegas ke tepi koridor, yang dia lihat adalah Gavin yang mendarat di atap gedung lain.
"Petugas Jarvis, mau bermain?"
Gavin menoleh dan tersenyum pada Jarvis.
Sontak, Jarvis pun marah.
Sebagai tentara khusus, sebagai raja tentara tahun itu......
Tidak apa-apa di permainkan oleh Gavin berulang kali, tapi sekarang bocah itu juga memprovokasi nya.
Yang dia rasakan hanyalah kemarahan di dadanya yang hampir meledak.
"Aku pasti bisa menangkapmu kembali."
Jarvis meraung dan melompat ke bawah.
Adegan ini sangat mengejutkan semua orang.
Bahkan Gavin juga terkejut, di tidak menyangka lawannya itu akan benar-benar datang.
Melihat Jarvis berguling ke tanah, Gavin tertawa.
"Tampaknya kemampuan petugas Jarvis boleh juga."
"Oh, kamu masih berharap di tangkap oleh ku ya."
Otot-otot di wajah Jarvis menegang.
Sebagai tentara khusus, sebagai raja tentara tahun waktu itu.
__ADS_1
Lari melewati rintangan adalah hal yang lumrah.
Cukup bodoh jika Gavin ingin bersaing dengannya dalam hal ini.