
Dalam sekejap, semua orang yang berada di halaman siaran langsung memanas.
Sedangkan Gavin sudah melipat uang tadi dan melarikan diri.
Lima puluh juta! ini cukup bagi Gavin untu menghabiskannya selama beberapa waktu.
Mengenai bagaimana Gavin bisa menaksir nilai barang, dia menghabiskan delapan ratus ribu poin untuk itu. Dia menggantikan poin tersebut dengan skill taksir nilai barang tingkat A di Mal Sistem.
Kalau mengenai kenapa Gavin memilih menipu pemilik toko itu....
Siapa suruh dia mau jual barang palsu?
Hukum karma selalu berjalan.
Gavin memberi pemilik toko itu sedikit pelajaran agar kedepannya dia tidak lanjut menipu orang.
Setelah mempunyai uang, Gavin langsung mengganti pakaiannya.
Bagaimana pun juga, dia masih memakai pakaian petugas pemburu. Setelah menghabiskan tiga juta, Gavin berjalan keluar dari toko pakaian.
Penampilannya dari atas ke bawah yang kini sudah sangat berbeda.
Tubuh Gavin yang tinggi mengenakan pakaian kasual, kedua matanya terlihat cerah, wajahnya menjadi semakin tampan.
Ketika mendapati perempuan-perempuan yang di jalan terpesona melihatnya, Gavin pun menghela nafas.
"Punya wajah tampan juga sebuah dosa, kemungkinan ditangkap jadi jauh lebih tinggi."
Kata-kata Gavin membuat seluruh halaman siaran langsung gempar.
[Aku, Gavin, Jackson, dan Harvey bertanggung jawab atas ketampanan di seluruh Asia.]
[Di atas, kecil, strukturnya jadi kecil, anjing, Gavin, Jackson, dan Harvey bertanggung jawab atas ketampanan di seluruh Asia.]
[Waaah, Dewa Gavin ganteng sekali!]
__ADS_1
[Sialan, sekarang Dewa Gavin sudah kaya. Tapi, nanti dia tidur di mana?]
[Kamu bodoh sekali, untuk apa Dewa Gavin mengkhawatirkan itu? Dia cuman perlu gerakkan jarinya, pasti langsung ada perempuan yang mau membawanya pulang. Makanan yang ternikmat.]
Halaman siaran langsung penuh dengan tawa.
Tapi, Gavin tidak tahu apa-apa dan langsung naik taksi.
"Pak, ke Hotel Internasional Buchville."
Ketika para penonton mendengar tempat tujuan Gavin, semuanya ternganga.
[Hah! Untuk apa Dewan Gavin ke hotel?]
[Tidak bisa bermalam di hotel kalau tak punya KTP, kan?]
[Oh, aku tahu! Pasti ada perempuan janji dengan Dewa Gavin di sana]
Semua orang mulai asal berpikir dan menebak.
Dia keluar dari mobil, kemudian berjalan masuk ke Hotel Internasional Buchville.
Di Hotel Internasional Buchville.
Jika ditanya di mana hotel paling mewah Kota Buchville?
Jawabannya adalah Hotel Internasional Buchville yang merupakan hotel terbaik di kota ini.
Bahkan kamar biasa bisa mencapai 14 juta untuk satu malam.
Sedangkan untuk presidential suite, tentu saja harganya bisa mencapai 70 juta.
Saat ini Gavin telah berada di dekat meja resepsionis.
"Halo, apakah kamar presidential suite masih tersedia?"
__ADS_1
"Presidential suite? Ada, Pak. Satu malam 70 juta ya. Boleh minta KTP Bapak?"
Begitu melihat Gavin, resepsionis itu pun langsung tercengang.
Tam....tampan sekali!
Sedangkan Gavin hanya tersenyum mendengar perkataan resepsionis itu.
"Maaf, aku lupa membawa KTP."
"Oh....kalau begitu...."
Ketika resepsionis hendak menolak, dia melihat Gavin mengeluarkan belasan lembar uang kertas berwarna merah.
"Bantu aku, pakai saja KTP-mu untuk membuka satu kamar," bisik Gavin.
Si resepsionis sempat ragu sejenak.
"Tapi..."
Phuk.
Gavin menambahkan beberapa lemabr uang lagi.
"Hm?"
Akhirnya, si resepsionis pun menganggukkan kepala.
"Baik"
Mau bagaimana lagi?
Siapa yang bisa menolak uang tip yang begitu banyak?
Selain itu, orang yang meminta bantuannya ini tampan sekali, dia tidak mungkin seorang penjahat kan?
__ADS_1