Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 27


__ADS_3

Tak lama, Gavin pun menerima kartu presidential suitenya, kemudian memasuki lift.


Di halaman siaran langsung, banyak orang yang terkejut melihat adegan tadi.


[Bi...bisa begitu?]


[Malam ini aku mau mencobanya.]


[Memangnya wajahmu setampan Dewa Gavin? Kamu berani coba?]


[Gila! Dewa Gavin bermalam di presidential suite yang harganya 70 juta?]


Semua orang yang berada di halaman siaran langsung tidak berhenti berkomentar.


Setelah itu, semua orang pun di buat melongo saat Gavin membuka pintu presidential suite itu.


Kenapa disebut presidential suite?


Tentu saja karena standarnya adalah yang paling tinggi!


Satu kamar presidential suite ini luasnya bahkan mencapai 100 meter persegi.


Tidak hanya mempunyai ruang tamu dan ruang hiburan, kamar ini juga dilengkapi kamar tidur dengan kamar mandi di dalamnya.


Yang paling memukau adalah kamar tersebut mempunyai view yang langsung mengarah ke laut!


Saat melihat keluar dari jendela, akan tampak pemandangan malam hari Kota Buchville yang sangat indah.


Namun, Gavin terlihat acuh tak acuh dengan semua kemewahan ini. Dia menuangkan segelas anggur merah, lalu duduk di dekat jendela dan menikmatinya.

__ADS_1


Semua orang di halaman siaran langsung heboh.


[Benar saja, kalau tak ada pembanding, kita tak akan tahu yang mana yang lebih baik. Aku ingat, pada dua musim sebelumnya, buronan harus tidur di jalanan dengan rasa cemas...]


[Makanya! Sekarang 99 buronan lain masih terkurung di penjara, udah bau, kotor lagi. Tapi, Dewa Gavin sudah mandi dengan air hangat dan minum anggur merah sambil menikmati pemandangan.]


[Kenapa perbedaan setiap manusia besar sekali? Kenapa Dewa Gavin bisa melarikan diri dari penjara dan dapat uang dengan begitu mudahnya? Huhuhu....]


[Awalnya aku masih merasa diriku lebih keren dari pada para buronan karena aku punya tempat tidur, tapi kini kalau dibandingkan dengan Dewa Gavin, aku tidak ada apa-apanya!]


Halaman siaran langsung dibanjiri oleh komentar para penonton.


Gavin juga tahu pasti banyak orang yang sedang menontonnya, tapi dia tidak begitu peduli.


Yang ada dipikiran Gavin adalah rencana selanjutnya.


Dapat dipastikan bahwa....


Hanya saja, mereka pasti tidak akan pernah menyangka kalau Gavin bisa mendapatkan uang, bahkan bermalam di Hotel Internasional Buchville.


Apa mereka bisa mendapatkan informasi tentangku melalui siaran langsung?


Tidak mungkin, pihak acara tidak mungkin membiarkan kesalahan serendah itu terjadi.


Buronan dan petugas pemburu, kedua pihak masing-masing mempunyai titik buta informasi, siapa pun tidak bisa mengakses saluran informasi pihak lain.


Siapa pun yang sengaja mencari tahu informasi mengenai pihak lain akan dianggap sebagai pelanggaran oleh pihak acara.


Bisa dibilang, saat ini Gavin dalam posisi aman.

__ADS_1


Namun, keamanannya ini hanya bertahan selama beberapa waktu.


Bahkan besok pagi dia sudah harus berganti tempat.


Sebuah kilatan cahaya melintas di mata Gavin.


Lalu, tepat pada saat ini, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Masuk" kata Gavin.


Kemudian, seorang pria berjas membuka pintu dan masuk.


Dia menghadap ke arah Gavin sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Selamat malam, Tuan. Saya adalah kepala pelayan Hotel Internasional Buchville. Apakah Anda memerlukan sesuatu?"


Apa dia memerlukan sesuatu?


Gavin terdiam, lalu tiba-tiba seulas senyum muncul diwajahnya.


"Apa kalian punya servis yang bisa membuatku tenang?"


Untuk menenangkan nya?


Kepala pelayan juga terdiam sebentar, kemudian dia tersenyum.


"Kami punya banyak wanita cantik."


Wanita cantik?

__ADS_1


Gavin tertegun, ekspresinya terlihat aneh.


__ADS_2