Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 22


__ADS_3

Andra pun mengalihkan perhatiannya pada Jarvis.


Sekarang mereka hanya bertugas untuk memberikan bantuan, sedangkan yang bertanggung jawab untuk menangkap Gavin adalah Jarvis.


Tentu saja Jarvis mengetahui hal ini sehingga dia pun menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau memang benar seperti ucapan Pak Andra. Sekarang lokasi sudah dipastikan dan orang itu tidak akan bisa lari kemana-mana lagi!"


Raut wajah Jarvis terlihat begitu senang.


Sedangkan Frey hanya perlu menggunakan beberapa menit saja untuk mencari area penggusuran serta jembatan layang di seluruh Kota Buchville yang bisa dijadikan sebagai tempat beristirahat dan berteduh pada sekitar kawasan Penjara Buchville.


"Baiklah! Aku akan berangkat."


Jarvis pun bangkit berdiri. Bayangannya yang kekar menjauh pergi hingga ke luar.


Total ada 20 petugas pemburu, mereka semua dibagi menjadi lima kelompok dan setiap kelompok akan menaiki mobil yang telah disiapkan. Mereka semua melaju dengan cepat ke titik yang telah di tandai pada peta.


Dikomentar siaran langsung banyak sekali orang yang bersemangat saat melihat hal ini.


[Bagus sekali, dia bisa berpikir dengan jernih dan bisa dengan cepat menemukan masalah.]


[Apa yang dikatakan Pak Andra memang masuk akal. Buronan di dua musim sebelumnya ada yang berkeliaran ataupun bersembunyi di sekitar kota bahkan ada juga yang bertahan hidup di alam liar.]


[Bertahan hidup di alam liar? Hahaha, apa yang akan dilakukan Dewa Gavin ya?]


[Gawat! Dewa Gavin tidak punya kartu identitas ataupun uang, dia hanya bisa pergi ke tempat semacam area penggusuran atau kolong jembatan layang saja.]

__ADS_1


[Tidak perlu banyak bicara lagi, aku akan langsung memeriksa apakah Dewa Gavin ada di jembatan layang sebelah rumahku. Kalau dia ada di sana, maka aku akan membawanya pulang dan tidur bersama.]


[Wow! Dewa Gavin sudah memulai siaran langsung.]


[Apa? Perlengkapan kamera Dewa Gavin sudah dinyalakan?]


[Teman-teman! Ayo maju! Aku ingin lihat Dewa Gavin tidur di bawah kolong jembatan layang.]


[Love!]


Dalam sekejap, banyak orang masuk ke dalam siaran langsung.


Dan pada saat yang bersamaan, ada seorang pemuda yang baru saja turun dari sebuah mobil di bagian luar Kota Buchville.


"Terima kasih banyak."


"Ya, sama-sama."


"Malam ini sungguh tidak pergi ke rumahku?"


Gadis itu menatap Gavin dengan ekspresi penuh penantian.


Gavin pun tidak tahu harus menjawab apa.


Ya!


Dia tahu dirinya sangat tampan.

__ADS_1


Tapi kamu juga tidak perlu begitu inisiatif mengajak, kan?


"Iya, tidak pergi."


"Baiklah."


Gadis itupun kecewa, akhirnya memandang otot perut Gavin sekilas, lalu pergi dengan penuh ketidakrelaan.


Melihat mobil sport melaju pergi, Gavin pun menghela nafas.


Hmmm, apakah ini memiliki kelebihan berwajah tampan?


Aku juga tidak ingin berwajah begitu tampan.


Terlalu mudah menjadi pusat perhatian, akan mudah tertangkap.


Aku lebih bersedia menjadi orang biasa.


Gavin mengelus otot perut, senyuman di wajah sangat lebar.


Setelah perombakan sistem, wajah dia sekarang ini pasti bisa mengalahkan bintang film top.


Yang paling penting, kebugaran fisiknya juga tak kalah mencengangkan.


Hanya otot perut ini saja sudah bisa membuat gadis kecil tergila-gila.


Gavin yang tersenyum, lalu hampir tertawa.

__ADS_1


"Sistem, aku mau mengambil hadiah penyelesaian misi."


Gavin tidak lupa, setelah berhasil kabur dari penjara ada satu kesempatan untuk mencabut undian ketrampilan tingkat S.


__ADS_2