
Dengan satu lompatan, Gavin melompat langsung ke meja makan yang berada beberapa meter jauhnya, sementara Jarvis malah menangkap udara kosong.
"Tangkap dia!"
Emosi Jarvis memuncak.
Empat petugas pemburu lainnya saling melirik dan segera bergerak ke arah Gavin.
Salah satu dari mereka hendak menangkap Gavin, tetapi Gavin terus melompat ke sana kemari.
Dalam sekejap, dia menginjak kepala si petugas pemburu dan langsung menuju jalur aman di belakang.
Tiga petugas pemburu lainnya berusaha untuk mencegat.
Namun, dibandingkan dengan tubuh Gavin yang sangat fleksibel, mereka semua akhirnya jatuh ke atas meja.
Gavin bergerak seperti capung yang bergerak di atas air, dia melompati meja makan yang ada satu per satu. Dia bahkan menginjak tubuh dari para petugas pemburu, lalu berlari ke depan jalur aman.
"Jarvis, aku pamit dulu ya."
Gavin membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada Jarvis, kemudian dia langsung turun ke bawah.
Melihat hal ini, wajah Jarvis pun berkerut karena marah.
"Sial, cepat kejar!"
"Kelompok empat terus berjaga di pintu keluar bawah. Kelompok ketiga, kalian terus mencari keatas melalui jalan yang aman. Selain itu, Frey, pantau terus kamera pengawas!"
Jarvis terus memberi perintah sambil terus berlari ke bawah.
__ADS_1
Di halaman siaran langsung, semua orang yang menyaksikan adegan ini tercengang.
[Gila! Dewa Gavin meninggalkan restoran begitu saja?]
[Astaga, lompatan tadi keren sekali!]
[Dewa Gavin benar-benar ahli, kekuatannya sangat menakjubkan. Jika orang biasa disiksa seperti ini, mereka sudah pasti akan menyerah dari awal, mana mungkin berani kabur.]
[Jangan terlalu senang dulu, semuanya Dewa Gavin masih terjebak di dalam gedung. Jika dia ingin lolos, dia hanya bisa kabur melalui jalur aman dan lift.]
Di halaman siaran langsung terjadi perdebatan sengit.
Namun, ada sebuah fakta yang tak terbantahkan, yaitu Gavin kini sudah lolos dari restoran.
Akan tetapi, bagian bawah bangunan sudah terkunci dari tadi.
Jika Gavin ingin kabur, dia harus segera meninggalkan gedung.
Sedangkan di Departemen Komando, Frey sedang mengamati kamera pengawas dalam hotel sambil terus memberitahukan pergerakan Gavin.
"Jarvis, Gavin masih terus turun. Dia ada di lantai empat sekarang. Tunggu, dia tidak turun lagi."
Kata-kata Frey membuat Jarvis tersenyum dingin.
"Baiklah, kelompok tiga, di mana posisi kalian sekarang?"
"Lapor Ketua, sekarang kami di lantai tiga."
"Baiklah, sekarang aku berada di lantai enam. Kalian berjaga di sana dan jangan bergerak, tunggu perintahku, kita akan menangkap Gavin bersama-sama."
__ADS_1
Jarvis memberi perintah dengan penuh semangat.
Kali ini, bocah ini tidak akan bisa kabur.
Di lantai tiga adalah orang-orang dari timnya sendiri.
Sedangkan dirinya berada di lantai enam.
Dia akan segera turun.
Dia juga sudah menghubungi pihak restoran untuk menghentikan lift.
Dengan kata lain, Gavin benar-benar terjebak di lantai empat.
"Hahahaha.....Gavin, hari ini kamu akan terperangkap, tidak ada celah sedikitpun untukmu."
Jarvis mengelus luka di wajahnya, seolah-olah dia sedang melihat adegan di mana Gavin telah berhasil di tangkap.
Satu kata, puas!
Di halaman siaran langsung, banyak orang menahan nafas.
[Tamatlah sudah, kali ini tidak ada tempat bagi Dewa Gavin untuk kabur lagi.]
[Sial. Bagaimana pun juga, Dewa Gavin seorang diri tidak bisa menghindari begitu banyak petugas pemburu.]
[Benar-benar membuatku panik, orang-orang ini mengincar Gavin.]
[Ckckck. Inikah Dewa Gavin yang kalian sombongkan? Dia akan segera masuk perangkap.]
__ADS_1
Banyak orang berdebat di halaman siaran langsung.