
Setelah keluar dari pintu ini, berarti dia sudah benar-benar keluar dari Kawasan C.
Namun, bagaimana caranya keluar dari pintu ini?
Gavin mengalihkan pandangannya ke buronan yang di tahan di seberang, yang sedang menatapnya dengan tatapan kaget.
"Hei bro, apakah kamu ingin keluar?"
Gavin menghampirinya sambil memainkan kuncinya, lalu bertanya sambil tersenyum.
Ketika buronan itu mendengar kata-kata ini, dia tidak bisa menahan diri untuk menekan ludah.
"Ya! Tentu saja aku ingin."
Dia mengangguk dengan tergesa-gesa.
Aku cuma bercanda.
Selama dia dapat melarikan diri, dia akan di hadiahi uang tunai senilai dua miliar.
Walaupun tidak berhasil melarikan diri, asalkan bisa keluar dari penjara saja, menurut evaluasi tim acara, dia setidaknya sudah bisa mendapatkan beberapa ratus juta.
Ketika Gavin mendengar apa yang orang ini katakan, senyum diwajahnya semakin merekah.
"Sini mendekatlah, aku akan memberitahu mu bagaimana caranya."
"Baik!"
Buronan itu mendekatkan kepalanya tanpa ragu-ragu.
Tepat pada saat ini, Gavin langsung mengulurkan tangannya melalu pintu besi dan menghantam orang itu.
__ADS_1
Dalam sekejap, buronan itu pun pingsan.
"Ck ck ck, aku tidak punya pilihan lain bro, maaf jika aku harus mengorbankan mu."
Gavin tersenyum, kemudian dia berteriak dengan keras.
"Tolong! Ada yang pingsan."
Di dalam ruang jaga.
Awalnya keempat penjaga penjara sedang bermain kartu dengan bosan dan terkadang melirik Kawasan C.
Namun, suara Gavin saat ini membuat mereka semua berdiri.
Apa yang terjadi?
Keempatnya saling memandang. Akhirnya seorang pria besar mengeluarkan walkie talkie.
Di Gedung Komando.
Siarang langsung masih berlangsung. Andra sedang menceritakan pengalamannya kepada semua orang.
Pada saat ini, suara di walkie talkie membuat semua orang tercengang.
Ini....
"Sepertinya seseorang ingin mencoba melarikan diri melalui rumah sakit penjara."
Dalam sekejap, Carlos Smith, seorang detektif terkemuka angkat bicara.
Dia sangat sensitif dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
Bagaimana pun, kesehatan setiap buronan baru saja diperiksa..
Bagaimana mungkin merek bisa pingsan secara tiba-tiba?
Setelah mendengar perkataannya, yang lain mengangguk.
"Masuk akal! Rumah sakit penjara didirikan di kawasan pagar kedua. Jika itu hanya tipuan, berarti memang mungkin ada yang ingin melarikan diri dari penjara. Bagaimana kalau perintahkan keempat penjaga penjara itu untuk pergi bersama-sama?"
Andra memandang semua orang.
Orang lain juga mengangguk.
Dalam sekejap, keempat orang diruang jaga telah menerima perintah. Mereka semua bangkit dan bergerak menuju Kawasan C.
Di Kawasan C.
Ketika mendengar suara pintu di buka, Gavin langsung melompat. Dengan kekuatan tubuhnya, dia meraih pipa pemadam kebakaran yang ada di atas dan menggantung tubuhnya di langit-langit.
Tak lama kemudian, para penjaga penjara datang. Mereka semua menggelengkan kepala setelah memastikan bahwa orang di penjara itu pingsan, kemudian segera mengangkatnya keluar.
Namun, mereka tercengang ketika mereka tiba di pintu.
"Siapa diantara kalian yang menutup pintu? Kenapa pintunya tidak ditutup rapat?"
"Aku. Tapi ini aneh, aku ingat aku telah menutupnya denga rapat."
"Ah, sudahlah. Kalian berdua, cepat antar orang ini ke rumah sakit. Jika terjadi kesalahan, itu akan merepotkan."
"Baiklah."
Kedua penjaga penjara itu pun pergi dalam sekejap.
__ADS_1
Namun, tidak ada yang menyadari bahwa seseorang telah keluar melewati sudut dinding.