Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 23


__ADS_3

"Kling! Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah satu kali gratis mencabut undian ketrampilan tingkat S."


Gavin mengangguk kepala mendengarkan perkataan ini.


"Mulai mencabut undian!"


"Baik, dalam persiapan!"


Seketika, di depan Gavin muncul sebuah papan transparan, di atasnya ada berbagai macam hadiah.


Papan undian mulai berputar dengan cepat.


Beberapa saat kemudian pun berhenti.


"Kling! Selamat Tuan mendapatkan Ketrampilan Parkour tingkat S (maksimum)."


Suara pemberitahuan sistem ini membuat Gavin bahagia.


Ketrampilan parkour tingkat S (maksimum)?!


Mantap!


Dengan adanya Ketrampilan Parkour tingkat S ini, kedepannya dia pasti bisa mengatasi pengejaran dari petugas pemburu, peluang kabur pun menjadi lebih besar.


Gavin sangat puas dengan ketrampilan ini.


Di waktu bersamaan, terdengar suara bip bip.


Kamera kecil hitam yang ditempelkan di dada Gavin pun sudah terbuka.


"Ini sedang siaran langsung?"


Gavin komat-kamit sendiri.


Di ruang siaran langsung, orang-orang sudah mulai mengomentari.


[Hah! Apa yang tadi aku lihat? Ada gadis yang mengajak Dewa Gavin bermalam di rumahnya?]


[Apa! Apakah ini kelebihan berwajah tampan? Aku tidak terima!]


[Aku tidak terima!]


[Tidak Terima]

__ADS_1


[Perbedaan antar manusia kenapa begitu besar..]


Gavin tentu saja tidak tahutahu komentar di siaran langsung.


Setelah dia menyadari kameranya aktif, dia pun tidak begitu memedulikannya.


Dirinya memang tampan, tapi tampan juga tidak bisa buat kenyang, malam ini harus bagaimana?


Hujan deras ini memang membantunya, tapi juga membawakan sedikit masalah padanya.


Tinggal di mana?


Masalah perut masih bisa ditahan.


Tapi masalah tempat tinggaltinggal harus bagaimana?


Tidak ada KTP, tidak ada uang, bahkan sekarang memiliki status sebagai buronan.


Sedikit merepotkan.


Gavin memejamkan mata dan berpikir.


Saat ini, suasana di sekitar pun menjadi hening.


Suara hujan, suara mesin dan suara klakson pun hilang.


Tempat seperti gedung terbengkalai, bawah jembatan meskipun bisa berlindung dari hujan, tapi tidak boleh pergi ke sana.


Tempat yang bisa dipikirkan orang pada umumnya, tim penangkapan pasti juga bisa tahu, bahkan mungkin sudah mulai memeriksa.


Jadi bagaimana?


Beberapa saat kemudian, Gavin membuka matanya.


Muncul senyuman di wajahnya.


Ada!


Gavin menoleh ke arah gadis yang terus menolehkan kepala ke arahnya.


"Hai gadis cantik! Bolehkah aku meminjam ponselmu?"


"Hah..." muka gadis tersebut langsung memerah saat mendengar perkataan Gavin.

__ADS_1


Pria tampan ini tahu aku sedang melihatnya?


Dia kenapa menanyakan ponselku? Apakah mau minta nomor WhatsApp?


Dia suka padaku? Mau menjadi pacarku?


Aku akan menikah dengannya? Siapa nama anak kami bagusnya?


Pas mati harus bagaimana? Kubur bersama?


Tanpa disadari, gadis ini sudah berhalusinasi dari pacaran sampai meninggal.


Sedangkan Gavin juga sudah mengambil ponselnya.


Menggunakan beberapa menit, Gavin pun mengembalikan ponsel padanya.


"Ini, Terima kasih."


"Ya, sama-sama."


Gadis pun menerima ponsel dengan muka malu, pas Gavin memutar badan pergi, dia penuh penantian membuka WhatsApp.


Kosong melompong...


[Lucu sekali! Ekspresi adik kecil, mungkin sudah berhalusinasi sampai kubur dimana?]


[Dewa Gavin setampan itukah? Tidak kelihatan wajahnya! Ahhh!]


[Apa! Dewa Gavin memiliki daya tarik sekuat ini? Luar biasa]


[Aku tidak peduli semua ini, aku hanya peduli Dewa Gavin sekarang mau pergi ke mana?]


[Tidak tahu juga, mungkin mencari tempat yang tidak ada orang lalu tidur?]


[Para gadis, ingat jalan lalu pergi mencari tempat Dewa Gavin tidur, lalu membawanya pulang ke rumah.]


Di ruang siaran langsung, komentar tidak kunjung berhenti.


Sedangkan Gavin tidak memedulikannya, terus melangkah maju ke sebuah gang kecil.


[Dewa Gavin mau pergi ke mana?]


[Tidak tahu juga, coba lihat terus saja]

__ADS_1


[Aku penduduk lokal Kota Buchville, dari rute Dewa Gavin ini, sepertinya tidak jauh dari sini ada sebuah Jalan Antik?]


[Jalan Antik! Dewa Gavin kenapa pergi ke tempat seperti ini, dia ingin mencari benda pusaka?]


__ADS_2