Buronan Penjara

Buronan Penjara
Bab 34


__ADS_3

Dia sendiri juga merasa mumpung gratis ya makan saja. Kalau tidak, nanti dia harus beli lagi di luar dan kualitasnya tidak sebagus di sini.


Setelah masuk ke restoran di lantai tujuh, Gavin melihat ke sekeliling.


Restorannya sudah lumayan ramai.


Gavin tidak terlalu peduli dan segera menunjukkan kartu kamarnya, lalu diapun mulai memilih makanan yang dia sukai.


Dia mengambil daging lobster Australia, abalon raksasa, kepiting bulu Shanghai dan terakhir segelas susu. Kemudian, dia mengambil semangkuk bubur polos dan duduk di sebuah meja kosong, lalu mulai menikmati sarapannya.


Melihat keadaan ini, penonton di halaman siaran langsung hampir muntah darah.


[Dasar pemuda sinting! Mobil petugas pemburu sudah di bawah. Dewa Gavin bisa-bisanya masih menikmati sarapan?]


[Gila! Sarapan ini benar-benar sangat enak. Saat ini, menu sarapan di penjara hanya sepiring sayur asin dan satu mantau.]


[Makanannya memang enak, masalahnya..... petugas pemburu benar-benar sudah menuju ke atas! Aaaaa!]


[Aduh, aku benar-benar gelisah. Cepat lari!]


Para penonton di halaman siaran langsung terus berteriak.


Sedangkan Gavin masih makan sarapan dengan santai.


Dia sedang makan, untuk apa terburu-buru?


Ketika Gavin sedang sibuk makan daging lobster Australia, beberapa pria sedang menaiki tangga darurat yang berada jauh dari restoran.


Kebetulan Gavin melihat mereka.


Petugas pemburu?

__ADS_1


Gavin agak terkejut melihat seragam yang familiar itu.


Gavin merasa terkejut, dia tidak menyangka petugas pemburu bisa menemukan tempat ini.


Bagus!


Gavin menghela nafas, tetapi tidak ada respon dari lawan.


Harus diakui, pihak lawan sangat berhati-hati.


Di lantai atas terbagi menjadi dua jalur, yang satu adalah elevator dan yang satunya lagi adalah akses darurat, tapi kenapa malah jadi seperti ini?


Lebih baik sarapan dulu lah.


Gavin pun menyantap buburnya dengan santai.


Semua orang yang menonton siaran langsung itu tercengang!


[Memang hebat! Dia sudah melihat si petugas pemburu itu, tapi masih menyantap sarapan di sana?]


[Ayo cepat lari! Benar-benar membuatku panik!]


[Hahaha..... jangan kalian pikirkan lagi, mungkin Gavin sudah menyerah, lagi pula dari tadi sudah ada orang yang berjaga di bawah.]


[Benar! Sudah ada orang yang berjaga di bawah, jadi Gavin tidak mungkin bisa melarikan diri.]


Perdebatan berlanjut memenuhi halaman siaran langsung.


Pada saat ini, di lantai empat belas, Jarvis berjalan keluar dari elevator dan dengan cepat menemukan kamar tempat Gavin tinggal sebelumnya.


Kamar nomor seribu empat ratus lima belas.

__ADS_1


Ada empat petugas pemburu lainnya yang berada di sisi Jarvis.


Jarvis melihatnya dan berkata dengan suara rendah, "Aku akan mendobrak pintu ini, lalu kalian berdua berjaga di depan pintu dan sisanya ikut aku masuk ke dalam, mengerti?"


"Baik Ketua!"


Keempat orang tersebut menjawab dengan kompak.


Jarvis menganggukkan kepalanya, lalu dia pun langsung menendang pintu itu!


Phamm!


Bahkan sebuah pintu anti maling juga tak sanggup menahan kekuatan Jarvis.


Dalam sekejap, Jarvis pun menerobos masuk ke dalam sambil berteriak dengan suara keras, "Petugas penangkapan, berlutut!"


"......."


Ruangan tersebut sangat hening, di sana hanya ada seorang bibi petugas kebersihan yang menatap Jarvis dengan ketakutan.


Jarvis pun tercengang.....


Di mana orangnya?


Jarvis menerobos ke dalam toilet, hanya ada genangan air di atas lantai, bahkan kacanya masih tertutupi oleh embun.


Sial!


Sudah melarikan diri!


Jarvis memukul pintu tersebut, lalu berkata dengan suara berat,

__ADS_1


"Departemen Komando, Departemen Komando, si brengsek itu sudah pergi!"


__ADS_2