
Namun, Jarvis menolak dengan tegas.
"Aku baik-baik saja, sekarang yang paling penting adalah menangkapnya."
Kata-kata ini di katakan Jarvis sambil menggertakan gigi.
Baginya, cedera ini sama sekali bukan apa-apa.
Akan tetapi, dia harus mengembalikan harga dirinya.
Bagaimana dia bisa bertemu kawan lamanya nanti jika seperti ini?
Sungguh sebuah lelucon.
Di situasi seperti ini, Jarvis langsung pergi ke titik lokasi yang diberikan Andra, tapi ternyata salah.
Di saat yang sama, satu kilometer jauhnya, Gavin juga sudah berhenti.
Dia melirik kamera pengawas diatas kepalanya dan cemberut.
"Menempel seperti ini benar-benar merepotkan."
Dasar permen karet yang lengket.
Gavin menggelengkan kepalanya.
Kamera pengawas terlalu intensif di zaman moderen sekarang.
Kecuali jika kamu pergi ke tempat di mana kamera pengawas tidak dapat merekammu dan keluar setelah mengubah penampilan.
Jika tidak, kamu akan selalu di targetkan oleh kamera pengawas.
Ini benar-benar merepotkan. Orang itu pasti akan segera menyusulnya sebentar lagi.
Dia tidak bisa menghabiskan waktu bersama mereka seperti ini.
Dia harus menemukan cara untuk keluar, atau bahkan jika dia sekuat apapun staminanya.
Dia tidak akan bisa menang dari dua puluh orang lawan.
Ketika Gavin sedang berpikir, suara sistem tiba-tiba berbunyi.
"Ding! Misi utama dirilis. Nama misi : Menghilang. Persyaratan misi: Terlepas dari petugas pemburu sepenuhnya."
"Hadiah misi: Gratis 1x pertukaran ketrampilan ilahi."
Suara sistem membuat Gavin tercengang.
Sialan! Misi sistem datang?
Kebetulan misi ini bertepatan dengan pemikirannya.
Namun sekarang, bagaimana cara menyingkirkan para petugas pemburu itu sepenuhnya?
Apa yang harus dilakukan?
Setelah memikirkannya dengan teliti, Gavin menggelengkan kepalanya.
Beberapa rencana yang di pikirkan berturut-turut ditolak olehnya.
Semuanya tidak aman untuk dilaksanakan.
Lupakan saja, lakukanlah selangkah demi selangkah.
Setelah berpikir demikian, Gavin berlari menuju bagian dalam Klub Balap.
Di juga bisa mencoba untuk menyingkirkan para petugas pemburu di sini.
Setelah menemukan salah satu pintu, Gavin pun berjalan masuk.
Tepat ketika dia membuka pintu dan masuk, dia melihat sekelompok orang berbaju balap sedang menatapnya.
Pada saat yang sama, seorang pria berjas juga menatap Gavin.
__ADS_1
"Kamu pembalap nomor sembilan? Kenapa baru datang sekarang? Cepat ganti pakaian dan pergi bertanding. Pertandingan ini berkaitan dengan kehormatan balapan Kota Buchville kita."
Setelah mengatakan itu, pria itu menyerahkan setelan balap berwarna putih kepada Gavin.
Gavin melihat baju balap itu dan tertegun selama dua detik.
Kemudian dia perlahan menunjukkan senyuman di wajahnya.
Sepertinya.....dia telah menemukan cara untuk melarikan diri sepenuhnya.
Gavin tersenyum lebar dan mengangguk.
"Baik, aku tidak akan mengecewakan kalian."
Setelah mengatakan itu, Gavin mengenakan baju balapnya dan mengikuti semua orang keluar dari ruang tunggu.
Adegan ini terlihat oleh para penonton secara menyeluruh.
[Wah! Apa yang ingin Dewa Gavin lakukan? Dewa Gavin ingin berpura-pura menjadi pembalap dan berpartisipasi dalam pertandingan?]
[Aku sedang bermimpi!]
[Aku juga sedang bermimpi! Pertandingan balap mobil bukan menyetir biasa, orang awam bisa mati kapan saja.]
[Ini....]
Semua penonton terkejut.
Namun, Gavin tidak tahu semua ini.
Dia sudah membuka Mal Sistem di tengah jalan dan menukar sebuah ketrampilan.
Namun, ketika sudah duduk di mobil formula putih sekarang, Gavin melihat ke samping.
Sudah ada kerumunan besar di sekitar tempat penonton.
Pembawa acara berdiri diatas panggung dan menjelaskan dengan antusias.
Shosh!
Gavin melihat pembalap lain yang mengenakan pakaian putih berdiri, jadi dia juga ikut berdiri.
Pada saat ini, Gavin melihat Jarvis dan sekelompok petugas pemburu yang berjalan masuk dari luar arena.
Mereka sedang mencari di tempat penonton tapi tidak melihat Gavin sama sekali.
Sementara penjelasan pembawa acara masih berlanjut.
"Oke! Selain ini, aku juga ingin mengumumkan bahwa dalam pertandingan kali ini, ada juga Raja Balap yang memenangkan kejuaraan balap nasional. Dia adalah... Tuan Narish Steph! Mari kita sambut dengan tepuk tangan!"
Setelah dia selesai berbicara, seorang pria dengan setelan balap ungu berdiri dan melihat ke sekeliling dengan bangga.
Gavin juga memandang orang itu.
Raja Balap?
Cukup menarik.
Gavin tersenyum.
"Baik, sekarang semuanya telah di perkenalkan kepada kalian semua, selanjutnya adalah sesi pertandingan!"
"Total ada tiga lap sejauh 10 kilometer, yang pertama menyelesaikan nya adalah juara pertama di Pertandingan Balap Kota Buchville kali ini."
"Hitung mundur dari sekarang, pertandingan akan dimulai dalam 30 detik."
Seiring pembawa acara berbicara, waktu hitung mundur yang besar muncul dilangit.
Pada saat yang sama, banyak pembalap sudah mulai melakukan pemanasan.
Gavin juga melakukan hal yang sama.
Hanya saja sebagian perhatiannya tertuju pada Jarvis.
__ADS_1
Mereka masih belum, menemukannya?
Ketika Gavin tersenyum, Jarvis tiba-tiba berhenti dan mengangkat telepon, sepertinya sedang menjawab sesuatu.
Setelah dia berdiri di tempat selama dua detik, matanya langsung tertuju pada Gavin yang sedang duduk di sebuah mobil balap putih.
Katika melihat Jarvis akhirnya menemukannya, Gavin tersenyum padanya.
Pada saat yang sama, suara pembawa acara terdengar lagi.
"Hitung mundur, tiga!"
"Dua!"
"Satu!"
"Mulai!"
Boom boom boom!
Terdengar deru mesin dan suara derit ban yang bergesekan dengan tanah.
Di lapangan pertandingan, puluhan mobil balap mulai berpacu dalam sekejap.
Gavin tentu saja termasuk di dalamnya.
Ketika melihat adegan ini, mata Jarvis di penuhi dengan urat merah.
"Sialan! Semuanya naik mobil dan kejar dia!"
Jarvis ingin mengejar, tapi sudah terlambat.
Betapa cepatnya kecepatan mobil balap?
Gavin sudah mencapai posisi kedua dalam tim hanya dalam sekejap mata.
Di depannya adalah Narish yang dikenal sebagai Raja Balap.
Narish juga terkejut, dia dikenal sebagai Killer Step Awal.
Tidak ada yang bisa mengejarnya dalam tiga kilometer pertama.
Namun sekarang, orang di tim Kota Buchville belakangnya ini malah bisa menyusulnya?
Menarik.
Senyum muncul di wajah Narish. Setelah itu, dia melihat ke tikungan tajam di depannya.
Bagus sekali, aku akan menyingkirkan mu di sini.
Begitu ide ini muncul di benaknya, mobil pun memasuki tikungan.
Narish menunjukkan teknik menikung yang cukup sempurna, berbelok 90 derajat!
Dia pun mendapatkan sorakan yang meriah dengan ini...
Namun, beberapa saat setelah Narish merasa senang....
Sebuah mobil balap putih terlihat di kaca spionnya.
Itu adalah mobil bapak nomor sembilan, Gavin.
Boom boom boom!
Dibandingkan dengan teknik menikung lambat Narish.
Gavin bukan hanya tidak menginjak rem, tetapi malah mempercepat mobil dengan ekstrem.
Kecepatannya sangat cepat hingga hampir menyentuh lintasan.
Adegan ini mengejutkan semua orang.
Bahkan Narish juga membelalak. Dia tidak menyangka lawannya begitu gila.
__ADS_1