
"Dengan mengadopsi desain simetris dan di kelilingi oleh dua lapis tembok, tempat ini terbagi menjadi kawasan A, B, C dan D."
"Kali ini, para buronan ditahan di Kawasan C," Catrine berdiri di depan kamera dengan senyum manis yang ramah.
Di sebelahnya, ada para buronan yang mengantre untuk memasuki penjara.
Gavin kebetulan berjalan di dekat Catrine.
Mendengar hal ini, alisnya naik.
Dikelilingi dua lapis tembok?
Sepertinya tingkat kesulitannya cukup tinggi.
Dia baru berpikir sejenak, kemudian gilirannya sudah sampai.
Dia menerima seragam tahanan dari para petugas pemburu yang bertugas sebagai penjaga penjara.
Setelah itu, mereka melangkah masuk ke gerbang.
Saat memasuki gerbang, Gavin melirik gerbang melalui sudut matanya.
Gerbang itu terbuat dari baja setebal sekitar 5 cm, dikunci dengan kombinasi tiga metode penguncian, sidik jari, kata sandi, dan kunci tradisional biasa.
Dalam sekejap, serangkaian informasi muncul di benaknya.
Selanjutnya, dia terus bergerak maju. Dia melihat ke dinding di sekitarnya dan menerawang ketiga ketiga pintu baja di bagian dalam penjara.
"Baiklah, ini Kawasan C. Selanjutnya, aku akan menyebutkan nama kalian. Buronan yang namanya disebut, silahkan maju dan ikut dengan penjaga penjara."
"Thomas"
"Ya"
__ADS_1
"Rendy"
"Aku"
"Hengky"
"Hadir"
"Gavin"
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya nama Gavin disebut. Dia melangkah maju selangkah ke hadapan penjaga penjara.
Penjaga penjara meliriknya sekilas, membandingkan dirinya dengan foto, kemudian mengangguk dan memasangkan lecana padanya.
"Ikut aku."
"Ya."
Gavin mengikuti penjaga penjara dari belakang. Setelah beberapa saat, mereka berhenti di depan penjara terunjung di Kawasan C.
"Ya."
Gavin masuk ke dalam penjara.
Terdengar bunyi pintu terkunci saat petugas pemburu yang berperan sebagai penjaga penjara itu mengunci penjaranya.
"Besok malam, nikmatilah bagaimana rasanya diburu." penjaga penjara itu tersenyum memamerkan gigi yang putih.
Gavin juga tersenyum.
"Bagaimana jika aku bisa kabur malam ini?"
"Hahahaha, anak muda. Aku menjaga perbatasan ketika aku masih tentara. Menurutmu, apa kamu punya kesempatan melakukannya?" penjaga penjara itu mendekati Gavin dan memandangnya dengan jijik.
__ADS_1
Gavin juga tak mau kalah, dia berjalan mendekati penjaga itu dan menatap matanya.
"Kalau begitu lihat saja kemampuan masing-masing."
"Huh, setuju."
Penjaga penjara mendengus dingin kemudian beranjak pergi sambil bersiul.
Setelah semua penjaga penjara pergi, seluruh Kawasan C pun menjadi sunyi.
Gavin duduk di tempat tidur. Namun, entah kapan dua kunci berwarna hitam muncul di telapak tangannya.
Kunci? Ya.
Dua kunci ini, yang satu adalah kunci untuk membuka Kawasan C dan sel penjara.
Yang lainnya adalah kunci untuk membuka penjara dia sendiri.
Ketika sedang menantang penjaga penjara, Gavin menggunakan ketrampilan mencuri tingkat dewa untuk dengan mudah mendapatkan kunci tersebut.
Dari awal hingga akhir, penjaga penjara itu bahkan tidak menyadari bahwa kunci hilang.
Lagi pula, saat itu pintu telah terkunci.
Sedangkan untuk membuka gerbang Kawasan C tidak harus menggunakan kunci.
Ada tiga cara untuk membuka gerbang Kawasan C.
Sidik jari, kata sandi dan kunci tradisional.
Alasan kenapa harus memakai kunci tradisional adalah karena kunci pintu yang dirancang secara elektronik, pasti ada kemungkinan kegagalan.
Oleh karena itu, kunci digital negara umumnya disertai dengan kunci tradisional.
__ADS_1
Ini juga alasan mengapa Gavin bisa berhasil.
Tentu saja, alasan utamanya adalah karena ketrampilan mencuri tingkat dewa nya terlalu hebat.