CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Bantuan


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu tidak ada momen spesial di antara mereka berdua.


Sampai beberapa hari kemudian, Jacelyn tetap tinggal di apartemen bersama putra, sudah beberapa hari Jacelyn tidak datang ke kantor.


Orang tua Jacelyn tetap mencari keberadaan Jacelyn, tetapi usaha orang tuanya itu tidak ada hasil sama sekali.


Pasalnya Pratama telah melakukan sesuatu untuk menyembunyikan Jacelyn, Pratama sudah mengetahui kenapa Jacelyn meninggalkan rumahnya karena mencari tahu tentang apa yang ingin di ketahui Pratama bukanlah hal yang sulit, mengingat Pratama adalah sebagai pewaris tunggal di perusahaan terbesar.


Sebelum Pratama menempati apartemen yang dia beli, Pratama menyuruh sekertarisnya untuk menyuruh orang menyembunyikan Jacelyn.


Seperti orang yang mengawal seorang bos tetapi dari jarak jauh, ketika ada seseorang yang mendekati bosnya dia akan di singkirkan secara perlahan tanpa sepengetahuan bosnya.


***


Hari itu di apartemen milik Pratama, Jacelyn dan Pratama tengah sarapan pagi.


Tiba-tiba handphone Jacelyn berdering, melihat dari layar handphone nya yang berada di atas meja makan, panggilan itu dari sekertarisnya Intan.


Jacelyn buru-buru langsung mengangkat telepon itu, pasalnya beberapa hari ini Jacelyn tidak mendapatkan kabar apa-apa dari sekertarisnya, karena dia pikir perusahaannya baik-baik saja.


" Halo Bu selamat pagi." Ucap Intan dari seberang telepon.


" Iya selamat pagi." Jawab Jacelyn dengan tegas.


" Bu, mohon maaf mengganggu waktunya, ini saya ingin memberikan informasi." Terus Intan yang sedikit gugup.


" Kabar apa silahkan berbicara." Jawab Jacelyn dengan penasaran.


" Ini, Bu, perusahaannya Vins group yang sudah investasi di perusahaan kita selama bertahun-tahun ingin mencabut dananya dari perusahaan kita." Jelas Intan.


" Bagaimana bisa? Terus apa alasan mereka mencabut dananya?" Jawab Jacelyn bingung.


" Kurang tau Bu, mereka tidak memberikan alasan yang jelas." Jawab Intan dengan apa adanya.


" Baiklah, nanti saya akan mengurus semuanya, ketika ada sesuatu yang mengenai masalah perusahaan kamu bisa kabarin saya." Jawab Jacelyn dengan nada yang tenang, seakan Jacelyn tau apa yang harus dia lakukan.


" Baik Bu."


Jacelyn langsung mematikan teleponnya.


Pratama yang sedari tadi mendengar perkataan Jacelyn dengan Intan, Pratama mencoba menanyakan lagi apa yang Jacelyn dan Intan bicarakan, hanya untuk memastikan kalau memang benar apa yang terjadi.

__ADS_1


" Ada apa?" Tanya Pratama penasaran.


" Ada masalah perusahaan." Jawab Jacelyn dengan tenang.


" Memangnya masalah apa yang terjadi di perusahaan?" Tanya Pratama mencoba memancing Jacelyn untuk berbicara mengenai masalah itu.


" Kamu tidak perlu tau, ini tentang perusahaan." Jawab Jacelyn yang tegas tidak bisa membuat Pratama untuk bertanya lagi.


" Ohh baiklah kalau begitu, maaf." Jawab Pratama dengan senyum.


Jacelyn hanya mengangguk menjawab perkataan yang di lontarkan Pratama.


Pratama yang melihat Jacelyn dengan wajah memucat dan panik, dia mencoba untuk membantunya dan menyuruh Rio sekertarisnya untuk mengetahui alasan kenapa perusahaan Jacelyn yang sebelumnya baik-baik saja sekarang tengah mendapatkan masalah.


Pratama pergi ke kamar untuk menelepon Rio sekertarisnya itu.


" Halo bos." Jawab Rio dari seberang telepon setelah tau telepon itu dari Pratama.


" Saya ingin tau ada masalah apa di perusahaan Jacelyn, Cepat! saya ingin tahu sekarang." Jawab Pratama dengan tegas.


" Baik.. bos" jawab Rio yang langsung membuka laptopnya.


Sampai beberapa menit Pratama menunggu akhirnya Rio berbicara kembali.


" Apa yang terjadi.?" Tanya Pratama yang penasaran.


" Jadi Vins group ingin menarik semua dana investasi yang ada di perusahaan Jacelyn, karena Vins group mempunyai niat jahat, Vins group ingin menarik semua dana investasi yang mereka berikan, setelah itu mereka ingin CEO perusahaan Jacelyn menjual beberapa persen asetnya, Vins group ingin mengambil alih perusahaan Jacelyn dengan cara perlahan, jadi itu alasan Vins group ingin menarik semua dana investasinya." Jelas Rio dengan panjang lebar.


" Ohh jadi gitu.." Jawab Pratama dengan nada santai.


" Kalau begitu buat perusahaan Vins group bangkrut sekarang juga! Setelah itu kantor cabang kita suruh untuk berinvestasi di perusahaan Jacelyn, saya mau setelah saya keluar dari kamar ini Jacelyn mendapatkan kabar baik dari sekertarisnya." Terus Pratama.


" Baik bos.." Jawab Rio.


Setelah itu Pratama mematikan teleponnya dan kembali ke meja tempat Jacelyn duduk untuk kembali menyiapkan sarapan yang tadi dia tinggal.


Jacelyn yang penasaran dengan sikap Pratama yang tiba-tiba pergi ke kamar tadi, Jacelyn ingin bertanya kepada Pratama tapi di urungkan niatnya, karena ada telepon masuk dari sekertarisnya.


" Halo iya, ada apa lagi?" Tanya Jacelyn sembari menempelkan ponselnya di telinganya.


" Ada kabar baik Bu." Jawab Intan dengan semangat di seberang telepon.

__ADS_1


" Iya ada apa?" Jawab Jacelyn yang bingung dengan Intan.


" Barusan ada telepon dari perusahaan besar bernama Voultra group, mereka ingin investasi di perusahaan kita dengan dana yang sangat tinggi." Jelas Intan.


" Hah? Serius? Apakah mereka perlu saya untuk menandatangani kontrak kerja?" Jawab Jacelyn dengan kaget.


" Tidak Bu, mereka tidak menyuruh Bu Jacelyn datang untuk menandatangani surat kontrak kerja sama itu, orang Voultra group bilang kalau mereka disuruh bosnya untuk berinvestasi di perusahaan kita." Jelas Intan.


" Baiklah kalau begitu, saya harus pergi menemui bosnya itu, apakah kamu tau bosnya siapa?" Tanya Jacelyn.


" Saya tidak tau Bu, katanya bosnya itu menyembunyikan identitasnya, mereka bilang kalau bosnya juga cuma ingin membantu perusahaan kita." Jawab Intan.


" Baiklah, saya akan mencari tahu sendiri tentang bos besar mereka." Jawab Jacelyn yang langsung menutup teleponnya.


Jacelyn sekarang tersenyum bahagia dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membalas kebaikan bosnya itu.


Pratama yang telah melihat Jacelyn sudah seperti biasanya malah lebih terlihat bahagia saat ini, Pratama hanya tersenyum dan tidak ingin menanyakan apa-apa lagi.


Sebenarnya Pratama ingin menanyakan hal apa yang tengah membuat Jacelyn senang, tetapi Pratama mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.


Melihat Jacelyn yang cantik dengan ukiran senyum di bibirnya itu sudah cukup menunjukkan bahwa rencana Pratama berhasil.


Setelah itu Pratama menawarkan sarapan yang sudah dia hidangkan.


" Sarapannya sudah siap." ujar Pratama.


" Iya Terima kasih ya.." Jawab Jacelyn dengan senyum manisnya.


" Nanti kamu ke kantor?" tanya Pratama.


" Tidak, aku ingin bertemu dengan bos yang sudah membantu aku hari ini, jadi aku ingin mengungkapkan terima kasih kepadanya." Jelas Jacelyn.


Pratama yang mengetahui niat dari Jacelyn sedikit kaget, dia diam sejenak sampai Jacelyn menyadarkan Pratama kembali.


" Kamu kenapa? Kok bengong?" tanya Jacelyn yang melihat Pratama mematung sembari membawa piring.


" Ti.. tidak apa-apa, mau aku antar nanti?" jawab Pratama sedikit gugup dan mencoba menawarkan diri untuk mengantarkan Jacelyn.


" Kalau kamu mau?" jawab Jacelyn dengan mata berbinar.


" Setelah sarapan aku antar kamu ke kantor cabang yang ada di kota ini, aku juga pernah melamar pekerjaan di kantor itu tapi di tolak." jawab Pratama sembari menceritakan tentang dirinya sebelum bekerja di perusahaan Jacelyn.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2