
Setelah perginya ibu Jacelyn dari ruangannya, Jacelyn semakin tertekan dengan ucapan ibunya.
" Sayang bagaimana ini? Ibu tetap tidak setuju dengan pernikahan ini, apa lagi ibu bilang ingin menceraikan kita." Ucap Jacelyn.
Pratama hanya tersenyum mendengar perkataan itu.
Jacelyn menghela nafas berat. " Aku tahu ibu tidak main-main dengan ucapannya. Aku takut dengan rencana ibu itu." Lanjut Jacelyn.
" Sudahlah sayang, tidak usah kamu pikirkan, aku berencana mengadakan acara pesta untuk pernikahan kita Minggu depan, dan acara itu di hadiri setiap keluarga dari pembisnis." Ucap Pratama.
Jacelyn menghela nafas berat. " Terserah kamu aja, aku sudah tidak bisa berfikir lagi." Jawab Jacelyn sembari memegangi kepalanya.
" Aku punya rencana." Ucap Pratama.
" Rencana apa?" Tanya Jacelyn.
Kemudian Pratama langsung mendekat ke arah Jacelyn dan menjelaskan semua rencananya.
Setelah beberapa saat kemudian Pratama selesai menjelaskan rencananya, Jacelyn mengerti maksud rencana Pratama itu, tetapi kemudian Jacelyn berfikir kembali.
" Apa rencana mu itu tidak terlalu kejam?" Tanya Jacelyn.
" Tidak sayang, nanti aku yang bertanggung jawab atas semua itu. Bagaimana?" Ucap Pratama.
" Baiklah, aku ikut saja dengan mu." Jawab Jacelyn.
Setelah itu Pratama langsung menelepon sekertarisnya Rio.
" Halo." Ucap Pratama dengan telepon.
" Iya bos, ada apa? Bos kangen ya dengan saya?" Jawab Rio dengan bercanda.
Memang aneh sih jika di dengar, tetapi itu adalah salah satu dari hubungan baik Pratama dengan sekertarisnya.
Sekertarisnya itu bisa di bilang orang yang berbeda dari yang lain, Rio bisa membedakan ketika Pratama serius atau tidak.
__ADS_1
Sebelum Rio menjadi sekertarisnya Pratama dulu, dia adalah orang yang miskin, dia adalah teman Pratama waktu sebelum Pratama menjadi pewaris tunggal.
" Saya mau kamu mempersiapkan acara pernikahan Minggu depan." Ucap Pratama.
" Hah? Bos ingin menikah lagi?" Jawab Rio kaget.
" Bagaimana dengan Bu Jacelyn?" Lanjut Rio.
Jacelyn yang mendengar suara itu pun langsung tertawa, Pratama menelepon Rio dengan suara keras jadi apa yang Pratama dan Rio bicarakan bisa terdengar oleh Jacelyn.
" Siapa yang mau menikah lagi?" Ucap Pratama.
" Bos? Bos kan sudah menikah, kenapa bos menyuruh saya untuk menyiapkan acara pernikahan lagi? Kalau bos tidak ingin menikah lagi?" Ucap Rio.
" Bisa gila aku ini... Dengarkan dulu penjelasan ku." Jawab Pratama.
Jacelyn hanya bisa menahan tawanya mendengar obrolan Pratama dan Rio itu.
Setelah itu Pratama langsung menjelaskan semua rencananya dengan sangat jelas.
Akhirnya Rio pun paham dengan maksud Pratama.
Kemudian Pratama langsung mematikan teleponnya, dan kembali berbicara dengan Jacelyn.
Setelah telepon itu di matikan, Jacelyn yang tidak bisa menahan tawanya lagi, Jacelyn langsung tertawa terbahak-bahak.
" Kamu kenapa? Apanya yang lucu?" Tanya Pratama penasaran, karena dari obrolan itu tidak ada hal lucu.
" Kamu dapat sekertaris dari mana? Sekertarisnya pewaris tunggal kok tidak ada wibawanya sama sekali." Jelas Jacelyn dengan tertawa kecil.
Pratama hanya tersenyum. Pasalnya memang benar jika Pratama dan Rio adalah orang-orang yang konyol.
Orang lain pun tak menyadari jika Pratama adalah pewaris tunggal karena sifatnya yang seperti anak kecil.
***
__ADS_1
Sampai beberapa saat kemudian Jacelyn dan Pratama pun pulang kembali ke apartemen.
Sebelum mereka berdua pulang ke apartemen, Pratama dan Jacelyn berhenti untuk makan siang.
Setelah sampai di restoran, Jacelyn dan Pratama pun langsung memesan makanannya.
Sembari menunggu makanan itu sampai, Jacelyn kembali memikirkan perkataan ibunya, walaupun Jacelyn tahu jika Pratama itu adalah orang yang berpengaruh.
Akan tetapi, Jacelyn tetap takut dengan tindakan ibunya yang selalu terjadi.
Sampai mereka maka, Pratama yang melihat raut wajah Jacelyn seperti orang yang ketakutan pun langsung menanyakan itu.
" Sayang. Kamu kenapa? Aku lihat dari tadi wajah kamu seperti orang yang sedang ketakutan." Tanya Pratama.
" Tidak. Tidak apa-apa, aku hanya kecapean." Jawab Jacelyn.
" Kamu masih memikirkan ucapan ibumu?" Ucap Pratama.
" Bagaimana aku tidak ketakutan, ibu selalu menepati ucapannya, walaupun kamu benar-benar pewaris tunggal yang berpengaruh di kalangan pembisnis, tetapi aku masih merasa akan terjadi sesuatu dengan pernikahan kita." Jelas Jacelyn.
Akhirnya Jacelyn berbicara juga. Walaupun tadi sempat Jacelyn sembunyikan.
" Kamu tidak usah khawatir, percaya kepadaku, aku bisa mengatasi semua ini." Ucap Pratama mencoba menenangkan Jacelyn.
" Tetapi kenapa kamu tidak berbicara jujur aja kepada ibu, jika kamu pewaris tunggal?" Tanya Jacelyn.
" Aku bisa saja berbicara dengan ibumu kalau aku memang pewaris tunggal. Akan tetapi apakah ibumu bisa percaya jika aku tiba-tiba datang dan berbicara aku adalah pewaris tunggal?" Jelas Pratama.
Jacelyn pun mengangguk mengerti maksud dari Pratama.
" Baiklah aku mengerti maksudmu, memang terlihat terburu-buru jika kamu berbicara jujur kepada ibu, apa lagi ibu mengenalmu sebagai cleaning servis di perusahaan ku, bisa-bisa kamu di anggap gila dengan ibu." Jelas Jacelyn yang sudah mengerti maksud dari Pratama.
" Nah kamu kan sudah tahu. Jadi kamu jangan khawatir lagi, dan sekarang kita pulang dulu." Ucap Pratama.
" Baiklah.." Jawab Jacelyn.
__ADS_1
Jacelyn dan Pratama pun memutuskan untuk pulang ke apartemen, jika di apartemen Jacelyn bisa tenang, karena tidak mungkin orang suruhan ibunya bisa masuk di apartemen itu.
...----------------...