CEO Cantik Terjerat Cinta

CEO Cantik Terjerat Cinta
Pengakuan Pratama


__ADS_3

Setelah acara itu selesai, Pratama dan Jacelyn langsung pulang menuju apartemen, sampai beberapa saat berlalu akhirnya mereka sampai juga di apartemen itu.


" Sayang, aku ingin kamu menjelaskan semuanya." Ucap Jacelyn.


" Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya untukmu." Jawab Pratama.


Setelah itu Pratama menaruh barang-barangnya di ikuti Jacelyn yang menuju kamarnya.


" Aku akan membuat teh dulu untukmu dan aku, supaya lebih nyaman untuk berbicara." Ucap Pratama.


" Baiklah aku akan menunggumu." Jawab Jacelyn.


Setelah itu Pratama langsung membuat teh, sampai beberapa saat kemudian ketika Pratama sudah selesai untuk membuat teh.


Pratama menuju ke tempat Jacelyn duduk dan meletakkan teh itu di atas meja.


" Kamu ingin aku mulai dari mana?" Tanya Pratama.


" Terserah kamu, aku akan mendengar penjelasan mu." Jawab Jacelyn.


Kemudian Pratama menghela nafas berat.


" Sebelumnya aku minta maaf kepadamu, karena aku telah membohongi mu, apa yang kamu lihat hari ini adalah benar adanya, aku memang pewaris tunggal dari perusahaan besar yang berpengaruh, aku sengaja menyembunyikan identitas ku dan identitas sekretaris ku untuk melakukan investigasi perusahaan yang sedang melakukan pencucian uang." Jelas Pratama.


" Lalu kenapa kamu tidak bicara mulai awal jika kamu adalah pewaris itu, setelah semua yang aku lakukan terhadapmu itu tidak seharusnya aku lakukan, aku malu dengan diriku sendiri." Ucap Jacelyn.


Pratama menghela nafas panjang. " Aku tidak pernah merasa kamu melakukan hal apapun, jika maksudmu kamu merasa malu karena memperlakukan aku seperti pembantu, itu bukan salahmu, tetapi karena aku mau melakukannya." Jelas Pratama.

__ADS_1


" Jika kamu berbicara kepadaku dari awal mungkin ibu ku juga langsung setuju kepadamu, karena kamu adalah pewaris tunggal yang berpengaruh."


Pratama tersenyum. " Yang terpenting sekarang kan kita sudah menikah, aku sudah percaya kepadamu, kalau kamu memang benar-benar tulus terhadap ku." Jelas Pratama.


" Sudahlah. Aku masih bingung untuk menerima semua ini, aku masih syok karena kejadian tadi." Ujar Jacelyn.


" Baiklah, aku juga tidak akan membahas hal ini lagi, tapi kamu tetap jangan memberi tahu ibumu tentang hal ini." Jawab Pratama.


" Kenapa kamu harus menyembunyikan identitas mu lagi di depan orang tua ku?" Tanya Jacelyn penasaran.


" Aku tidak mau ibumu merasa tidak nyaman dengan kenyataan itu." Jawab Pratama.


" Baiklah aku akan menyembunyikannya."


Kemudian Jacelyn meminum teh hijau itu.


" Berarti semua ini milikmu?" Ucap Jacelyn yang menunjuk apartemen itu.


" Iya, apartemen dan vila yang kemarin kita bulan madu, itu juga punya ku, tetapi vila itu adalah atas nama mu." Jelas Pratama.


Mendengar penjelasan itu, Jacelyn langsung tersedak, karena dia tidak terpikirkan sebelumnya, bisa-bisanya vila itu atas nama dirinya.


" Apa? Bagaimana bisa vila itu adalah atas namaku." Tanya Jacelyn yang masih tidak percaya.


" Jadi vila itu adalah hadiah dari ku untuk mu." Jelas Pratama.


" Bagaimana bisa kamu mendapatkan nama ku dan yang paling tidak mungkin adalah tanda tangan ku." Jacelyn semakin bingung.

__ADS_1


" Dulu sebelum aku membeli vila itu aku sudah merencanakan sesuatu dengan ayahmu, aku meminta ayahmu untuk meminta tanda tanganmu." Jelas Pratama.


Ternya Pratama sudah mengenal ayah Jacelyn, tetapi ayah Jacelyn itu tidak memberi tahu tentang itu.


" Ayah?" Ucap Jacelyn kaget.


" Iya, aku sudah merencanakan semua ini bersama ayahmu." Jelas Pratama.


Kini Jacelyn mengerti kenapa tiba-tiba ayahnya yang dari awal sudah setuju dengan Pratama.


Mengingat kejadian dulu ketika Jacelyn baru mengenal Pratama, ketika ibunya Jacelyn tidak merestui hubungan itu ayahnya cuma diam saja setelah mendengar bahwa Jacelyn berhubungan dengan cleaning servis.


Ayah Jacelyn juga berperan dengan sangat baik sampai sekarang.


" Baiklah sekarang aku paham, kenapa tiba-tiba ayah bisa menyetujui pernikahan ini." Ucap Jacelyn.


" Tapi aku masih tidak percaya dengan ini, bagaimana bisa kamu adalah pewaris tunggal itu?" Lanjut Jacelyn.


Pratama menghela nafas berat. " Dulu aku pernah berkata kepada mu, jika aku pernah mendapat bantuan mu, aku kehilangan orangtuaku sejak kecil, ketika suatu saat ada seseorang yang menemui diriku, waktu itu umurku juga masih delapan belas tahun, orang itu berkata jika aku adalah pewaris tunggal dari perusahaan terbesar." Jelas Pratama.


" Aku sendiri terkejut mendengar hal itu, setelah aku mencari tahu tentang itu, ternyata aku memang sengaja di buang oleh kedua orang tua ku, karena mereka ingin aku menjadi pewaris itu, karena ada keluarga yang ingin membunuh keluarga ku dan merebut tahta itu, jadi kedua orang tua ku membuang aku untuk menjaga agar tetap ada penerus dari keluarga ku itu." Lanjut Pratama.


Jacelyn mengangguk paham, karena hal itu bisa saja terjadi di kalangan atas, demi merebutkan sebuah kekayaan, mereka melakukan apapun itu demi kekayaan.


Sampai mereka tega menghabisi semua keturunan dari keluarga itu, tetapi sayangnya orang tua dari Pratama sudah menyadari hal itu.


Jadi sekarang Pratama lah yang menjadi penerus itu sekarang.

__ADS_1


__ADS_2