
Setelah kejadian memalukan yang dilakukan Andre, kini Pratama dan Jacelyn pergi dari restoran itu.
Kejadian memalukan itu pasti tidak bisa di lupakan oleh Andre.
Setelah beberapa saat Jacelyn dan Pratama sampai di apartemen, rasa penasaran yang ada di kepalanya sepanjang perjalanan menuju apartemen pun langsung Jacelyn tanyakan.
" Sayang.." ucap Jacelyn.
" Hmmm." Jawab Pratama.
" Aku ingin menanyakan sesuatu denganmu." Jelas Jacelyn.
Pratama memicingkan matanya ke arah Jacelyn, Pratama bingung dengan Jacelyn, Jacelyn yang terlihat tidak seperti biasanya.
Biasanya Jacelyn langsung bertanya kepada Pratama jika ada sesuatu, karena itu Pratama bingung dengan Jacelyn.
" Kamu tidak seperti biasanya, apa yang kamu ingin bicarakan dengan ku?" Jawab Pratama.
" Jangan memicingkan mata ke arah ku, aku tidak suka kamu begitu." Ucap Jacelyn.
" Iya.. iya.. apa yang kamu ingin bicarakan kepada ku?" Jawab Pratama penasaran.
" Aku sedikit bingung dengan kejadian tadi, tingkah Andre sedikit berbeda setelah melihat mu tadi, apa yang sebenarnya telah terjadi antara kalian?" Jelas Jacelyn.
Pratama mengangkat pundaknya. " Aku sendiri saja bingung, kenapa tingkahnya begitu, mengingat hal itu membuat aku tertawa." Jawab Pratama sembari tertawa.
Jacelyn semakin bingung, padahal tidak ada yang lucu dari ucapannya itu.
" Kadang aku juga sedikit bingung dengan sikapmu, terkadang kamu seperti orang biasa, tetapi terkadang juga sikapmu seperti orang kaya dengan bisnis yang besar, seperti orang yang berwibawa, kamu tahu itu kan?" Tanya Jacelyn lagi.
Memang sikap Pratama itu tidak seperti orang biasanya, dia seperti orang yang punya kepribadian ganda.
Pratama memang orang kaya raya dan orang berpengaruh di dunia bisnis, pantas saja jika Pratama terkadang terlihat seperti orang yang mempunyai wibawa tinggi.
Setelah mendengar pertanyaan Jacelyn itu, kini Pratama sedikit bingung, dia tidak pernah mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan Jacelyn.
" Apa yang berbeda dari ku? Aku seperti orang biasanya, mungkin hanya pikiran mu saja, mana mungkin aku seperti orang yang berwibawa, aku saja hanya bekerja menjadi cleaning servis di perusahaan mu." Jawab Pratama.
" Aku tidak akan salah menilai seseorang, aku tahu persis setiap orang yang aku kenal." Ucap Jacelyn yang tetap tidak percaya dengan penjelasan Pratama.
" Mungkin karena aku selalu bersama mu, karena sikap seseorang itu tergantung dengan pergaulannya, jika pergaulannya bersama orang-orang yang berwibawa, maka orang yang ikut bergaul dengan orang berwibawa itu jadi ikut terbawa mulai dari cara bicara sampai sudut pandangnya." Jelas Pratama.
Jacelyn mengangguk perlahan, dia tidak lagi curiga dengan Pratama karena penjelasan Pratama bisa terjadi kepada siapapun.
" Begitu halnya jika pergaulannya dengan orang-orang yang salah, orang itu bisa menjadi orang yang salah juga, sekarang juga sudah banyak terjadi di kalangan anak muda jaman sekarang." Lanjut Pratama.
Jacelyn hanya mengangguk-angguk mengerti apa yang di katakan Pratama, memang benar pergaulan jaman sekarang semakin meresahkan para orang tua.
***
Setelah obrolan mereka, Jacelyn pun mencoba menghubungi ayahnya untuk menanyakan sesuatu.
" Bagaimana? Katanya kamu ingin membicarakan tentang ide gila mu itu dengan ayahmu." Ucap Pratama.
" Iya ini, aku mencoba menghubunginya." Jawab Jacelyn.
Sampai beberapa saat akhirnya teleponnya di angkat oleh ayahnya.
" Halo, ayah." Ucap Jacelyn dengan ayahnya di telepon.
" Iya sayang, kamu kemana saja tidak pulang." Jawab ayahnya.
" Akan aku ceritakan semuanya kepada ayah, ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah, tapi ayah jangan bilang kepada ibu." Jelas Jacelyn.
" Iya, ada apa?" Jawab ayahnya.
" Aku ingin menikah yah?" Ucap Jacelyn.
Ayahnya sedikit kaget dengan penjelasan Jacelyn, beberapa hari tidak pulang tiba-tiba Jacelyn telepon dan ingin menikah.
__ADS_1
" Dengan siapa kamu akan menikah?" Tanya ayahnya.
" Akan aku bicarakan dengan ayah besok, besok ayah bisa kesini kan? Nanti aku beritahu alamatnya." Ucap Jacelyn.
" Baiklah besok aku akan ke sana bersama ibumu." Jawab ayahnya.
" Jangan ayah, ayah kesini sendiri saja jangan bersama ibu." Ucap Jacelyn sedikit panik.
" Iya.. iya.. besok pagi aku akan kesana sendiri." Jawab ayahnya.
" Terimakasih ayah." Ucap Jacelyn sembari menutup teleponnya.
Jacelyn sudah sedikit lega karena sudah berbicara dengan ayahnya, walaupun Jacelyn belum berbicara tentang dia ingin menikah dengan siapa.
" Sekarang tinggal kamu, siapkan dirimu untuk menghadapi ayah ku besok." Ucap Jacelyn dengan Pratama.
" Tenang saja, serahkan semuanya kepadaku." Jawab Pratama.
" Awas saja kalau kamu berbicara aneh-aneh dengan ayahku." Ancam Jacelyn.
Pratama hanya tersenyum mendengar perkataan Jacelyn itu.
Malam itu waktu berjalan cukup cepat, kini Pratama dan Jacelyn menuju kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Karena besok Jacelyn dan Pratama akan mempersiapkan diri untuk berbicara tentang pernikahan mereka.
Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan restu dari ayahnya Jacelyn.
****
Malam yang berjalan begitu cepat, waktu sudah menunjukkan pagi, Pratama yang sudah bangun dan langsung mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Dan sedangkan Jacelyn masih belum terlihat keluar dari kamarnya, menandakan bahwa Jacelyn masih tertidur.
Pratama bangun jam sekitar jam lima pagi.
Sampai beberapa saat kemudian Jacelyn bangun dari tidurnya, kini Pratama sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
" Iya." Jawab males Jacelyn, nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.
" Bagaimana jika kalau kamu sudah menikah dengan ku, jika kamu jam segini baru bangun, mungkin aku akan mati kelaparan karena tidak kamu buatkan sarapan." Ucap Pratama dengan bercanda.
" Jika aku sudah menikah dengan mu, aku akan mencari pembantu." Jawab Jacelyn.
Memang mudah bagi Jacelyn untuk mencari pembantu, dia bisa saja mencari pembantu semenjak Jacelyn tidur di apartemen Pratama.
Tetapi Pratama menolaknya, karena alasan Pratama lebih baik satu rumah dua orang saja, karena jika ada pembantu kalau ada apa-apa tidak leluasa untuk berbicara.
Sampai beberapa saat kemudian mereka berdua pun langsung sarapan karena makanan yang sudah siap.
Di tengah-tengah mereka menikmati sarapannya, mereka berdua berhenti karena suara ketukan pintu.
Mereka sudah mengira bahwa yang datang itu adalah ayahnya Jacelyn, karena yang tahu alamat itu cuma Jacelyn Pratama dan ayahnya.
Jacelyn pun langsung membukakan pintu, terlihat pria paruh baya dengan berpakaian seperti orang biasa, pria itu adalah ayahnya.
Ayahnya Jacelyn memang terlihat seperti orang kalangan bawah, ayahnya tidak suka berpakaian seperti orang kaya lainnya.
" Ayah.." ucap Jacelyn yang mencium tangan ayahnya.
" Bagaimana bisa kamu tinggal di apartemen ini? Setahu aku apartemen ini hanya bisa di tinggali oleh orang-orang yang sangat berpengaruh." Ujar ayahnya yang keheranan.
Ayah Jacelyn juga tahu kalau apartemen itu memang bisa di beli oleh orang-orang yang sangat kaya raya, keluarga Jacelyn saja belum tentu bisa membeli apartemen itu.
" Sudahlah ayah, ayah masuk dulu ikut sarapan bersama kita." Ucap Jacelyn.
" Kita?" Jawab ayahnya yang keheranan.
Setelah ayah Jacelyn masuk Pratama pun langsung menyalami tangan ayah Jacelyn itu dengan sopan.
__ADS_1
" Ini siapa?" Tanya ayahnya yang semakin heran.
" Perkenalkan om nama saya Pratama." Jawab Pratama dengan senyum merekah.
" Ayah ikut sarapan dengan kita saja, ini semua Pratama yang membuatnya." Sahut Jacelyn.
" Baiklah." Jawab ayahnya.
Ayah Jacelyn pun ikut bergabung dengan Jacelyn dan Pratama.
Ayah Jacelyn juga sangat menikmati masakan Pratama itu, sampai tak henti-hentinya ayah Jacelyn memuji Pratama.
Sampai mereka semua selesai sarapan, kini ayah Jacelyn dan Jacelyn duduk di sofa dan sedangkan Pratama membuat minuman untuk ayah Jacelyn dan Jacelyn.
Pratama membawa dua cangkir teh untuk mereka berdua.
" Ini di minum om tehnya." Ucap Pratama.
" Terimakasih." Jawab ayahnya.
Ayahnya yang penasaran dengan Jacelyn karena Jacelyn ingin menikah dengan seorang, ayahnya pun langsung bertanya.
" Katanya kamu ingin menikah? Kamu ingin menikah dengan siapa?" Tanya ayahnya.
" Iya ayah, aku ingin menikah dengan Pratama." Jawab Jacelyn.
Ayahnya pun langsung melihat ke arah Pratama, mengamati Pratama sembari mengusap dagunya.
" Kamu kerja apa?" Tanya ayahnya ketus.
" Saya.. bekerja sebagai cleaning servis di perusahaan Jacelyn om." Jawab Pratama dengan senyum.
Mendengar itu Jacelyn langsung kaget, karena itu bisa menjadi salah satu alasan ayahnya untuk tidak menerima Pratama.
" Hmmm.. sejak kapan kamu mengenal Jacelyn?" Tanya ayahnya ketus.
" Saya kenal Jacelyn sudah sangat lama, saya juga mengenal om." Jawab Pratama.
" Kamu mengenal saya?" Tanya ayahnya keheranan.
Jacelyn sudah tidak bisa membantu Pratama lagi, kini dia hanya pasrah dengan keadaan.
" Iya om, dulu waktu saya masih kecil, saya hanya seorang gelandang yang kelaparan, tiba-tiba om dan Jacelyn datang kepadaku untuk memberikan bingkisan, saya masih mengingat hal itu, dan om dulu masih sangat muda, semenjak itu saya berniat untuk merubah diri saya, saya beruntung waktu itu karena om dan Jacelyn, saya bisa berubah saat ini." Jelas Pratama menjelaskan masa lalunya.
Ayahnya mencoba mengingat kembali, sampai beberapa saat kemudian ayahnya pun mengingat kejadian itu.
" Saya ingat semuanya, sudah sangat lama sekali ya." Jawab ayah Jacelyn.
Setelah itu ayahnya membicarakan tentang masa kecil Jacelyn kepada Pratama, sampai Jacelyn merasa malu.
Dan Pratama pun menanggapi cerita ayah Jacelyn itu.
Sampai Jacelyn memberhentikan ayahnya yang sedang membicarakan dirinya.
" Sudah ayah, aku jadi malu." Ucap Jacelyn.
" Baiklah, kembali lagi ke inti pembicaraan ini." Jawab ayahnya.
Kini Jacelyn merasa tegang, apa yang di putuskan ayahnya, apakah dia setuju dengan Pratama ataukah tidak.
" Kapan kalian akan menikah?" Ucap ayah Jacelyn.
Jacelyn yang mendengar itu pun langsung melongo kaget, Jacelyn pikir dia sedang bermimpi.
" Berarti ayah setuju dengan pernikahan ini?" Tanya Jacelyn memastikan.
" Iya, aku lihat kalian sama-sama memiliki rasa sayang, aku tidak akan melarang mu untuk menikah dengan Pratama, aku lihat Pratama juga orang yang baik." Jelas ayahnya.
Jacelyn pun merasa senang dengan restu dari ayahnya, tidak tahu alasan pasti ayahnya bisa menerima Pratama dengan semudah itu.
__ADS_1
...----------------...